Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 Januari 2026
A A
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Ilustrasi - Naik bus (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi sebagian orang, perjalanan dengan bus adalah soal kecepatan, fasilitas, dan nama besar PO. Oleh karena itu, pemain-pemain besar menyajikan pelayanan premium melalui sleeper seat, dekorasi interior yang tampak seperti kabin pesawat, dan layanan mewah lainnya. Namun, di jalur selatan Jawa, ada bus yang tetap mengaspal dengan caranya sendiri. Tanpa gegap gempita promosi seperti PO besar lainnya, tanpa klaim kemewahan, tapi selalu dirindukan. Namanya: Bus Sumber Alam.

Harga Rp150 ribuan sudah dapat jatah makan

Saya sendiri baru sekali menggunakan jasa bus yang katanya “andalan orang biasa” ini. Kira-kira pertengahan 2023 lalu untuk perjalanan Jogja-Jakarta. Alasan saya menggunakan armada ini, tak lain dan tak bukan karena harganya miring. 

Iklan

Seingat saya, cuma Rp155 ribu saat itu, dan sudah mendapatkan voucher sekali makan.

Saya memang tak terbiasa melakukan perjalanan jauh via bus. Lebih banyak mengandalkan kereta api. Namun, karena kehabisan tiket murah, seorang kawan merekomendasikan bus ini mengingat harganya masih ramah di kantong.

Yang saya ingat, saat itu perjalanan start pukul 06.00 pagi di garasi PO Sumber Alam Jogja. Lokasinya tak jauh dari Terminal Giwangan. Yang bikin saya kaget, ternyata yang saya naiki itu adalah bus penghubung menuju kantor pusat Sumber Alam di Kutoarjo.

Meskipun cuma bus transit, bagi saya armadanya sudah sangat oke untuk harga segitu. Fasilitas standard, lah ya. Namun, yang bagi saya paling unik, adalah keberadaan smoking area di bagian belakang yang didesain cerdas. Ia memiliki jendela yang bisa dibuka agar asap keluar, tapi tetap dilengkapi AC sehingga suhu kabin tetap terjaga dan tidak pengap.

Setelah tiba di Kutoarjo, saya diarahkan buat oper ke bus utama yang akan membawa ke Jakarta. Bus ini menggunakan sasis Mercedes-Benz (Mercy) 1525 dengan bodi dari karoseri Laksana. 

Walaupun bus tersebut sudah tidak lagi berusia muda, interiornya terasa sangat segar dan bersih.

Sepanjang perjalanan? Untuk bus seharga Rp155 ribu dengan fasilitas sekali makan, menurut keyakinan saya itu sudah sangat memuaskan. Saya punya standard kecil untuk menentukkan kenyamanan naik transportasi umum jarak jauh: asal tidak mual, artinya itu bus nyaman.

Jalur selatan memang “jelek”, tapi selalu ada cerita

Perasaan serupa, bahkan jauh lebih berkesan, juga dirasakan Eka (30), seorang pekerja swasta yang rutin bepergian dari Jogja ke Jakarta. Di tengah banyaknya pilihan bus di rute yang sama, Sumber Alam baginya tak tergantikan. 

“Kalau mau jujur, saya bisa saja naik bus lain. Lebih cepat, lebih baru. Tapi rasanya beda,” katanya, kepada Mojok, Sabtu (9/1/2026) lalu.

Rasa beda itu, menurut keyakinan Eka, bermula dari jalur yang dipilih. Sumber Alam setia melintasi jalur selatan–via Banyumas, Kebumen, hingga Songgom. 

Jalur ini memang bukan rute ideal bagi mereka yang mengejar waktu. Pasalnya, banyak ruas jalan berlubang. Belum lagi proyek perbaikan jalan yang memaksa bus melambat.

“Tapi kita dapat pemandangan desa, yang berjalan pelan. Tapi justru di situlah letak kesenangannya,” ungkapnya. “Kadang ketemu sawah, sungai, pasar kecil. Kadang macet, kadang mulus. Tapi selalu ada yang bisa dilihat.”

Ia mengakui, jalur selatan bukan jalur ideal. Bahkan, kalau mau pakai kata yang frontal, “jalur jelek”. Namun, bagi Eka, perjalanan yang tidak terburu-buru memberi ruang bagi kenangan untuk muncul.

Baca halaman selanjutnya…

Penuh kenangan bersama ayah. Sekaligus mengingatkan pada dapur rumah.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2026 oleh

Tags: busbus sumber alamjalur selatannaik buspilihan redaksipo buspo sumber alamSumber Alam
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Cuaca ekstrem, memanen air hujan.MOJOK.CO

Memanen Air Hujan Seperti Orang Desa Dianggap Budaya Jorok dan Terbelakang, padahal Bisa Menjadi Penyelamat Saat Kekeringan 

17 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 MOJOK.CO

Memaknai “LAKU” dalam Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026: Sejauh Mana Bermanfaat dalam Ekosistem Sastra

19 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.