Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
26 Juni 2026
A A
Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO

Pengusaha yang mengikuti program kopi UMiMAX dari Pertamina. (Sumber: Pertamina)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Covid-19 mungkin telah berlalu, tapi dampaknya masih terasa hingga sekarang. Misalnya, mereka yang kehilangan pekerjaan hingga mengalami pendapatan yang menurun karena pandemi. Namun, di tengah situasi tersebut, beberapa pengusaha ultra mikro di bawah binaan Program UMiMAX dari Pertamina mampu bertahan.

Dampak pandemi masih terasa

Salah satu keluarga di bawah binaan UMiMAX adalah Siti Zulfah (45), seorang ibu rumah tangga yang kini menjalankan usaha nasi uduk, ayam geprek, dan kopi Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX).

Iklan

Kesulitan ekonomi menghampiri Siti ketika sang suami terkena PHK saat pandemi. Tak lama kemudian, suaminya didiagnosis menderita penyakit paru-paru serius yang mengharuskannya menjalani dua kali operasi. Setelah menjalani pengobatan panjang, kondisi kesehatannya tak lagi memungkinkan untuk bekerja.

Situasi tersebut membuat Siti menjadi tulang punggung bagi keluarganya yang beranggotakan lima orang. Di tengah kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anak yang terus berjalan, dia bahkan harus meminjam uang dan menggadaikan cincin terakhir yang dimilikinya agar sekolah anak-anak tetap berlanjut.

“Masa paling berat terjadi sepanjang 2023 hingga 2024, karena saya fokus mendampingi suami berobat. Saat itu sempat kehilangan harapan dengan situasi sulit,” kata Siti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (26/6/2026).

UMiMAX jadi jalan keluar di tegah kesulitan

Kopi UMiMAX. MOJOK.CO
Kopi UMiMAX yang merupakan program dari Pertamina. (Sumber: Pertamina)

Namun, keadaan keluarga Siti mulai berubah pada 2025, ketika dia terpilih sebagai penerima program UMiMAX. Melalui bantuan gerobak usaha, peralatan, bahan baku, serta pendampingan usaha, Siti kembali memulai usahanya dari nol.

Kini, usahanya berkembang dengan omzet kotor sekitar Rp6,08 juta per minggu. Penghasilan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga memungkinkan dirinya melunasi berbagai utang yang sempat menumpuk.

Salah satu momen yang paling membahagiakan adalah ketika ia berhasil menebus kembali cincin yang pernah digadaikan demi pendidikan anak-anaknya.

“Bagi saya, UMiMAX bukan hanya bantuan usaha. Ini adalah kesempatan untuk bangkit kembali ketika saya merasa sudah tidak punya jalan keluar,” ujar Siti.

UMiMAX beri keuntungan secara bertahap

Kisah serupa dialami Wiwik Utami (49), warga Pancoran, Jakarta Selatan. Setelah suaminya mengalami PHK hampir dua tahun lalu, kehidupan keluarganya bergantung pada penghasilan suami yang beralih menjadi pengemudi ojek online dengan gaji tidak menentu.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah, keluarga mereka bahkan mendapat bantuan dari anak yang sudah bekerja.

Pengusaha kopi. MOJOK.CO
Para pengusaha bangkit dari kemandirian dan kemauan. (Sumber: Pertamina)

Kesempatan bangkit datang ketika Wiwik menerima bantuan usaha Warung Mie Instan melalui Program UMiMAX. Pada awalnya usaha tersebut hanya menghasilkan kurang dari Rp50 ribu per hari. Namun kini berkat pendampingan dan ketekunan, jumlah pelanggan terus bertambah dan produk yang dijual semakin beragam.

Saat ini, Wiwik memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per minggu. Nilainya mungkin belum besar, tetapi cukup berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan mengurangi ketergantungan kepada anak.

“Yang paling saya syukuri bukan hanya tambahan penghasilannya, tetapi karena sekarang saya bisa ikut membantu keluarga dan tidak lagi selalu bergantung pada anak,” kata Wiwik.

Iklan

UMiMAX ajarkan kemandirian untuk pengusaha

Kisah Siti dan Wiwik menjadi bukti nyata bahwa program UMiMAX yang diinisiasi Pertamina dapat membantu masyarakat rentan, terutama korban PHK, pekerja informal, dan kelompok ekonomi lemah.

Program ini tidak hanya menyediakan sarana usaha, tetapi juga pendampingan dan pelatihan agar para penerima manfaat mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Hingga saat ini, sebanyak 168 mitra telah menerima dukungan usaha dan pendampingan melalui UMiMAX. Program tersebut telah menyalurkan dana hibah sebesar Rp1,17 miliar, menghasilkan total omzet usaha Rp2,75 miliar dan laba usaha mencapai Rp858 juta.

Di balik angka-angka tersebut, terdapat kisah tentang keluarga yang kembali memiliki penghasilan, orang tua yang dapat menyekolahkan anaknya, serta individu yang menemukan kembali kepercayaan diri untuk menatap masa depan. 

Bagi Siti dan Wiwik, UMiMAX bukan sekadar bantuan usaha. Program ini menjadi jembatan yang menghubungkan mereka dari masa sulit menuju harapan yang kembali menyala. Ini menjadi bentuk nyata bahwa membantu bukan harus seperti Sinterklas saja.

Editor: Aisyah Amira Wakang

BACA JUGA: Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2026 oleh

Tags: COVID-19keluarga miskinKopi UMiMAXpengusahaPertaminaTips pengusahaUMiMAX
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dahlan Iskan, iklim investasi di Jateng sangat cocok bagi pengusaha untuk investasi MOJOK.CO
Kilas

Iklim Investasi di Jawa Tengah Menarik Hati, Bikin Puluhan Pengusaha Melirik untuk Kolaborasi

19 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO
Cuan

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya! MOJOK.CO
Kilas

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya!

23 Februari 2026
Pertamina siagakan LPG untuk penuhi kebutuhan masyarakat selama libur Nataru MOJOK.CO
Ekonomi

Natal dan Tahun Baru, Pertamina Banjiri 3 Juta Lebih LPG Melon untuk Jateng-DIY

23 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Wisata air Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah akan dikembangkan. Ada investasi dari Cilacap hingga Jepang MOJOK.CO

Rawa Pening Kabupaten Semarang bakal Jadi Wisata Unggulan Jateng, Tawarkan Rumah Makan Apung-Keramba

25 Juni 2026
Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

23 Juni 2026
Ragam karya dan pertunjukan dalam Ars Longa: Generatio sebagai pembuka Trilogi Seni ARTJOG MOJOK.CO

Ragam Karya dan Pertunjukan dalam “Ars Longa: Generatio” sebagai Pembuka Trilogi Seni ARTJOG

24 Juni 2026
Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.