Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Saat UIN Suka dan UNY Membuat Mahasiswa Harus Cuti, Kerja Demi Bayar UKT yang Sulit Diringankan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
29 Januari 2024
A A
mahasiswa uin suka dan uny tersiksa ukt.MOJOK.CO

Ilustrasi mahasiswa terancam tak bisa bayar UKT (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kisah lain datang dari Doni* (21), mahasiswa UNY yang juga berjuang di tengah kondisi keluarga yang ekonominya sulit. Mahasiswa asal Boyolali ini bercerita kalau orang tuanya sampai menjual sapi supaya ia bisa masuk kuliah.

Ia masuk kuliah pada 2020, bertepatan dengan situasi pandemi. Kedua orang tuanya cukup terdampak situasi pandemi. Bapaknya merupakan pedagang angkringan dan sang ibu menjadi buruh pabrik.

“Dulu saat pandemi, dagangannya bapak sepi. Sisa banyak setiap hari. Sedangkan ibu, banyak mendapat potongan gaji. Padahal gaji ibu saja hanya UMR Boyolali,” paparnya.

Mimpi kedua orang tua untuk menjadikan anaknya sarjana, membuat sapi yang jadi tabungan keluarga dijual. Menurut Doni, sapi yang masih berumur satu tahun itu dijual seharga sekitar Rp10 juta.

Doni lolos seleksi UNY lewat jalur mandiri. Di awal masuk selain harus bayar UKT sebesar Rp4,2 juta per semester, jalur mandiri juga dikenakan semacam uang pangkal.

“Jadi dulu dengan uang pangkal itu, total bayar awal Rp4,7 juta,” paparnya.

Keringanan dari UNY yang tidak ringan

Sebenarnya, Doni masuk bertepatan dengan berlakunya mekanisme keringanan biaya kuliah akibat penurunan kondisi ekonomi akibat pandemi. Ada potongan biaya sebesar 50 persen bagi yang mengalami kendala ekonomi. Namun, pengumuman potongan baru muncul setelah tenggat pembayaran UKT.

“Dan saat itu tidak ada mekanisme pengembalian uang yang sudah dibayarkan dengan jelas. Sehingga orang tua tetap bayar full,” paparnya saat dihubungi Mojok.

Peliknya kondisi ekonomi, membuat Doni berinisiatif untuk bekerja saat proses pembelajaran masih berlangsung secara daring. Ia berjualan es tebu di pinggiran jalan Boyolali. Hal itu ia lakoni demi memenuhi kebutuhan pribadi dan perkuliahan di luar UKT.

Saat menginjak semester kedua, ia berhasil mendapat keringanan potongan UKT sebesar Rp500 ribu. Namun, itu hanya bertahan sampai ia semester empat. Setelah itu biaya UKT kembali normal.

Pembelajaran yang mulai luring ditambah sejumlah praktikum, membuat Doni harus ke Jogja. Sampai saat ini, ia terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kuliah di UNY dengan uang terbatas. Bukan perkara mudah, namun inilah yang segelintir mahasiswa hadapi demi bisa tetap kuliah.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Derita Ibu PNS yang Anaknya Dapat UKT Termahal, Padahal Terlilit Utang Ratusan Juta dan Sendirian Hidupi Keluarga

Iklan

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 30 Januari 2024 oleh

Tags: kuliahUIN Sukauktuny
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO
Esai

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO
Sekolahan

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja MOJOK.CO
Sekolahan

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

2 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

In this economy, melarisi pedagang lansia yang lapaknya sepi tidak bikin kita rugi MOJOK.CO

Melarisi Pedagang Lansia Sepi Pembeli meski Tak Selera: Harga Recehan Tak bikin Saya Rugi tapi Bagi Mereka Sangat Berarti

21 Mei 2026
Narasi optimisme pemerintah berjarak lebar dengan kenyataan kondisi tekanan ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jarak Lebar Narasi Optimisme Pemerintah dengan Kondisi Riil Masyarakat: Katanya Ekonomi Baik-baik Saja, Padahal Sebaliknya

20 Mei 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebut budidaya udang di Kebumen punya prospek bagus. Presiden Prabowo puji hasil panennya yang melimpah MOJOK.CO

Budidaya Udang di Kebumen Punya Prospek Besar: Hasil Melimpah Harga Bagus, Serap Tenaga Kerja Lokal

23 Mei 2026
Swasembada pangan Jawa Tengah tuai pujian MOJOK.CO

Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jawa Tengah Mendongkrak EKonomi dan Pangan Nasional

25 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026
Melihat semarak event lari Tidar Borobudur 10K yang diikuti 8000 pelari, Magelang punya potensi jadi jujukan sport tourisme MOJOK.CO

Rute Lari Sejuk dan Nyaman di Magelang, Jadi Destinasi Sport Tourism seperti Tidar Borobudur 10K yang Diminati Banyak Orang

24 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.