Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Blok M Nggak Aman, tapi Tetap Jadi Tujuan karena Lebih Takut Nggak Dianggap Keren ketimbang Jadi Korban Kejahatan

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
12 Februari 2026
A A
Meskipun nggak aman, Blok M, Jakarta Selatan, tetapi jadi destinasi nongkrong

Ilustrasi - Meskipun nggak aman, Blok M, Jakarta Selatan, tetapi jadi destinasi nongkrong (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Blok M hampir tidak pernah ada matinya. Keramaian pengunjung tempat yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini dilihat sebagai peluang oleh pelaku kejahatan, seperti pencurian. Namun, bagi pengunjung setianya, copet sekalipun tidak akan menjadi penghalang untuk nongkrong keren.

***

Minggu (8/2/2026) lalu, aksi pencopetan di Blok M viral di media sosial. Dalam rekaman CCTV, pelaku memanfaatkan kelengahan korban yang sedang selfie untuk mengambil telepon genggam yang terletak di atas meja. 

Kejadian ini bukan pertama kali. pada awal tahun 2026, tepatnya 4 Januari lalu, seorang pengguna TikTok @zahrptri membagikan pengalamannya kemalingan dua ponsel sekaligus pada 28 Desember 2025.

Ramainya Blok M justru memberi kesempatan oknum kejahatan

@zahrptrihuhu terimakasih banyak buat yg sudah membantu, terutama buat ibu2 yg udah bantuin dan nayadarin aku, pak satpam dan pihak blok m yang sudah koperatif dan pak polisi mungkin bisa lebih sat set kali ya ehehhe. buat maling nya, siksa kubur dan neraka menanti mu♬ original sound – zahra

Sekitar jam setengah 5 sore, Zahra mengatakan, dirinya sedang berjalan di Blok M. Jika kamu pernah mengunjungi tempat ini, waktu tersebut sebetulnya merupakan peak hour berkat pekerja yang baru pulang dari kantor langsung membanjiri lokasi ini.

Namun, bukan berarti Zahra aman. Ia yang berjalan sendiri saat itu, diikuti dan ditegur oleh pencopetnya, Ia sempat menoleh, mempercepat jalannya, tetapi tidak sadar kalau lengah dan telah kehilangan dua ponselnya.

“Dia [pencopet] ngikutin aku dari belakang dan aku tuh jalan sendirian. Di tengah-tengah itu, aku sempet nengok ke belakang kayak gini, dan aku tuh jalan cepet banget, tapi aku gak ngeh kalau dia tuh bakalan kemalingan hp aku,” katanya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by INFO JAKARTA | JAKARTA.VIRAL (@jakarta.viral)

2x kemalingan, bukan berarti harus berhenti datang

Apabila mengetahui kejadian pencopetan akan berakibat pada sebagian orang untuk lebih menahan diri. Bila (26) mengatakan, ia tidak terpengaruh sama sekali. Ia akan tetap berkunjung seperti biasanya.

Alasannya, perempuan yang bekerja di wilayah Jakarta Selatan ini mengatakan, fenomena pencopetan bukan sesuatu yang baru. Hal-hal seperti ini, ujarnya, sudah sering terjadi di berbagai tempat. Jadi, dirinya merasa biasa saja.

Iklan

“Nggak [akan berpengaruh] sih. Pasar Loak yang terkenal banyak copet aja, tetep rame,” katanya kepada Mojok, Kamis (12/2/2026).

Pengunjung lain, Renanda (24), juga mengatakan, akan tetap setia. Sebab, dia menilai tidak ada tempat lain se-komplet Blok M yang diketahuinya sejauh ini.

“Copet bangsat, tapi masih [akan tetap pergi] karena banyak pilihan di Blok M,” kata Renanda.

Blok M itu serbaada, bisa buat hedon sesukanya

Laki-laki yang bekerja di bilangan Jakarta Pusat itu menyebut Blok M punya beragam penawaran menarik. Mulai dari toko buku, makanan, dan akses transportasi umum yang memadai. Ini hampir belum ditemukan Renanda di tempat lainnya.

Meski sering harus mengantre, Renanda bilang masih bisa mengakalinya dengan memilih makanan yang tidak banyak antrean. Menurutnya, makanan yang tidak terlalu diminati pun terasa enak.

Selain makanan, harga yang dipatok terbilang pas di kantongnya. Dibandingkan dengan tempat lain yang menjual serupa atau mal, Renanda mengatakan merasa nyaman menghabiskan uangnya di Blok M, khususnya pada akhir pekan. 

“Kalau weekend mau hedon, top of mind-nya Blok M,” katanya.

Dengan menghabiskan uang di tempat yang dirasanya sesuai ini, Renanda mengaku, dapat lebih mengikuti gaya hidup yang berkembang. Khususnya, sebab, destinasi di Jakarta Selatan ini telah disebut sebagai pusat peradaban—mengikuti perkembangannya adalah cara supaya tetap keren.

“Buat hedon yang mau beli banyak, bujetnya ya masuk di Blok M,” kata Renanda.

Siasat tetap keren dan bisa ke Blok M, meskipun ada maling

“Kalau copet, aku jarang buka HP di depan orang. Kecuali, lagi nunggu atau fokus ke HP. Sisanya, HP disimpan di tas, tetap curiga ke semua orang,” kata Renanda menyebut siasatnya untuk tetap merasa aman. 

Lain dengan Renanda, Bila bilang, maling bukan penghalang. Bahkan, karena ia sering mengunjungi Blok M sepulang kerja, Bila mengaku bisa mengandalkan laptop kantornya yang berbobot 3 kg untuk menggebuki copet-copet yang berkeliaran.

Menurut Bila, kecopetan adalah kesialan dan keteledoran. Dua faktor ini, ujarnya, salah satunya memang dimilikinya—teledor–tapi bukan berarti jadwal rutin ke Blok M boleh kendor.

“Copet itu kesialan aja, dan keteledoran,” ujarnya.

“Aku teledor, banget,” tambah Bila mengaku.

Karena itu, Bila membuat rencana untuk akan selalu melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah singgah di suatu tempat di Blok M. Katanya, ia akan mengecek segala perlengkapan dan pekerjaan barangkali ada yang tertinggal.

“Sebelum dan sesudah kegiatan kita cek segala perlengkapan dan pekerjaan,” ujarnya.

“Kalau ada teman yang mengingatkan. Kalau nggak, kita mah cabs langsung,” lagi dia menambahkan.

Nyatanya, memang tidak ada yang dilihat sebagai penghalang untuk dapat mengunjungi Blok M yang hampir-hampir sudah bisa berdikari sebagai sebuah negara. Sebagai negara pula, komposisinya sudah mau lengkap: ada penghuni, ada oknum kejahatan yang tiap melihat peluang akan coba menghampiri. 

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2026 oleh

Tags: Blok Mblok m jakselcopetgaya hidupkalcerkuliner blok mmalingpekerja jakartapilihan redaksipreman blok m
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Ribetnya punya mobil di desa. Bisa menjadi musuh masyarakat perkara parkir. Rawan jadi korban iseng bocil-bocil nakal MOJOK.CO
Catatan

Repotnya Punya Mobil di Desa: Bisa Jadi “Musuh Masyarakat” Perkara Parkir dan Garasi, Masih Rawan Jadi Korban Kenakalan Bocil-bocil

15 April 2026
kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO
Edumojok

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO
Sehari-hari

Pasang WiFi di Rumah Desa Boncos: Password Dipalak-Dicolong Tetangga, Masih Dicap Egois kalau Mati Disuruh Gali Kubur Sendiri

14 April 2026
Orang Jakarta pilih bayar iPhone dengan cicilan
Urban

Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin

14 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gagal daftar CPNS usai lulus Unair, pilih slow living di Bali. MOJOK.CO

Gagal CPNS karena Dipaksa Orang Tua usai Lulus dari Unair, Pilih “Melarikan Diri” ke Bali daripada Overthinking dan Hidup Bahagia

13 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Arif Prasetyo, alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta penerima LPDP. MOJOK.CO

Kerap Didiskriminasi Sejak Kecil karena Fisik, Buktikan Bisa Kuliah S2 di UIN Sunan Kalijaga dengan LPDP hingga Jadi Sutradara

13 April 2026
Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026
Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026
Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan MOJOK.CO

Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan 

13 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.