Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Nekat Milih UNY Demi Bahagiakan Ibu, Kini Jumpalitan Bingung Bayar UKT: Terpaksa Nyambi Kerja Sampai Terancam DO dan Pasrah dengan Nasib

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
20 Mei 2024
A A
Cerita Mahasiswa Jogja yang Lolos Seleksi Mandiri UNY, Tapi Malah Menjalani 3 Tahun Penuh dengan Penderitaan.MOJOK.CO

Ilustrasi Cerita Mahasiswa Jogja yang Lolos Seleksi Mandiri UNY, Tapi Malah Menjalani 3 Tahun Penuh dengan Penderitaan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bukanlah tujuan utama Rahma (24). Ia masuk kampus negeri di Jogja itu semata-mata demi mewujudkan mimpi sang ibu. Sayangnya, niat membahagiakan ibunya berujung pada lara. Rahma terjerat biaya kuliah yang tak murah, sehingga bikin masa depannya justru terancam.

Pada 2018 lalu, Rahma mantap mendaftar ke UNY. Sebenarnya, saat itu ia sudah kuliah di salah satu PTS Jogja. Namun, karena merasa biaya kuliah terlalu mahal untuk jurusan yang kurang berprospek, ibunya memintanya buat mendaftar SNBT (dulu SBMPTN) lagi dan memilih UNY.

Fyi, selama setahun berkuliah di jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) di PTS tersebut, uang kuliah yang Rahma keluarkan adalah Rp10 juta pada semester I dan turun menjadi Rp9 jutaan di semester II. Merasa uang nyaris Rp20 juta terlalu besar untuk ibunya yang seorang janda pensiunan PNS, Rahma pun makin mantap buat pindah ke PTN.

“Aku memilih UNY karena memang biaya kuliahnya terkenal murah. Ini juga kampus kependidikan, bagi calon guru seperti saya tentu menjadi sebuah kebanggaan dong,” kenang Rahma, mengingat cerita awalnya memilih UNY, kepada Mojok, Minggu (19/5/2024).

“Apalagi ini kesempatan kedua, setelah tahun sebelumnya sempat gagal dan harus kuliah di PTS yang super mahal.”

Rahma pun berhasil masuk UNY. Ia menjadi mahasiswa baru salah satu prodi di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) angkatan 2018. Ibunya bahagia, ia juga sangat sumringah, meski ke depan bakal ada banyak halang-rintang yang harus ia hadapi.

Kaget bukan main, UKT UNY kalau dipikir-pikir lebih tinggi ketimbang PTS

Ada alasan kuat mengapa ibunya ngebet meminta Rahma mendaftar ke UNY, khususnya di jurusan kependidikan atau keguruan. Ibunya Rahma adalah seorang pensiunan guru PNS, yang sudah mengabdi puluhan tahun di sebuah SMP Kota Magelang.

Alhasil, ia ingin menyaksikan anaknya itu melanjutkan jalan hidupnya tersebut. Salah satu pintu masuknya adalah kuliah di UNY, yang terkenal sebagai kampus pencetak guru.

Sayangnya, Rahma sudah langsung ditonjok oleh realitas menyakitkan. Selama kuliah di UNY, Rahma mendapat UKT golongan VI. Per semester ia harus membayar uang kuliah paling tidak Rp5,3 juta.

Tak hanya itu, Rahma juga kesulitan buat mendaftar beasiswa. Statusnya sebagai anak pensiunan PNS membuat “posisinya” di kampus dianggap sebagai mahasiswa berkecukupan.

“UKT per semester 5 jutaan itu jelas tinggi kalau bagi saya. Terlebih waktu itu adik saya juga akan kuliah 2 tahun lagi. Mau daftar beasiswa nggak bisa, mentang-mentang ibu pensiunan PNS,” ucap Rahma penuh kekecewaan.

“5 juta lebih, dikali 8 semeseter, kalau lulus tepat waktu itu ya jatuhnya habis 50 jutaan. Nggak ada bedanya sama swasta, malah lebih besar sih.”

Baca halaman selanjutnya…

Terpaksa ambil kerja sampingan. Kuliah pun berantakan sampai terancam DO.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2024 oleh

Tags: biaya kuliah mahalJogjakuliah mahalmahasiswa UNYmahasiswa uny terancam doukt tinggiUKT UNYukt uny tinggiuny
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO
Kabar

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Tips Meningkatkan Kenikmatan Ayam Goreng Olive Chicken Jogja (Mojok/Agung)
Pojokan

Tips Meningkatkan Kenikmatan Rasa Ayam Goreng Olive Chicken Jogja yang Sudah Menjadi Legenda Kuliner Itu

3 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Festival Jamu Nusantara di Pasar Ngasem, Kota Jogja: ruang regenerasi dan edukasi konsumen muda MOJOK.CO

Festival Jamu Nusantara di Kota Jogja: Sadarkan Anak Muda Jamu Bukan Minuman Kuno, Tapi Gaya Hidup Sehat Lintas Generasi

6 Juli 2026
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.