Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Harunya Siswi SMA Aceh: Jadi Tukang Jahit Setelah Ayah Meninggal, Bisa Kuliah Jalur Panti Asuhan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
27 Februari 2024
A A
Siswi SMA Aceh Bisa Kuliah Jalur Panti Asuhan MOJOK.CO

Ilustrasi - Dari penjahit, siswi SMA Aceh bisa kuliah gratis. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang siswi SMA asal Aceh tak menyangka pada akhirnya bisa kuliah. Padahal, sebelumnya ia merasa sudah tak punya harapan untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Ia akhirnya bisa menjadi mahasiswi lewat “jalur panti asuhan”.

Namanya Zahratul Ula. Ia berasal dari Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh.

Iklan

Ula adalah anak muda dengan impian besar. Namun, kondisi ekonomi membuatnya nyaris saja mengubur mimpinya, di mana salah satunya bisa lanjut kuliah setelah lulus SMA.

Jadi tukang jahit setelah ayah meninggal

Latar belakang kehidupan Ula terbilang penuh kepiluan. Sang ayah sudah meninggal sebelum ia lulus SMA di Aceh.

Alhasil, sang ibu pun harus berjuang sebagai tulang punggung keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk urusan pendidikan, beruntungnya saat SMA Ula mendapat pengasuhan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Rumoeh Seujahtera Aneuk Nanggroe (UPTD-RSAN) Dinas Sosial Aceh.

Ula mendapat fasilitas pendidikan tersebut hingga ia tamat SMA. Sehingga ia merasa sangat terbantu.

Akan tetapi, setelah lulus SMA, Ula sempat merasa bahwa kuliah adalah sesuatu yang bakal sulit ia tempuh. Sebab, dalam benaknya, biaya kuliah tentu lebih besar dari biaya SMA.

Sementara ia dan ibunya tak punya cukup biaya untuk menempuh pendidikan di universitas. Belum UKT, belum uang saku sehari-hari, belum lagi biaya-biaya yang lain.

Oleh karena itu, setelah lulus SMA, Ula memilih menjadi penjahit sarung bantal.

Namun, di saat ia nyaris mengubur mimpinya untuk kuliah, gadis muda itu justru mendapat secercah harapan dari Dinsos Aceh.

Dapat beasiswa “jalur panti asuhan”

Kabar menggemberikan Ula terima saat ia dinyatakan terpilih sebagai salah satu yang berhak atas besiswa hasil kerja sama antara  Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) Kota Sabang dengan Universitas Serambi Mekkah (USM).

Menurut Kepala UPTD RSAN, Michael Octaviano, sebenarnya beasiswa tersebut khusus untuk anak-anak dari Sabang.

“Tapi kita berusaha agar Ula mendapatkan fasilitas ini. Agar dia bisa kuliah seperti yang dirasakan oleh anak-anak lain,” ujarnya seperti termuat di rilis resmi Dinsos Aceh, Senin, (26/2/2024), seperti yang Mojok kutip.

Siswi SMA Aceh Dapat Beasiswa Panti Asuhan MOJOK.CO
Zahratul Ula, siswi SMA yang dapat beasiswa panti asuhan. (Dinsos Aceh)

Atas hal tersebut, Ula pun akhirnya bisa mewujudkan impiannya untuk lanjut kuliah.

Sayangnya, dalam rilis Dinsos Aceh tersebut, tidak ada keterangan di universitas mana Ula akhirnya kuliah.

Yang jelas, tak hanya beasiswa, RSAN juga memberikan fasilitas tempat tinggal gratis untuk Ula agar selama kuliah dan jauh dari rumah ia tak perlu keluar uang untuk menyewa kos. Yakni dengan tinggal di panti asuhan.

Kuliah sambil ngajar di TPQ Aceh

Sejak awal kuliah dan sekaligus tinggal di panti asuhan, Ula pun membagi waktu untuk kuliah dan menjadi pengajar di TPQ Aneuk Nanggroe. Yaitu sebuah tempat belajar Al-Qur’an bagi anak panti dan seluruh anak di kawasan Gue Gajah, Aceh Besar.

Iklan

Bagi Ula, itu adalah wujud baktinya atas kebaikan-kebaikan yang ia terima dari panti asuhan.

Jadwal kuliahnya memang padat. Namun, ia merasa punya tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam membantu anak-anak di Aceh (dengan mengajar) yang memiliki nasib yang mirip dengannya.

“Walaupun dalam perjalanan ada kendala-kendala seperti terbatasnya jam operasional kendaraan umum Transkutaraja yang saya tumpangi untuk ke kampus. Ada beberapa hal lain juga yang membuat saya hampir ingin berhenti untuk kuliah,” tuturnya.

Akan tetapi, perasaan lelah dan ingin menyerah itu segera Ula lenyapkan. Ula sadar, alih-alih menyerah, harusnya ia justru memperbesar rasa syukur.

Sebab, ia semula telah memilih menjadi penjahit sarung bantal lantaran tak punya biaya untuk lanjut kuliah. Lantas sekarang setelah mendapat beasiswa untuk kuliah kok mau nyerah? Ula pun memupuk semangatnya kembali.

“Intinya kita harus bersyukur dengan apa yang kita punya, apa yang kita dapat, walaupun tidak secara instan (mudah),” ujarnya.

Jadi mahasiswi Aceh berprestasi

Ula dikenal memiliki daya juang dan semangat belajar tinggi. Hal tersebut terbukti dengan IPK yang ia dapat selama menjadi mahasiswi Aceh hingga semester empat masa kuliahnya sekarang.

IPK yang Ula raih selalu berada di angka 3. Terbaru ia mendapat IPK 3,96.

“Karena ini (beasiswa) adalah uang pemerintah, mau tidak mau saya harus bisa membalas dengan belajar yang rajin dan berusaha lebih baik lagi,” ungkapnya.

“Karena ini dari orang, jadi saya harus bisa mempertanggungjawabkan di akhirat kelak (dengan memanfaatkannya sebaik mungkin),” imbuhnya.

Rasa bangga juga Michael ungkapkan. Dari kacamata Kepala UPTD RSAN itu, Ula terlihat tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ia dapat.

Mendapat beasiswa dan juga tempat tinggal gratis di panti asuhan, Ula bayar dengan etos kerja dan etos belajar yang total. Tidak setengah-setengah.

“Dengan kesungguhan dan perjuangannya, Ula mendapat nilai terbaik. Ini sangat membahagiakan,” tegas Michael.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Adik Temani Kakak Wisuda UGM, Iri Tak Bisa Kuliah tapi Harus Ngalah karena Ekonomi Jadi Masalah

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 27 Februari 2024 oleh

Tags: Acehbeasiswakuliahmahasiswipilihan redaksisiswi aceh
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026

Punya 30 Kamar Kost Putri Ternyata Tidak Seindah yang Dibayangkan

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.