Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Lulusan S2 UI Tinggalkan Karier Jadi Dosen di Jakarta, Pilih Jualan Online karena Gajinya Lebih Besar

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
5 Desember 2025
A A
Lulusan S2.MOJOK.CO

ilustrasi - lulusan S2 (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saat kecil, Agus hampir tak pernah membayangkan bisa merantau ke Jakarta, kuliah S2 di Universitas Indonesia (UI), hingga menjadi pebisnis kaya, mengingat ibunya hanya lah seorang buruh tani. 

Nestapa hidup menjadi perintis

Berbeda dengan anak-anak selainnya yang diantar orang tua ke sekolah memakai sepeda motor bagus atau mobil, sehari-hari Agus harus naik motor butut dibonceng ibunya.

“Ayah sudah meninggal saat aku SD, biasanya habis mengantar sekolah, ibu baru melanjutkan kerja di sawah,” ucap Agus saat dihubungi Mojok, Jumat (5/12/2025).

Saking miskinnya keluarga Agus, ia pernah pingsan saat upacara di sekolah karena sering tidak makan seharian. Ia tidak pernah sarapan, pun tidak membawa bekal atau membeli jajan karena tidak diberi uang saku selama sekolah. 

“Bahkan setiap ada acara wisata sekolah, aku sering nggak ikut karena keluarga nggak punya uang,” ujarnya.

Oleh karena itu, sulit baginya untuk membayangkan kuliah bahkan bisa sampai S2 di UI dan menjadi pebisnis kaya. Tapi, pada saat SMA, Agus meyakini, kuliah bisa membuatnya sukses sekaligus mengangkat derajat orang tuanya. Perlahan, keinginan itu mulai tumbuh, meski orang-orang di sekitar mencomooh.

“Tetangga sering nyinyir begini, ‘orang susah aja kok mau kuliah segala. Emang bisa?’”ungkap Agus.

Mimpi anak seorang petani bisa kuliah hingga S2

Saat tetangganya nyinyir, ibu Agus malah mendukung sepenuhnya. Ia tak ingin menghambat mimpi anaknya untuk kuliah. Sebagai buruh tani, ibunya sebisa mungkin menabung untuk membiayai Agus kuliah di Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang.

Bahkan, saat uang mereka tak cukup, sang ibu rela meminjam uang sana-sini, baik ke tetangga maupun saudara. Beruntung, saat Agus ngekos di Palembang, ibu kosnya sering memberikan makanan gratis.

Setelah lulus S1, Agus nekat merantau ke Jakarta untuk kuliah S2 Jurusan Ketahanan Nasional Strategic Leadership di UI. Bermodalkan baju dan doa orang tua, Agus nyaris tidur di jalanan. Namun ia beruntung karena bertemu dengan orang baik, sehingga bisa menumpang sementara di rumah orang tersebut.

Guna mencukupi kebutuhan hidupnya saat kuliah S2, Agus memutuskan kuliah sambil bekerja. Segala pekerjaan ia lakoni asal tak menghambat kuliahnya sehingga bisa dikerjakan di malam hari. Mulai dari mencuci mobil di depan kampus, menjadi petugas pencuci piring di sebuah restoran, hinga coba-coba berjualan.

Tentu saja hal itu tak mudah ia jalani. Agus bahkan pernah diusir karena menggunakan tempat sembarangan untuk berjualan. 

“Aku buka stand di pinggir jalan. Jualan sop durian dan ice cream di Jakarta Timur, tapi nggak lama kemudian tutup karena kena gusur,” jelasnya.

Baca Halaman Selanjutnya

Jualan online usai lulus S2 di UI

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 Desember 2025 oleh

Tags: bisnis onlineDosengaji dosenkuliah s2s2uiuniversitas indonesia
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026
Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.