Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Jangan Buka Puasa di Blok M kalau Tidak Mau Lanjut Puasa tanpa Sempat Makan

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
16 Februari 2026
A A
Buka puasa di Blok M saat bulan Ramadan

Ilustrasi - Buka puasa di Blok M saat bulan Ramadan (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kalau belum tiba saatnya malaikat Israfil meniupkan sangkakala, Blok M tidak akan ada matinya. Mau di bulan Ramadan sekalipun, Blok M justru menjadi destinasi paling menarik untuk berbuka puasa. Namun, kalau masih mau hidup lebih lama, alangkah baiknya tidak mencobanya.

Blok M yang serbaada untuk buka puasa

Keunggulan Blok M yang membuatnya akan selalu berjaya adalah segala hal yang bisa dipastikan ada. Mulai dari makanan, minuman, sampai hiburan. 

Bagi sebagian orang, tidak mudah untuk menemukan lokasi buka puasa yang serbaada semacam ini. Pasalnya, setelah berbuka, tidak jarang ada agenda lain yang ingin dilakukan. 

Blok M memungkinkan untuk mewujudkan keinginan-keinginan itu dalam satu tempat.

Alya (24) yang merupakan pekerja kantoran di Jakarta bilang, Blok M punya segalanya. Mustahil tidak menemukan apa pun yang diinginkan di tempat yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini.

“Blok M banyak pilihan. Mau apa aja ada,” kata Alya kepada saya, Senin (16/2/2026).

Sebagai seorang pecinta makanan manis, Alya senang karena Blok M punya berbagai outlet makanan manis yang bisa memuaskan indera perasanya. Selain itu, ia juga bisa menjejali makanan berat di satu lokasi dengan harga yang terbilang murah.

“Asin, manis, mahal, murah, sampai omakase, semua ada,” tambahnya.

Alasan yang diutarakan Alya sesuai dengan faktor pertimbangan orang-orang dalam memilih tempat berbuka puasa. Sebuah survei yang dilakukan Populix pada 2024 mencatat 72 persen orang memilih tempat berbuka berdasarkan menu dan rasa, lalu 61 persennya menyebut mempertimbangkan harga.

Lokasi strategis, tapi antreannya sering bengis

Namun di luar pertimbangan ini, Alya bercerita pernah menghabiskan waktu sembilan jam menunggu untuk dapat makan di salah satu restoran Jepang yang viral di Blok M.

Awal Januari 2026 lalu, Alya memulai tahunnya dengan pergi ke Blok M bersama teman-teman. Saat itu, sedang ramai restoran Jepang yang membuat ia tergiur mencoba.

Seperti biasa, Alya sering pergi ke Blok M menjelang siang. Karena lokasi yang strategis dengan transportasi umum yang terintegrasi juga, Alya dapat bertemu dengan teman-temannya langsung di lokasi. 

Siang itu, teman Alya lebih dulu tiba pada pukul 10.30 WIB, tetapi lupa langsung mengambil antrean. Alhasil, mereka baru mengambil nomor pada pukul 12.00 tepat. Hasilnya juga, Alya mendapatkan nomor 137 dan harus menunggu 96 orang untuk makan terlebih dahulu.

“Jam 9 [malam] kita baru makan,” katanya.

Iklan

Pengalaman menunggu mulai dari pukul 12.00 sampai pukul 21.00 ini membuat Alya menilai lokasinya tidak strategis sebagai tempat bukber (buka bareng). Membayangkan harus mengantre lagi berjam-jam untuk makan dengan durasi yang dibatasi, bisa dibilang antrean yang ada justru kebalikan dari lokasinya yang strategis: bengis.

Terlebih, membayangkan hal ini terjadi di bulan Ramadan setelah melalui hari yang panjang tanpa makan dan minum, pasti melelahkan. Juga, mengambil nomor antrean sepulang bekerja pada pukul 17.00 WIB bisa jadi membuat agenda bukber baru terealisasi pada pukul 02.00 dini hari.

Kalau begitu, bukannya berbuka, makanan yang dihidangkan justru akan menjadi santap sahur.

Bukber memungkinkan kalau ingin kelaparan sampai puasa lagi

Belajar dari pengalaman, Alya tidak menyarankan untuk bukber di Blok M. Menurutnya, Blok M adalah lokasi paling strategis untuk bertemu teman atau bermain di akhir pekan, tetapi tidak untuk berbuka puasa.

Melihat tempat makan yang dipadati pada hari-hari biasa, Alya bisa menebak semua tempat akan penuh dan tidak menyisakan meja untuk berbuka.

“Semua tempat akan waiting list,” katanya seperti peramal.

Lulusan administrasi bisnis ini bukan sembarang bicara. Dilansir dari Antara, penjualan rumah makan dapat meningkat selama bulan Ramadan, khususnya pada malam hari saat berbuka.

Berkaca dari meningkatnya omzet rumah makan di Jakarta Selatan hingga 60 persen itu, kemungkinan rumah makan di Blok M yang lebih ramai dan banyak pengunjung akan melonjak drastis. Artinya, pengunjung juga akan semakin tidak terbendung.

Buka puasa di Blok M hanya untuk mereka yang beriman

Namun demikian, Alya tidak mengatakan buka puasa di Blok M adalah terlarang. Boleh-boleh saja kalau ingin bukber di sana, tapi ia tidak menyarankan untuk langsung pergi begitu saja atau menerapkan walk-in.

Setidaknya, bagi mereka yang ingin tetap kalcer dengan merencanakan berbuka di Blok M harus membuat rencana lengkap berisi makanan yang ingin disantap, tempat berbuka puasa yang ingin dituju, dan telah memastikan reservasi jauh-jauh hari.

“Kalau belum tahu mau makan apa, belum reservasi, itu nggak patut sama sekali,” katanya.

Mengingat dirinya sendiri pernah harus menunggu hari berganti dari siang ke malam, Alya bilang, datang tanpa rencana untuk bukber di bulan Ramadan ini bisa menjadi petaka.

Bukan tidak mungkin, dengan antrean yang panjang, mereka harus berkorban untuk melewatkan tarawih. Bahkan, santap sahur. Risiko paling ekstremnya adalah melewatkan berbuka untuk langsung berpuasa lagi.

“Risikonya bisa keburu sahur, ke-skip tarawih,” kata Alya.

Maka dari itu, sebagai seseorang yang berpengalaman dalam menjajaki Blok M, Alya sendiri mengatakan hanya orang-orang yakin dan beriman yang dapat melakukannya saat Ramadan. Jika harus menempatkan dirinya sendiri, Alya akan memilih tidak menembus kemacetan dari Senayan ke Blok M hanya untuk menemui dirinya terjebak dalam antrean panjang untuk buka puasa.

“[Buka di Blok M] bisa untuk orang-orang yang sangat yakin, yang mau effort nunggu dari siang atau sore,” katanya.

“Aku sih nggak,” kata dia menambahkan.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Blok M Nggak Aman, tapi Tetap Jadi Tujuan karena Lebih Takut Nggak Dianggap Keren ketimbang Jadi Korban Kejahatan dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 16 Februari 2026 oleh

Tags: Blok Mbuka puasabukberbukber di blok mbulan ramadhanpilihan redaksi
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Ngekos setelah menikah, ngekos di jogja, kesehatan mental.MOJOK.CO
Sehari-hari

Memilih Ngekos Setelah Menikah daripada Tinggal Bareng Ortu-Mertua, Finansial Memang Empot-empotan tapi Kesehatan Mental Aman

16 Februari 2026
Tukang parkir coffe shop di Jogja
Ragam

Nongkrong di Coffe Shop Jogja Malam Hari, Rela Pulang Pagi demi Hindari Tukang Parkir

16 Februari 2026
Klitih dan Normalisasi Kekerasan: Alarm Bahaya dari Jalanan Jogja MOJOK.CO
Tajuk

Klitih dan Normalisasi Kekerasan: Alarm Bahaya dari Jalanan Jogja

16 Februari 2026
Kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut diberi ucapan terima kasih. Dari pecel hingga penyetan MOJOK.CO
Kuliner

3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”: Simpel tapi Solutif, Jadi Alasan Orang Tak Mati Dulu

16 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Innova Reborn, Mobil Terbaik Toyota dan Zenix Tetap Menyedihkan MOJOK.CO

Innova Reborn Mobil Terbaik Sepanjang Masa, Toyota Saja Tidak Rela Menyuntik Mati dan Zenix Tetap Saja Menyedihkan

10 Februari 2026
Imlek 2026 di Candi Prambanan dan Candi Borobudur. MOJOK.CO

Tahun Kuda Api Imlek 2026: Mencari Hoki Lewat Kartu Tarot di Antara Kemegahan Prambanan dan Borobudur

15 Februari 2026
Malioboro, Jogja, aksi demo.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Luncurkan Program ‘Setu Sinau’ di Malioboro, Wisatawan Kini Bisa Belajar Budaya Sambil Jalan-Jalan

12 Februari 2026
Festival Dandangan Kudus tak sekadar denyut perekonomian. MOJOK.CO

Menemukan Hal Baru di Festival Dandangan Kudus 2026 setelah Ratusan Tahun, Tak Sekadar Kulineran dan Perayaan Sambut Ramadan

11 Februari 2026
Seni Merasa Bodoh sebagai WNI: Saat Coretax Gagal Mengenali Anak Istri Saya, Negara Malah Menyuruh Clear Cache MOJOK.CO

Seni Merasa Pintar sebagai WNI: Menaklukkan Coretax Cukup dengan Clear Cache dan Incognito Window

13 Februari 2026
Anak yang dicap gagal penuhi standar sukses justru paling tulus merawat orang tua. Anak yang sok sibuk dan dibilang sukses malah jadi yang paling berisik soal warisan MOJOK.CO

Anak yang Dicap Gagal Justru Paling Tulus dan Telaten Rawat Ortu, Anak yang Katanya Sukses cuma Berisik Rebutan Warisan

13 Februari 2026

Video Terbaru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.