Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Bidikan

Mengais yang Tersisa di Desa Nusajati Cilacap, Sebab “Sisa” Tak Kalah Berharga

Melvinda Eliana oleh Melvinda Eliana
28 Juli 2025
A A
Warga Desa Nusajati, Cilacap, mengais padi sisa panen raya MOJOK.CO

Warga Desa Nusajati, Cilacap, mengais padi sisa panen raya. (Melvinda Eliana/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Membidik Cerita: Catatan kala tinggal di Desa Nusajati, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap pada 2024 silam. Melihat bagaimana “sisa-sisa” menjadi sesuatu berharga bagi warga.

***

Iklan

Desa Nusajati merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap. Berdasarkan Perda Bupati Cilacap Nomor 4 Tahun 2024, desa ini tercatat dalam daftar daerah penghapusan kemiskinan esktrem.

Karung berisi padi sisa panen di sawah bekas MOJOK.CO
Karung berisi padi sisa panen di sawah bekas. (Melvinda Eliana/Mojok.co)

Beberapa petani Dusun Gombol, Desa Nusajati, Cilacap kerap memanen padi yang telah dipanen raya sebelumnya. Mereka memanfaatkan waktu menjelang matahari tenggelam untuk mencari sisa-sisa padi.

Warga Desa Nusajati, Cilacap, mengais padi sisa panen raya MOJOK.CO
Warga Desa Nusajati, Cilacap, mengais padi sisa panen raya. (Melvinda Eliana/Mojok.co)

Meski, bulir-bulir itu sudah langka (karena sawah sudah dibakar setelah dipanen), tapi sawah tetap menjadi janji yang paling bisa diharapkan. Itulah yang membuat Bu Waginem (65), seorang petani, yang ikut memanen sisa-sisa padi di sawah yang sudah dipanen sekaligus dibakar.

“Mengais sisa” tidak hanya dilakukan di sawah bekas panen raya. Tapi juga dalam beberapa ruang lain.

Misalnya, Desa Nusajati memiliki kearifan lokal seperti sedekah bumi yang, dalam gelarannya, biasanya dibarengi gunungan berisi beragam makanan. Warga selalu antusias tiap menyambut gelaran tersebut.

Warga Desa Nusajati, Cilacap berebut gunungan dalam sebuah acara sedekah bumi MOJOK.CO
Warga Desa Nusajati, Cilacap berebut gunungan dalam sebuah acara sedekah bumi. (Melvinda Eliana/Mojok.co)

Saking antusiasnya, gunungan bambu berisi makanan (buah, sayur, hingga jajanan tradisional) itu bisa langsung ludes diserbu warga.

Beberapa warga berhasil mendapatkan isian gunungan. Tapi beberapa yang lain memilih mengais sisa-sisa (misalnya sisa sayur) yang berjatuhan di tanah. Sepanjang masih bisa diolah, mengaisnya tentu tak jadi masalah.

Warga mengais sisa sayur dari gunungan MOJOK.CO
Warga mengais sisa sayur dari gunungan. (Melvinda Eliana/Mojok.co)

Membidik Cerita ini merupakan foto jurnalistik yang diproduksi oleh mahasiswa program Sekolah Vokasi Mojok periode Juli-September 2025. 

Fotografer: Melvinda Eliana
Kurator: Aisyah Amira Wakang
Redaktur: Muchamad Aly Reza

LIHAT JUGA: Hari-hari Sepi Para Pemilik Kios Buku Bekas di Jalan Kahar Muzakir Yogyakarta atau konten Membidik Cerita (foto jurnalistik) Mojok lainnya di rubrik Bidikan 

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2025 oleh

Tags: cilacapdesa nusajati cilacap
Melvinda Eliana

Melvinda Eliana

Artikel Terkait

Purwokerto .MOJOK.CO
Esai

Sisi Gelap Purwokerto: Sisi yang Tidak Terlihat karena Romantisasi Berlebihan dan Menutupi Kenyataan yang Ada

18 Maret 2025
Rumah Makan Ancoan Cilacap, Pemilik dan Karyawan Pernah Habiskan 2 Ton Sidat Unagi dan Belut Sendiri karena Tak Ada yang Beli MOJOK.CO
Kuliner

Rumah Makan Ancoan Cilacap, Pemilik dan Karyawan Pernah Konsumsi Sendiri 2 Ton Sidat Unagi dan Belut, karena Tak Ada yang Beli

14 April 2024
Mas Tatang dari Majenang: Tinggalkan Jakarta Meski Punya Gaji Tetap, Pilih Buka Usaha Jahit Keliling di Jogja yang Pendapatannya Tak Menentu MOJOK.CO
Sosok

Mas Tatang dari Majenang: Tinggalkan Jakarta Meski Punya Gaji Tetap, Pilih Buka Usaha Jahit Keliling di Jogja yang Pendapatannya Tak Menentu

5 Maret 2024
Benteng Pendem: Saksi Bisu Betapa Sentralnya Cilacap Bagi Pertahanan Bangsa MOJOK.CO
Kilas

Benteng Pendem: Saksi Bisu Betapa Sentralnya Cilacap Bagi Pertahanan Bangsa

19 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pertama kali beli mesin cuci di rumah desa, kena julid tetangga MOJOK.CO

Pertama Kali Beli Mesin Cuci di Rumah Desa: Terharu Ringankan Beban Ibu hingga Dianggap Buang Duit oleh Tetangga Julid

10 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.