Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Pengalaman Anak Kos Menghadapi Kondisi Darurat, dari Keracunan sampai Motor Hilang

Viola Nada Hafilda oleh Viola Nada Hafilda
8 Agustus 2023
A A
Cara Anak Kos Bertahan Hidup dalam Kondisi Darurat, dari Keracunan sampai Tipes

Cara Anak Kos Bertahan Hidup dalam Kondisi Darurat, dari Keracunan sampai Tipes. (Ega Fansuri/Mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebagai anak kos, pasti pernah menghadapi kondisi darurat. Entah itu sakit, uang habis, bahkan barang hilang diambil maling. Bagaimana cara mereka menghadapinya?

***

Pengalaman unik pernah Nisa rasakan saat menjadi anak kos di Bandung. Saat itu ia kuliah di salah satu universitas di Bandung. Penghuni kos-kosan yang ia tempati saat itu terbilang individualis dan tak tertarik untuk akrab satu sama lain. Saat itu, tahun 2017, Nisa sedang duduk santai di kamar kosnya. 

Namun, ia mendengar suara heboh dan berisik dari kamar sebelahnya. “Aaaaa! Ada kecoa!” teriak tetangga kosnya.

Sesaat setelah teriakan itu, Nisa mendengar suara cairan pengusir serangga yang disemprotkan dengan membabi buta. “Srooottt, gitu bunyinya saking banyaknya yang disemprot,” terangnya. 

Apes! Aroma menyengat dari cairan penyemprot itu menelusup sampai ke kamar Nisa. Sesak. Seketika Nisa sulit bernapas sebab efek dari cairan tersebut malah lebih banyak masuk ke kamarnya daripada tetangga kos tersebut. Kondisi semakin parah, sebab ia memiliki asma.

Di tengah usahanya untuk tetap bernapas, Nisa mencoba berpikir sekuat tenaga. Bila tidak, ia bisa meregang nyawa. Sembari merasakan sesak, Nisa menghubungi teman dan orang tuanya melalui telepon untuk mengabari singkat bahwa asmanya kambuh akibat semprotan pengusir serangga. 

Di sisa-sisa kesadarannya, Nisa menyadari bahwa tetangga kosnya itu mendengar percakapan Nisa dengan orang tuanya. Di luar prediksi, tetangga kos selaku biang penyemprotan itu malah bergegas menutup pintu kamar seakan tak mau tahu apa yang terjadi akibat tindakannya tersebut.

Setelah temannya datang, akhirnya Nisa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat. Di sana, ia mendapatkan pasokan oksigen sampai satu jam lebih. Untunglah nyawanya masih tertolong. 

Sepulangnya dari rumah sakit, Nisa tak melihat tetangga kosnya berlaku sungkan atau merasa bersalah. “Sampai saat ini, aku nggak pernah dengar permintaan maaf dari mereka,” ujar Nisa.

Tidak ingin membuat repot siapa pun

Bergeser dari Nisa, pengalaman tak jauh beda juga Tiur alami saat menjadi anak kos. Sebagai mahasiswa perantauan di Yogyakarta, Tiur sedang aktif-aktifnya mengikuti berbagai organisasi di kampusnya. Selain itu, ia juga mengikuti lomba dan tetap harus mempertahankan IPK-nya. 

Tahun 2021 adalah masa di mana segala tanggung jawabnya itu harus selesai dalam satu waktu. “Makanku nggak teratur sampai akhirnya aku demam tinggi dan didiagnosis tipes!” ujar Tiur.

Meski seharusnya rawat inap di rumah sakit, Tiur tidak mau memilih opsi itu. Ia tak ingin merepotkan siapapun, bahkan ia tidak mengabari teman-temannya. Di tengah tipes yang ia derita, Tiur masih terus-terusan kepikiran tanggung jawabnya di organisasi. 

Bukan hanya itu, ia juga menyempatkan diri untuk tatap muka daring dengan tim lomba yang diikutinya. Sembari menahan sakit, ia masih mengerjakan proposal lomba serta memastikan semua hal di organisasi berjalan lancar.

Iklan
Anak kos menghadapi kondisi darurat.
Jadi anak kos sangat mungkin menghadapi kondisi darurat jauh dari keluarga. (Mojok.co)

Cara Tiur bertahan sendirian tanpa bantuan siapapun adalah mengandalkan obat dan sabar. Untuk makan pun ia terpaksa memasak sendiri meskipun hanya nasi telur. “Makan seadanya banget, yang penting keisi dan aku bisa minum obat,” terang Tiur. 

Selama lima hari penuh, Tiur tidak keluar kos sama sekali. Selain obat dan sabar, kunci kesembuhannya adalah air putih hangat dan keyakinan. “Aku cuma ngeyakinin diri bahwa aku akan sembuh,” katanya. Yahh, yang penting yakin!

Diselamatkan transportasi online saat tipes

Selain Tiur, ada juga Rauf yang berjuang melawan tipes saat sendirian di kos. Kala itu adalah pekan pertama kuliah diliburkan karena COVID-19 tahun 2020. Di tengah kuliah daring, Rauf merasa meriang, mual, dan demam. Meski lemas, Rauf berusaha sembuh dengan memaksa diri sendiri untuk tetap makan dan minum obat.

Namun, lama-lama ia semakin lemas dan merasa harus melakukan sesuatu. “Sembari mual, aku mikir apa yang harus aku lakukan? Kalau gini terus, aku nggak bisa produktif dan yang rugi adalah aku sendiri,” ujar Rauf.

Sebagai anak kos, Rauf memiliki dua pertimbangan, menelpon teman atau langsung ke rumah sakit menggunakan jasa transportasi online. Pilihannya jatuh pada opsi kedua.

Menurut Rauf, menghubungi teman membutuhkan waktu lebih lama karena mereka akan siap-siap lebih dahulu dan melakukan perjalanan cukup jauh ke kos Rauf.

Saat memesan jasa transportasi online, Rauf sudah berkata pada pengemudi bahwa ia sedang sakit dan butuh bantuan. “Lutut kaki aku lemas banget dan nggak bisa berdiri lama, nanti tumbang,” ujarnya.

Alhasil, ia meminta tolong pengemudi tersebut untuk menuntunnya dari kamar kos-kosan sampai ruang Unit Gawat Darurat. Menurutnya, dalam situasi genting seperti tipes, hal terpenting yang harus ia lakukan adalah mengamankan diri terlebih dahulu dengan memastikan penyakit itu tertangani dengan baik.

Jadi anak kos di Jakarta, malah kemalingan motor

Nisa dengan pengalaman keracunan, Tiur dan Rauf dengan pengalaman tipes, dan kali ini ada Savira dengan nasibnya yang kemalingan motor. Desember 2022 adalah kali pertama Savira merantau ke Jakarta. Karena tak terbiasa memakai transportasi publik, ia memutuskan mengirim motornya dari Yogyakarta menuju Jakarta.

Sudah seminggu Savira menggunakan motornya di ibu kota. Pada suatu hari yang normal dan biasa-biasa saja, Savira bangun pagi untuk bersiap menuju ke kantor. Namun, ia merasa aneh karena melihat motor yang terparkir di garasi kos hanya ada dua, padahal biasanya tiga.

Sial! Ternyata motornya lah yang tidak ada. Savira mencoba mencari di sudut lain kos-kosannya. Nihil, wujud motor itu tetap tak ditemukan.

Di tengah kepanikan, tiba-tiba salah satu teman kos Savira memberinya pizza. “Buat kamu aja, yang penting kamu makan dulu biar nanti bisa ngurus-ngurusin semua itu,” ujar teman tersebut. Setelahnya, Savira pun mengurus kehilangan itu ke kantor polisi bersama teman kosnya yang lain. “Sampai detik ini, tidak ada kabar dari kepolisian. Padahal, aku udah serahkan rekaman CCTV milik tetangga kosku,” keluhnya.

Sepanjang bercerita pada Reporter Mojok pada Jumat (4/8/2023), Savira selalu antusias menyebutkan nama teman-temannya satu persatu. Berkali-kali ia menekankan, semua itu bisa ia lalui berkat bantuan teman-teman barunya di Jakarta.

Selain itu, keluarga di Yogyakarta pun tak henti mendukung perjuangan Savira sebagai anak kos, meski dari jauh. Lebih lanjut, Savira pun tidak menyangka ia bisa bertahan dengan kerasnya ibu kota. “Kuncinya sih perbanyak teman. Aku dipertemukan dengan orang-orang baik yang membuatku menemukan rumah di sini,” pungkas Savira.

BACA JUGA Curhat Pemilik Kos di Jogja: Mahasiswa Bergaya Elite, tapi Bayar Kos Sulit

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

 

Terakhir diperbarui pada 8 Agustus 2023 oleh

Tags: anak kosdarurat
Viola Nada Hafilda

Viola Nada Hafilda

Magang Mojok

Artikel Terkait

Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO
Catatan

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO
Sehari-hari

Dapur Bersama Memang Membantu Anak Kos, Tapi Sering Menimbulkan Konflik kalau Ada Penghuni Jorok dan Suka Nyolong

12 Mei 2026
Pasang WiFi IndiHome di kos. MOJOK.CO
Sehari-hari

Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri

22 April 2026
Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon” MOJOK.CO
Catatan

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

2 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Evakuasi anjing terbuang dari tangan para jagal di Jogja MOJOK.CO

Evakuasi Anjing Terbuang dari Operasi Senyap Para Jagal di Jogja, Kebal Intimidasi dan Caci Maki

10 Juni 2026
Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus "Menyangkal", Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan.MOJOK.CO

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus “Menyangkal”, Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan

10 Juni 2026
Jawa Tengah dan Bappenas bersinergi dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Pantura dan Pansela MOJOK.CO

Pembangunan Infrastruktur Pantura dan Pansela Jadi Prioritas karena Jateng Punya Banyak Potensi Ekonomi

9 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.