Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Perjuangan Mahasiswa Baru Kuliah di UNY sampai Harus “Tinggal” di Terminal Giwangan dan Nyaris Ditangkap Polisi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
29 Mei 2025
A A
Mahasiswa UNY luntang-lantung di Terminal Giwangan. MOJOK.CO

ilustrasi - mahasiswa baru UNY hidup susah. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Minimnya pengalaman saat merantau membuat Hendri Prayitno (26) sampai harus menginap selama tiga hari dua malam di Terminal Giwangan. Pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah itu sejak kecil sekolah di Pulau Bangka, hingga akhirnya diterima sebagai mahasiswa baru (maba) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Malam pertama maba UNY di Terminal Giwangan

Di tengah lalu lalang bus kota, Hendri terlelap di bangku tunggu Terminal Giwangan, Jogja. Udara dingin yang menyergap tubuhnya, tak mempan mengalahkan kantuknya saat itu. Ia kelelahan setelah menghabiskan waktu sekitar 25 jam dari Pulau Bangka menuju Jakarta dengan menggunakan kapal.

Iklan

“Jadi, setelah menerima undangan dari kampus, aku harus melakukan verifikasi data di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai mahasiswa baru angkatan tahun 2017,” ucap pemuda asal Banyumas itu kepada Mojok, Rabu (28/5/2025).

Setibanya di Jakarta, Hendri memutuskan singgah sebentar di Banyumas untuk mengurus pembuatan KTP. Tanpa bisa merebahkan badan barang sejenak, Ia langsung melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta. Sampai akhirnya tiba di Terminal Giwangan, Jogja pada tengah malam.

“Di jam itu, aku nggak mungkin langsung ke kampus. Jarak Terminal Giwangan ke UNY pun masih jauh. Sedangkan aku belum punya tempat tinggal dan nggak ada kenalan sama sekali,” jelasnya.

Oleh karena itu, Hendri memutuskan bermalam di ruang tunggu Terminal Giwangan. Tak lama setelah larut dalam mimpi, tubuhnya baru menggeliat sekitar pukul 03.30 WIB, ketika seorang petugas terminal membangunkannya untuk sahur.

“Saya ingat betul karena bertepatan dengan bulan Ramadan. Saya pun menggunakan fasilitas toilet di sana untuk mandi sembari membawa semua barang-barang saya agar tidak hilang,” kata Hendri.

Hampir diboyong ke kantor polisi

Pagi harinya, Hendri bertandang ke UNY untuk survei, sembari mencari kos-kosan murah dengan berjalan kaki. Namun, tidak membuahkan hasil. Rata-rata, kata dia, kos di dekat UNY memang mahal.

Harga kos dekat UNY sekitar Rp1 juta ke atas untuk tiap bulan. Sedangkan, ia memang mencari kos murah dengan fasilitas yang tak muluk-muluk. Yang penting, bisa dipakai tidur.

Karena hari semakin gelap dan tak kunjung menemukan kosan, ia akhirnya kembali ke Terminal Giwangan. Lagi-lagi, ia menghabiskan malam keduanya di terminal hingga akhirnya mengikuti proses verifikasi data di UNY esok pagi.

“Pada malam kedua,  dua orang petugas polisi entah datang dari mana membangunkan saya yang sedang tidur. Mereka sempat ingin membawa saya ke kantor,  tapi saya menolak,” kata Hendri.

Saat polisi memaksa dirinya bangkit, Hendri buru-buru mengeluarkan kartu identitasnya, serta berkas-berkas yang menunjukkan bahwa dirinya adalah mahasiswa baru di UNY.

Untungnya, kedua polisi itu memahami dan tidak jadi mengusir. Mereka hanya mengingatkan Hendri agar tetap waspada menjaga diri, termasuk barang-barang yang ia bawa.

“Sebelum mereka pergi dari Terminal Giwangan, saya diminta hati-hati karena tempat itu rawan terjadi tindak kejahatan,” ujar Hendri.

“Malaikat penyelamat” di Terminal Giwangan

Di hari ketiga, Hendri akhirnya mengikuti proses verifikasi data di UNY dari pagi hingga sore. Setelah kegiatan selesai, ia singgah sejenak di Masjid Kampus UNY (Masmuja). Di sela-sela istirahatnya itu, ia berkenalan dengan Bryan, salah satu mahasiswa baru di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS).

Keduanya pun sempat berbincang dan bertukar kontak, sebelum akhirnya Hendri kembali ke terminal. Hari itu, lagi-lagi, Hendri memutuskan tidur di Terminal Giwangan. Namun, saat tengah malam, Hendri dikejutkan dengan dering teleponnya sendiri.

Rupanya itu telepon dari Bryan. Ia menanyakan posisi Hendri saat itu. Hendri pun menjawab apa adanya. Tak lama setelah menutup teleponnya, Bryan tiba-tiba datang di Terminal Giwangan dan mengajak Hendri bermalam di rumah keluarganya, bahkan ikut sahur bersama mereka.

Pagi harinya, saat matahari mulai memancarkan terang sinarnya, Hendri pun izin untuk pamit dan mencari kos-kosan dekat UNY. Belum cukup memberikan tumpangan tempat tinggal, ibu Bryan yang baik hati memberikan uang saku kepada Hendri.

Iklan

Bahkan, Bryan juga membantu Hendri mencari kos dengan harga bulanan yang terjangkau.

“Saat itu saya langsung merenung. Saya tidak tahu, kebaikan apa yang pernah saya lakukan sehingga Tuhan mengirimkan ‘malaikat’ dalam wujud manusia seperti Mas Bryan dan keluarganya. Saya sangat berterima kasih kepada mereka karena sudah menolong saya,” kata Hendri.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kisah “Mahasiswa Abadi” di UNY Nyaris Kena DO hingga Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos CPNS usai Wisuda atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 30 Mei 2025 oleh

Tags: Kos dekat UNYmahasiswa baruMerantau di Jogjaterminal giwanganUniversitas Negeri Yogyakartauny
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Mahasiswa baru (maba) rela jadi jongos abang-abangan kampus di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tidak pernah menyesalinya MOJOK.CO

Maba Rela Jadi Jongos Abang-abangan Kampus demi Relasi dan Diskusi Kiri Apa Salahnya? Tak Malu dan Tak Menyesalinya

13 Agustus 2026
Tinggal di kos dekat kampus niat cari kemudahan di awal menjadi mahasiswa baru (maba), malah jadi pemicu konflik sosial yang merepotkan diri sendiri MOJOK.CO

Kos Dekat Kampus Memang Beri Kemudahan, Tapi Jadi Pemicu Rangkaian Konflik Sosial yang Merepotkan Diri Sendiri

10 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi

30 Maret 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.