Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Cerita Mahasiswa UNY yang Memilih Menyendiri Saat Wisuda, Sengaja Tak Mengundang Teman Karena Malu Hampir DO

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
25 Februari 2024
A A
Cerita Mahasiswa Jogja yang Lolos Seleksi Mandiri UNY, Tapi Malah Menjalani 3 Tahun Penuh dengan Penderitaan.MOJOK.CO

Ilustrasi Cerita Mahasiswa Jogja yang Lolos Seleksi Mandiri UNY, Tapi Malah Menjalani 3 Tahun Penuh dengan Penderitaan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sengaja tak mengabari teman-temannya saat wisuda

Berbeda dengan mahasiswa lain yang kerap dapat “sambutan meriah” sejak seminar proposal (sempro), sidang, hingga wisuda. Rofiq tak demikian. Semua terjadi dalam senyap. Sempronya hanya dihadiri enam orang, itupun teman (adik-adik) sekelasnya. Saat sidang pun tak ada selebrasi apa-apa laiknya mahasiswa lain

Boro-boro dapat bucket bunga, kabar seputar sidang skirpsinya saja tak ada yang mengendus.

Kata Rofiq, sejak awal ia memang sengaja tak mengabari teman-temannya. Tak ada satupun undangan sempro, sidang, atau wisuda yang ia sebar. “Di grup angkatan enggak ada yang tahu. Bahas pun enggak.”

Cerita Mahasiswa UNY yang Memilih Menyendiri Saat Wisuda, Sengaja Tak Mengundang Teman Karena Malu Hampir DO.mojok.co
Rofiq sengaja tak mengabari maupun mengundang teman-temannya ke wisudanya (Ilustrasi/Unsplash.com)

Saat prosesi wisuda hari ini, hanya kedua orang tua dan seorang adiknya saja yang hadir. Jadi, tak seperti mahasiswa lain yang dapat sambutan ramai bahkan ikut iring-iringan, mahasiswa UNY ini memilih menjauhi keramaian.

“Bangga, mungkin iya. Soalnya orang tua tadi juga nangis-nangis lihat aku pakai toga. Tapi kalau dirayakan kayak yang lain saya sih enggak mau aja.”

Lucunya, dalam perjalanan dari GOR UNY–lokasi seremonial wisuda–menuju Rektorat, ia sempat melihat beberapa teman kelasnya yang mungkin menghadiri wisuda mahasiswa lain. Gampang ditebak, ia memilih balik badan alih-alih menyapa temannya itu.

“Malu!” ujarnya singkat, sambil tertawa lepas.

Di tengah obrolan kami, hujan badai tiba-tiba menerjang Kota Jogja. Banner-banner wisuda di UNY yang tadinya terpasang rapi, kini berterabangan yang bikin orang-orang berteriak histeris. Sementara saya dan Rofiq memilih “menyelamatkan diri “ke foodcourt untuk bisa melanjutkan obrolan sambil ngopi.

Toga, kemeja, dan segala pernak-pernik wisudanya ia lucuti. “Males, ah, ngobrol aja formal banget.”

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Hammam Izzudin

BACA JUGA Cerita Mahasiswa yang Nggak Ikut Wisuda karena Merasa Nggak Sakral-sakral Amat

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2024 oleh

Tags: DOdrop outJogjamahasiswa UNYpilihan redaksiunywisudawisuda uny
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO
Sehari-hari

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO
Urban

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO
Urban

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)
Pojokan

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
#NgobroldiMeta jadi upaya AMSI dan Meta dukung pelaku media memproduksi jurnalisme berkualitas di era AI MOJOK.CO

#NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

10 April 2026
Horor, Evolusi Kelelawar Malam di Album "Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata.MOJOK.CO

Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

9 April 2026
Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.