Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Rumah Makan Ancoan Cilacap, Pemilik dan Karyawan Pernah Konsumsi Sendiri 2 Ton Sidat Unagi dan Belut, karena Tak Ada yang Beli

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
14 April 2024
A A
Rumah Makan Ancoan Cilacap, Pemilik dan Karyawan Pernah Habiskan 2 Ton Sidat Unagi dan Belut Sendiri karena Tak Ada yang Beli MOJOK.CO

Ilustrasi Rumah Makan Ancoan Cilacap, Pemilik dan Karyawan Pernah Habiskan 2 Ton Sidat Unagi dan Belut Sendiri karena Tak Ada yang Beli. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rumah makan ini lokasinya jauh dari pusat kota di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Namun, menu sajiannya istimewa, ikan sidat atau unagi dan pepes belut yang selama ini lebih banyak diekspor ke Jepang. 

***

Iklan

Saya langsung memesan empat menu sekaligus di Rumah Makan Ancoan. Ada pepes sidat, pepes belut, sayur belut, dan sidat goreng. Saya ‘ngamuk’ karena menu-menu yang rumah makan ini tawarkan merupakan kesukaan saya. 

Ada rasa balas dendam karena bertahun-tahun melewati jalan ini setiap pulang kampung, tapi nggak tahu keberadaan warung ini yang terletak persis di tepi di Jalan Raya Kawunganten, Cilacap, Jawa Tengah. 

Rumah makan dengan menu unagi dan pepes belut di Kawunganten Cilacap

Awal tahu warung ini juga tidak sengaja. Saat akan kembali ke Jogja dari arah Sidareja, sebuah plang bertuliskan “RM. Ancoan olahan belut-sidat” berwarna hitam di papan berwarna putih membuat saya menghentikan motor yang terlanjur melaju melewatinya. 

Rumah Makan Ancoan, sekilas tak mencolok di Jalan Raya Kawunganten, Cilacap MOJOK.CO
Rumah Makan Ancoan, sekilas tak mencolok di Jalan Raya Kawunganten, Cilacap. (Agung Purwandono/Mojok.co)

Saya memutar balik dan berhenti di depannya. Ada tulisan “Buka” yang membuat saya melangkah ke dalam warung. Bagi saya, sidat dan belut adalah makanan wajib ketika pulang kampung. Ibu saya pasti akan berusaha mencarinya, apakah meminta ayah saya memancing atau membeli ke tetangga yang memang kadang mencari.

Bahkan kalau orang tua datang ke Jogja, minimal belut lombok ijo atau sambal belut selalu jadi oleh-oleh. Maka menjadi hal yang saya sesalkan sampai tidak tahu keberadaan warung ini.  Rasa heran dan penasaran membuat kalimat yang keluar pertama dari mulut saya bukan menanyakan menu, tapi kapan warung tersebut buka.

“Sudah dari 2010, Mas,” kata salah seorang pelayan. 

Bajiguuur!! Ternyata sudah empat belas tahun, dan saya melewatkan warung ini begitu saja. Sangat mungkin saya tidak mengetahui keberadaan warung ini karena setiap pulang kampung menggunakan motor saya memilih waktu sore hari dari Jogja. Sehingga sampai di lokasi ini kalau nggak tengah malam ya sudah melewati jam tutup. 

Menu spesial pepes unagi dan sayur belut tanpa duri

Jalan Raya Kawunganten ini meski nggak terlalu ramai statusnya jalan nasional yang menghubungkan Cilacap di Jawa Tengah dengan kabupaten dan kota di Jawa Barat seperti Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis. Dari pusat kota Cilacap, warung ini juga terbilang jauh, sekitar 35-40 kilometer. 

Priyanto, pemilik Rumah Makan Ancoan. Menu andalan di sini adalah sayur belut tanpa duri dan pepes sidat, (Agung P/Mojok.co)

Meski tampak kecil warung ini punya ruangan yang cukup luas di bagian dalam. Selain sidat dan belut, menu yang mereka siapkan untuk pengunjung ada pepes ikan gabus, pepes ikan sungai, belut goreng, ayam goreng, dan pepes ayam.

Setiap menu yang disajikan akan disertai dengan sayur oseng genjer atau gendot serta lalapan timun, rebusan daun ketela dan sambal.

Sebelum makan saya sempat melihat foto pemilik bersama Ganjar Pranowo saat masih menjadi Gubernur Jateng. Begitu juga dengan foto-foto bupati dan pejabat pemerintahan yang makan di RM Ancoan di Kabupaten Cilacap tampak terpasang di dinding warung. 

“Dulu itu Pak Pak Jokowi kunjungan ke Cilacap sudah ada rencana akan makan di sini, tapi nggak jadi karena padatnya jadwal,” kata Priyatno (50) pemilik RM Ancoan, Jumat (12/4/2024). 

Priyatno sebelumnya meminta maaf karena sayur belut yang ia sajikan untuk saya masih ada durinya. “Yang istimewa dari sayur belut itu sebenarnya nggak ada durinya, cuma karena masih sibuk suasana Lebaran, belum sempat ngilangin durinya,” kata Priyatno. Sayur belut yang ia maksud adalah sayur belut lombok ijo. Belutnya sengaja dibakar diasap sehingga aroma belut asap sangat kuat ketika saya makan. 

Baca halaman selanjutnya

Asal mula nama Rumah Makan Ancoan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 April 2024 oleh

Tags: belutcilacapikan sidatkawungantenpepes belutsidah olahansidatunagi
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis dengan pengalaman lebih dari dua dekade yang menekuni penulisan feature dan jurnalisme naratif. Punya ketertarikan pada kisah-kisah manusia yang jarang mendapat sorotan.

Artikel Terkait

Pelaku Budidaya Belut Membeberkan 3 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Mojok.co

Pelaku Budidaya Belut Membeberkan 3 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula

15 Oktober 2025
Warga Desa Nusajati, Cilacap, mengais padi sisa panen raya MOJOK.CO

Mengais yang Tersisa di Desa Nusajati Cilacap, Sebab “Sisa” Tak Kalah Berharga

28 Juli 2025
Purwokerto .MOJOK.CO

Sisi Gelap Purwokerto: Sisi yang Tidak Terlihat karena Romantisasi Berlebihan dan Menutupi Kenyataan yang Ada

18 Maret 2025
Mas Tatang dari Majenang: Tinggalkan Jakarta Meski Punya Gaji Tetap, Pilih Buka Usaha Jahit Keliling di Jogja yang Pendapatannya Tak Menentu MOJOK.CO

Mas Tatang dari Majenang: Tinggalkan Jakarta Meski Punya Gaji Tetap, Pilih Buka Usaha Jahit Keliling di Jogja yang Pendapatannya Tak Menentu

5 Maret 2024
Rahasia Sukses Budidaya Belut Kang Wardi, dari Satu Kolam Kini Punya 200 Kolam di Cangkringan MOJOK.CO

Rahasia Sukses Budidaya Belut Kang Wardi, dari Satu Kolam Kini Punya 200 Kolam di Cangkringan

18 Januari 2024
Nikmatnya Sambal Belut Kang Shobirin Bantul, Ada Menu Rahasia untuk Para Lelaki MOJOK.CO

Nikmatnya Sambal Belut Kang Shobirin Bantul, Ada Menu Rahasia untuk Para Lelaki

27 Desember 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
TPU Farm: Ketika Kematian Menumbuhkan Kehidupan MOJOK.CO

TPU Farm: Ketika Cabai Tumbuh di Area Makam

17 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Pesan veteran Indonesia di momen kemerdekaan. MOJOK.CO

Dari Veteran Indonesia ke Generasi Muda yang Pesimis Rayakan Kemerdekaan: Bacalah Buku Sejarah!

19 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.