Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Cerita Perempuan Tangerang yang Hobi Healing di Kuburan: Dikira Pesugihan hingga Open BO, tapi Nemu Makna Kehidupan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
12 Februari 2024
A A
Cerita Perempuan Tangerang yang Hobi Healing di Kuburan MOJOK.CO

Ilustrasi - Perempuan Tangerang healing di kuburan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jika umumnya orang suka healing ke tempat wisata yang indah, estetik, nan Instagramable, tapi tidak dengan Sherina Redjo (23). Perempuan yang saat ini tinggal di Tangerang itu justru memiliki hobi yang cukup unik, yakni healing di kuburan.

Hobi yang memang aneh menurut banyak orang. Namun, Sherina justru menemukan banyak insight positif dari “hobi aneh”-nya tersebut.

***

Saat menemukan ungghan Sherina di media sosial X pada Rabu, (7/2/2024) lalu, saya langsung mencoba mengirim direct message pada vokalis Temarram—band asal Jakarta—itu. Menyampaikan maksud saya untuk ngobrolin perihal hobi uniknya yang membuat kolom komentarnya banjir komentar.

Sherina mengunggah foto dan video berlatar tempat pemakaman umum (TPU) dengan keterangan singakat, bahwa ia mengaku sangat suka menghabiskan waktu sendiri di kuburan.

Sesuka itu gue menyendiri di kuburan. Gak sendirian amat sih, ditemenin buku dan sebotol beer. Enjoy! pic.twitter.com/bD9GfxNZbM

— sherieee (@nafsutabiat) February 6, 2024

“Oh boleh banget, Kak. Besok siang ya. Lewat WA boleh,” ujar Sherina tak berselang lama setelah saya mengirim DM tersebut.

Melalui sambungan telepon pada Kamis, (8/2/2024), kepada Mojok Sherina menceritakan bagaimana ia kini sangat suka healing di kuburan.

Awalnya suka mencari tempat hijau

Sherina menyebut, ia mulai suka nongkrong di kuburan baru pada 2019 lalu, sebelum pendami Covid-19 memborbardir Indonesia.

Sebelum itu, Sherina mengaku memang suka menyendiri dengan latar tempat hijau. Misalnya di kebun. Belum pernah terpikirkan di benaknya untuk nongkrong di kuburan.

“Apalagi menurut banyak orang, kuburan itu tempat yang menyeramkan dan tidak lazim untuk jadi tempat nongkrong. Karena sepi,” ujarnya.

Awal mula ia suka menyendiri dan menenangkan diri di tempat hijau adalah saat ia pulang ke kampung halaman orang tuanya di Bogor. Nuansa pedasaan yang hijau membuatnya merasa tenang,

Sejak saat itulah Sherina mulai sering mencari-cari tempat hijau untuk menghabiskan waktu sendiri, sekadar membaca buku dan menikmati sebotol bir.

Jarang ada ruang terbuka hijau di Tangerang, pilih healing di kuburan

Sayangnya, di Tangerang dan sekitarnya, ia merasa kesulitan untuk mencari ruang terbuka hijau seperti yang ia dapati di kampung halaman orang tuanya di Bogor tersebut.

Iklan

Dalam penyisirannya, di antara sangat jarang ruang terbuka hijau di Tangerang dan sekitarnya, TPU adalah salah satunya.

“Waktu itu terpikir, kayaknya asyik menyendiri di kuburan. Hijau, sepi, dan tenang,” ungkapnya.

Kuburan pertama yang menjadi tempat nongkrong Sherina adalah Taman Makam Kober di Ciledug, Kota Tangerang. Ia kemudian mulai suka nongkrong berpindah-pindah dari TPU ke TPU lain.

Cerita Perempuan Tangerang yang Hobi Healing di Kuburan: Dikira Pesugihan hingga Open BO, tapi Nemu Makna Kehidupan MOJOK.CO
Ilustrasi – Cerita perempuan Tangerang yang hobi healing di kuburan. (Waldemar/Unsplas)

“Tapi kuburan yang jadi favorit ada di Kober sama ada namanya TPU Menteng Pulo, di Tebet (Jakarta Selatan),” terangnya.

“Aku nyaman di dua tempat itu karena mudah dijangkau dari tempatku. Ilalangnya juga nggak terlalu tinggi. Karena pengalamanku di makam yang rumputnya terlalu rimbun, aku nemu ular. Itu membuatku kurang nyaman,” sambungnya.

Berinteraksi dengan penghuni kuburan

Ngomong-omong soal gangguan di kuburan seperti ular dan hewan-hewan liar lain, gangguan juga tak jarang datang dari yang tak kasat mata. Seringnya dalam bentuk suara-suara.

Akan tetapi, Sherina menolak menyebut mereka yang tak kasat mata sebagai gangguan atau ancaman.

“Anggap saja itu sebagai bentuk interaksi mereka denganku. Karena memang aku hidup tidak sendiri, aku berdampingan dengan mereka,” tuturnya.

Dianggap pesugihan hingga Open BO

Dari ratusan komentar yang membanjiri kolom komentar unggahan Sherina, banyak di antaranya yang menganggap hobi Sherina itu aneh. Begitu pula yang Sherina alami di dunia nyata.

Menurutnya, ia sering dikira aneh oleh orang-orang terdekatnya. Bahkan ada yang menganggapnya pesugihan hingga Open BO.

“Ibuku juga sering sangsi, kenapa sih kok suka nongkrong di kuburan? Aneh banget,” ujar Sherina. Namun, Sherina tak terlalu ambil pusing dengan persepsi-persepsi orang perihal hobi uniknya tersebut.

Sebab, Sherina mengaku menemukan banyak makna dan bahkan inspirasi dari hobi unik healing di kuburan itu.

“Pasanganku jadi salah satu orang yang nggak menganggapku aneh. Karena kami punya cara pandang yang mirip soal kuburan dan kematian,” ungkap perempuan asal Tangerang tersebut.

“Pernah nggak pasangan Kak Sheri ikut?,” tanya saya penasaran.

“Oh nggak. Dia nggak pernah ikut sih. Tapi dia sangat mengerti soal hobi anehku ini,” imbuh Sherina.

Nasihat paling sunyi dari kuburan

Tak hanya menyajikan ketenangan, bagi Sherina, kuburan adalah tempat yang memberikan nasihat paling sunyi.

Dulu, Sherina menganggap kehidupan ini tak memiliki arti dan tak ada gunanya. Sebab, untuk apa sulit-sulit hidup jika nanti toh ujung-ujungnya akan mati juga? Begitu kira-kira yang Sherina pertanyakan.

Namun, kuburan membuatnya memiliki cara pandang lain soal kematian.

Sherina sering membayangkan, setalah ia mati, bagaimana ia akan memandang kehidupan dari alam baka. Bagaimana kemudian ia melihat cara orang-orang yang masih hidup menyikapi kematiannya.

“Kematian itu mengerikan tidak, sangat kurindukan juga tidak, nggak seperti Syekh Siti Jenar atau Jalaluddin Rumi yang merindukan kematian,” beber Sherina sembari mengakui bahwa belakangan ini ia memang sedang suka membaca buku-buku filsafat Islam, di samping banyak buku dengan beragam genre yang ia koleksi.

“Seperti dalam lirik lagu Fragmen (dalam EP Selubung Abadi – Temarram), ada lirik, Jika ingin binasa, maka binasalah. Jika ingin abadi, maka abadilah. Jadi kematian itu ya keniscayaan,” terangnya.

Oleh karena itu, menurut Sherina, sebelum kematian itu tiba, yang perlu ia lakukan adalah membuat hidup menjadi sebermakna mungkin. Yakni dengan banyak bebrbuat baik dan menebar banyak manfaat.

Sebab dari alam baka sana, setelah mati nanti, manusia akan melihat bagaimana mereka yang masih hidup akan menyikapi kematiannya.

Renungan dan nasihat-nasihat paling sunyi dari kuburan itu pun memberi Sherina banyak inspirasi  dalam mengarang lagu. Termasuk yang termuat dalam EP Selubung Abadi yang rilis pada 22 Desember 2023 lalu, terdiri dari “Selubung Abadi,” “Penggal,” “Samar Memudar,” dan “Fragmen,”

Reporter: Muchamad Aly Reza

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Kos Muslim Jogja Bikin Mahasiswa Malang Rajin Salat dan Ngaji, Berkat Nasihat Tanpa Suara

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2024 oleh

Tags: Kuburanopen BOpilihan redaksiTangerangtpu
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO
Catatan

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO
Aktual

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO
Urban

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
Merintis Jastip ala Mahasiswa Flores Cuan Jutaan Tiap Bulan MOJOK.CO

Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan

23 April 2026
Beli produk hp Apple, iPhone

Pengguna iPhone Ingin “Naik Kelas” Bikin Muak, Gaya Elite padahal Dompet Sulit

22 April 2026
Beri tip ke driver ojol. MOJOK.CO

Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

28 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.