Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pelaku Budidaya Belut Membeberkan 3 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula

Kenia Intan oleh Kenia Intan
15 Oktober 2025
A A
Pelaku Budidaya Belut Membeberkan 3 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Mojok.co

Pelaku Budidaya Belut Membeberkan 3 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di tengah persaingan lowongan kerja ketat dan syarat yang kian tidak masuk akal, membuka usaha sendiri bisa jadi pilihan. Memang, untuk memulainya perlu modal, tapi mau bagaimana lagi? Ketika pintu rezeki bak tertutup, membuat sumber penghidupan baru seperti buka usaha atau bisnis perlu diusahakan

Itulah yang dilakukan Kang Wardi di Wukirsari, Cangkringan. Diambil dari salah satu video Mojokdotco dengan judul Rahasia Budidaya Belut Kang Wardi, Modal 300 Ribu Jadi 900 Juta, pria bernama lengkap Suwardi (46) ini bisa mengembangkan budidaya belut miliknya dari semula 1 kolam jadi 200 kolam dalam waktu 4 tahun saja. 

Sebenarnya dia tidak pernah ingin menjadi pengusaha belut. Dia ingin melakukan budidaya belut untuk konsumsi pribadi saja. Namun, rasa penasaran untuk membudidayakan kian tak terbendungs setelah gagal berkali-kali.

Berbekal pengalaman gagal itu, dia akhirnya menemukan formula sendiri untuk budidaya belut. Dia menyimpulkan ada beberapa faktor yang berpengaruh signifikan dan perlu dipikirkan sebelum seseorang melakukan budidaya belut. 

Menggunakan bibit belut khusus untuk budidaya

Bibit belut menjadi faktor penting kalau ingin melakukan budidaya. Tiga kali kegagalan Kang Wardi sebelumnya, menurutnya karena menggunakan bibit belut yang kurang tepat. Dengan kata lain, dia menggunakan bibit belut yang memang tidak untuk dibudidayakan. 

Untungnya, pada percobaan terakhir yang membuatnya berhasil memiliki 200 kolam, dia membeli bibit yang belut rawa yang didapatnya dari Kalimantan. Kalau percobaan ini gagal, dia membulatkan tekad untuk mengakhiri semua uji coba budi daya ini. 

Untung saja, pada percobaan terakhir ini dia berhasil. Awalnya, 5 kg bibit belut itu diletakkan pada gentong berukuran 250 liter yang dibagi dua (jadi berbentuk seperti gelas). Sebanyak 2 kg di tempat pertama, sebanyak 2 kg di tempat ke-2. Sementara, sebanyak 1 kg dikonsumsi sendiri. 

Dia mengaku tidak terlalu memperhatikan kondisi gentong, hanya memberi makan cacing sesekali saja. Ternyata setelah 3 bulan berlalu, ukuran belut bertambah besar. Bahkan bermunculan belut-belut lain yang berukuran lebih kecil. Itu mengapa, awal memulai budidaya ini sangat murah, sekitar Rp300.000-an saja. 

Budidaya belut dengan media yang sesuai

Salah satu kunci bertumbuhnya belut dengan baik adalah media pembudidayaan. Kang Wardi akhirnya menemukan formula yang tepat untuk budidaya belut. Dari awalnya pembibitan menggunakan gentong berukuran 250 liter yang dibagi dua, bibit-bibit itu kemudian dipindahkan ke kolam-kolam yang terbuat dari terpal. 

Ukuran kolam terpal itu tidak besar, sekitar 1×2 meter saja. Sebenarnya, penggunaan terpal ini tidak sengaja, eh malah berhasil dan dipertahankan hingga sekarang. Pada waktu, dia butuh wadah untuk bibit belut dengan segara. Itu mengapa dia menggunakan kolam terpal saja yang murah dan cepat. 

Eh, malah cara ini berhasil. Ukuran belutnya terus berkembang. Itu mengapa cara ini terus dia gunakan hingga mencapai 200 kolam pada 2024 lalu. 

Pertimbangkan pasar

Salah satu yang menantang dari budidaya belut adalah pasar. Di beberapa tempat, terutama sentra belut, pasar atau permintaan itu sudah terbentuk. Namun, di daerah Kang Wardi, pasar atau permintaan itu awalnya belum ada. Itu mengapa dia begitu kesulitan menjual 1 kg belut dengan harga Rp80.000. Pada saat itu, orang-orang lebih memilih membeli daging ayam dengan duit segitu. 

Akhirnya, dia memanfaatkan Facebook dan grup-grup Whatsapp miliknya untuk menjual hasil budidaya. Tidak langsung laris manis memang, tapi ada perkembangan. Sekarang pesanan belut datang dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, ada juga yang datang dari luar negeri. Kini, per bulan, dia bisa mengantongi duit hingga ratusan juta dengan harga jual Rp80.000-Rp90.000 per kg, 

Itulah pengalaman perjalanan Kang Suwardi, pembudidaya belut di Cangkringan Sleman. Jalannya tidak mudah memang, tapi dia menunjukkan tidak ada yang mustahil. Itu mengapa dia ingin membagikan cara budidaya dengan beberapa paket di Omah Belut Wukirsari mulai dari Rp150.000 hingga Rp2 juta. 

Iklan

Penulis: Kenia Intan
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Bisnis Minim Modal dengan Potensi Cuan Besar yang Belum Banyak Dilakoni Orang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2025 oleh

Tags: belutbisnisbudidayabudidaya belutpengusahapengusaha belut
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026
Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dahlan Iskan, iklim investasi di Jateng sangat cocok bagi pengusaha untuk investasi MOJOK.CO
Kilas

Iklim Investasi di Jawa Tengah Menarik Hati, Bikin Puluhan Pengusaha Melirik untuk Kolaborasi

19 Juni 2026
Merintis Usaha Rumahan Tanpa Utang, Raup Omzet Puluhan Juta MOJOK.CO
Cuan

Cerita Saya Memulai Usaha Rumahan Kecil-kecilan Tanpa Utang Hingga Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan, Kamu Mau Coba?

5 Mei 2026
Kebun Plasma Nutfah Pisang: Kebun Konservasi Pisang Terbesar di Asia Tenggara
Video

Kebun Plasma Nutfah Pisang: Kebun Konservasi Pisang Terbesar di Asia Tenggara

13 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.