Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Bidikan

Hari-hari Sepi Para Pemilik Kios Buku Bekas di Jalan Kahar Muzakir Yogyakarta

Khatibul Azizy Alfairuz oleh Khatibul Azizy Alfairuz
25 Juli 2025
A A
Para pemilik kios buku bekas di Jalan Kahar Muzakir Yogyakarta yang tabah menanti pembeli MOJOK.CO

Para pemilik kios buku bekas di Jalan Kahar Muzakir Yogyakarta yang tabah menanti pembeli. (Khatibul Azizy Alfairuz/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Membidik Cerita: Memotret geliat kios-kios buku lawas di Jalan Kahar Muzakir, Yogyakarta.

***

Jalan Kahar Muzakir, Yogyakarta, dikenal sebagai tempat mahasiswa mencari buku-buku kuliah murah, novel lama, atau sekadar duduk minum kopi di pinggir trotoar.

Toko Fajar, salah satu kios buku di Jalan Kahar Muzakir, Yogyakarta MOJOK.CO
Toko Fajar, salah satu kios buku di Jalan Kahar Muzakir, Yogyakarta. (Khatibul Azizy Alfairuz/Mojok.co)

Rabu (23/07/2025) sore WIB, saya mencoba mendatangi beberapa kios buku di sana. Jalan ini tidak pernah benar-benar ramai, tapi tidak juga teramat sepi. Kios buku di Jalan Kahar Muzakir, Yogyakarta, tak jarang didatangi anak-anak muda, baik dari kalangan mahasiswa maupun siswa yang sekadar mencari buku sekolah. Apalagi ada dua sekolah (SMP Negeri 8 Yogyakarta dan SMA Negeri 6 Yogyakarta) yang berjarak tidak jauh dari sana.

Salah satu kios buku di Jalan Kahar Muzakir Yogyakarta MOJOK.CO
Salah satu kios buku di Jalan Kahar Muzakir Yogyakarta. (Khatibul Azizy Alfairuz/Mojok.co)

Sebagian penjual di Jalan Kahar Muzakir, Yogyakarta, masih aktif menawarkan buku kepada siapa pun yang melirik buku yang dijual di kios mereka. Mereka sadar betul, tidak semua orang yang melintas tak tertarik membeli. Karena begitulah yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan: Peminat buku fisik makin berkurang.

Transaksi di salah satu kios buku MOJOK.CO
Transaksi di salah satu kios buku. (Khatibul Azizy Alfairuz/Mojok.co)

Menjelang malam, suasana berubah. Meskipun kios buku masih buka, mereka mulai berdampingan dengan meja-meja kopi yang muncul di pinggir jalan. Baik anak muda maupun paruh baya duduk mengobrol.

Suasana malam di Jalan Kahar Muzakir, Yogyakarta MOJOK.CO
Suasana malam di Jalan Kahar Muzakir, Yogyakarta. (Khatibul Azizy Alfairuz/Mojok.co)

Saya sempat berbincang dengan seorang penjual kopi di sana. Katanya, malam hari memang sepi dari pembeli buku. Kebanyakan orang lebih memilih datang hanya untuk meminum kopi. Di waktu-waktu seperti itu, penjual buku tetap berjaga, sesekali mengelap sampul-sampul dengan sulak kecil.

Penjual buku tampak memilah-milah bukunya MOJOK.CO
Penjual buku tampak memilah-milah bukunya. (Khatibul Azizy Alfairuz/Mojok.co)

Saya lalu tertuju pada seorang pria berusia senja yang duduk tenang sambil menyesap sebatang rokok. Namanya Bintoro (65), ia bercerita bahwa dirinya sudah berjualan buku sejak tahun 1994. Sebelum itu, ia sempat bekerja di bidang geologi, tapi memilih berhenti ketika diminta pindah ke tambang nikel di sebuah pulau di Indonesia Timur.

“Saya udah jenuh,” katanya pelan. “Lagipula itu udah bukan eksplorasi, tapi eksploitasi,” katanya lagi. Ia memilih berjualan buku bukan karena rencana besar, tapi karena kebetulan adiknya lebih dulu kerja di bidang itu.

Bintoro (65), salah satu penjual buku MOJOK.CO
Bintoro (65), salah satu penjual buku. (Khatibul Azizy Alfairuz/Mojok.co)

Membidik Cerita ini merupakan foto jurnalistik yang diproduksi oleh mahasiswa program Sekolah Vokasi Mojok periode Juli-September 2025.

Fotografer: Khatibul Azizy Alfairuz
Kurator: Aisyah Amira Wakang
Redaktur: Muchamad Aly Reza

Ikuti juga konten liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 25 Juli 2025 oleh

Tags: jalan kahar muzakir yogyakartakios bukukios buku bekaskios buku yogyakartaYogyakarta
Khatibul Azizy Alfairuz

Khatibul Azizy Alfairuz

Artikel Terkait

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO
Kabar

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat” MOJOK.CO
Sehari-hari

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026
Lewat Setu Sinau, Jalan Malioboro Kota Yogyakarta tidak hanya jadi tempat wisata. Tapi juga ruang edukasi untuk belajar budaya Jawa, termasuk aksara Jawa MOJOK.CO
Kilas

“Setu Sinau” bikin Jalan Malioboro Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi Juga Ruang Edukasi Aksara Jawa

29 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Ilustrasi hidup.MOJOK.CO

Sejatinya Manusia Hidup untuk Mengakali Kematian

2 Juni 2026
Arca Unfinished Buddha yang ada di Candi Borobudur. MOJOK.CO

Ketika Patung “Cacat” Buddha di Lapangan Kenari Borobudur Justru Jadi Pusat Spiritual dan Magnet Doa Saat Waisak

27 Mei 2026
makan mie ayam di Solo. MOJOK.CO

Curiga dengan Pedagang Mie Ayam di Dekat Rutan Solo, Beli Seporsi tapi Tak Diminta Bayar. Eh, Ternyata Intel Lagi Nyamar

28 Mei 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

1 Juni 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.