Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pencuri Sayur di Garut Dikeroyok dan Digorok Warga yang Sedang Ronda

Setelah dihajar, korban hendak dikubur oleh pengeroyok. Karena ternyata masih hidup, salah satu peronda menggorok korban.

Redaksi oleh Redaksi
28 Oktober 2021
A A
makam mojok.co

Ilustasi makam yang belokkan Selokan Mataram. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pengeroyokan sadis kepada penjahat kecil kembali terjadi. Korban mulanya disangka hilang selama 10 hari. Penyelidikan polisi temukan korban sudah dibunuh karena diduga mau mencuri sayur.

Peringatan: tulisan ini mengandung deskripsi kekerasan yang bisa memicu trauma.

Maman (50) harus meregang nyawa setelah tertangkap warga karena diduga hendak mencuri sayuran. Peristiwa pengeroyokan ini terjadi di Kampung Sengklek, Garut, Jawa Barat, Selasa (12/10). Pengeroyokan yang memangkas nyawa Maman sungguh mengerikan.

Aksi main hakim sendiri terjadi pada malam hari. Oleh warga yang sedang ronda, Maman dipergoki hendak masuk ke salah satu gudang sayuran milik warga setempat. Ia langsung dibawa dan dinterogasi para penangkapnya. Tapi tak cuma itu: ia juga dihajar belasan orang.

“Ada yang pakai senjata tajam, ada yang mukul,” kata Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Selasa (26/10), dikutip CNNIndonesia.com.

Kebrutalan itu belum selesai. Tak puas menghajar Maman, warga lalu berinisiatif mengubur Maman. Ia kemudian digotong beramai-ramai ke kawasan Blok Waspada di Gunung Cikuray, sekitar 2 kilometer dari lokasi pengeroyokan awal.

Di Blok Waspada inil para pelaku menggali sebuah lubang untuk mengubur Maman. Maman yang sudah babak belur dan dililit karung lalu dimasukkan ke sana. Pada saat akan dikubur, Maman menunjukkan tanda-tanda masih hidup. Salah seorang pelaku memutuskan turun, lalu menggorok leher korban memakai golok.

“Saat itu, ada salah satu pelaku yang melihat korban masih bernyawa. Pelaku kemudian turun ke lubang dan menghabisi nyawa korban,” ungkap AKBP Wirdhanto.

Kasus pengeroyokan Maman baru diketahui penegak hukum sepuluh hari kemudian. Tim Sancang Polres Garut, Jawa Barat berhasil mengungkap teka-teki hilangnya Maman. Menurut Wirdhanto, pengungkapan dugaan kasus pengeroyokan di kaki Gunung Cikuray yang berujung kematian Maman berasal dari laporan keluarga korban, warga Desa Pamalayan, Garut, pada 20 Oktober lalu.

Sebelumnya, keluarga hanya tahu Maman hilang. Mereka lapor ke polisi dengan melampirkan sejumlah ciri dan bukti. Menurut keluarga, Maman terakhir kali terlihat pada 11 Oktober, sembilan hari sebelum keluarga melapor.

Polisi kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan Maman sudah tinggal nama. Polisi membongkar lubang tempat Maman dikubur kemudian membawa jasadnya ke RSUD dr. Slamet, Garut.

AKBP Wirdhanto menyebut, ada 14 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.Kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti, berupa 2 cangkul, 2 golok, 1 hape, 1 pipa besi, dan 1 buah batu. Mereka kini dijerat 4 pasal KUHP sekaligus, yakni Pasal 340, 338, 170, dan 351.

“Pasal akan kami sesuaikan dengan peran masing-masing. Ada yang ancaman hukumannya maksimal seumur hidup,” tambah Kapolres, dikutip RadarCirebon.com.

Polisi juga menyebut bahwa aksi sadis itu dilatari kekesalan warga karena hasil dan alat pertanian di dareah itu berulang kali digondol pencuri. Menurut pelaku dan saksi, sebelumnya Maman pernah mencuri di tempat yang sama. Namun, “Saat itu kasusnya tidak dilaporkan kepada kami dan selesai dimediasi,” ujar Wirdhanto, seperti yang dikutip Detik.com.

Iklan

BACA JUGA Harga Tes PCR Terbaru Rp275 Ribu, Kenapa Nggak dari Kemarin-kemarin? dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 28 Oktober 2021 oleh

Tags: garutKriminalpencuripengeroyokansadisme
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat MOJOK.CO
Esai

Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat

27 April 2026
Kalau Bobby di Buku Karya Aurelie Mooremans Iblis, Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia MOJOK.CO
Esai

Broken Strings Karya Aurelie Moeremans: Kalau Bobby Iblis Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia

21 Januari 2026
Backpacker asal Jogja diusir dari masjid sebelum naik Gunung Papandayan, Garut. MOJOK.CO
Ragam

Pengalaman Sial “Backpacker” ke Papandayan, Belum Sampai Gunung Sudah Diusir Pengurus Masjid karena Dikira Gelandangan

19 November 2025
Mayat Anak 7 Tahun di Temanggung Rupanya Korban Ritual Usir Genderuwo. Unpri. mojok.co
Kabar

Penemuan 5 Mayat di Unpri Medan, Awalnya Informasi dari Mahasiswa Kedokteran

13 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi hidup.MOJOK.CO

Sejatinya Manusia Hidup untuk Mengakali Kematian

2 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Pentingnya keamanan siber di dunia digital. MOJOK.CO

Idul Adha: Refleksi untuk Kita yang Rela Mengorbankan Data Pribadi Dijual Secara Bebas Tanpa Tahu Kefatalannya

28 Mei 2026
makan mie ayam di Solo. MOJOK.CO

Curiga dengan Pedagang Mie Ayam di Dekat Rutan Solo, Beli Seporsi tapi Tak Diminta Bayar. Eh, Ternyata Intel Lagi Nyamar

28 Mei 2026
Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu? MOJOK.CO

Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu?

29 Mei 2026
Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.