Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Saat UIN Suka dan UNY Membuat Mahasiswa Harus Cuti, Kerja Demi Bayar UKT yang Sulit Diringankan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
29 Januari 2024
A A
mahasiswa uin suka dan uny tersiksa ukt.MOJOK.CO

Ilustrasi mahasiswa terancam tak bisa bayar UKT (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada kisah mahasiswa UIN Sunan Kalijaga (UIN Suka) dan UNY dengan keterbatasan ekonomi yang kesulitan dapat keringanan UKT. Situasi itu membuat mereka harus rela cuti dan kerja karena tak ada jalan lain.

Sebenarnya, kasus semacam ini terjadi di banyak kampus Jogja dan daerah lain. Persoalan ekonomi yang dialami mahasiswa tidak selalu berujung keringanan biaya kuliah. Pengajuan penurunan UKT sering mengalami penolakan.

Iklan

Saya sempat mewawancara seorang mahasiswa UIN Suka dan UNY yang pernah merasakan peliknya persoalan itu. Lia* (24), bukan nama sebenarnya, sejak awal masuk UIN Suka sudah merasa keberatan dengan besaran UKT yang harus ia bayar.

“Saat mengisi berkas, aku mencantumkan pendapatan orang tuaku di kisaran Rp1-2 juta. Bapak kerja serabutan, bahkan kadang tidak dapat sampai segitu,” ujarnya.

Kondisinya keluarga Lia memang agak pelik. Kedua orang tuanya terpisah dan ia sudah putus kontak dengan ibunya cukup lama. Bapaknya pun, merantau keluar kota dan jarang bisa dihubungi. Praktis, sebenarnya seperti hidup sendiri.

Namun, kondisi itu tetap membuatnya harus membayar biaya UKT sebesar Rp4 juta per semester. Nominal yang berat baginya. Awal kuliah, ia tahu bapaknya mencari pinjaman ke berbagai tempat demi biaya kuliahnya.

Selepas itu, setiap masa pembayaran UKT adalah momen yang membuatnya gundah. “Bapak sering menjanjikan mengirim uang tapi sampai tenggat pembayaran kiriman belum datang,” keluhnya.

Sementara itu, ia sudah berulang kali banding UKT ke UIN Suka. Seluruh kelengkapan berkas telah ia penuhi namun selalu gagal. Akhirnya ia memutuskan kerja part time demi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menabung untuk membayar kuliah.

“Kerja part time aku cuma dapat Rp900 ribu per bulan. Aku kerja di semester empat dan lima, sampai akhirnya ada pandemi dan tempatku kerja bangkrut,” kenangnya.

ukt uny dan uin suka memberatkan mahasiswa.MOJOK.CO
Ilustrasi mahasiswa pusing kesulitan bayar UKT (Christian Erfurt/Unsplash)

Beruntungnya pada masa pandemi itu ia mendapat keringanan UKT dari UIN Suka setelah melakukan negosiasi langsung ke dekan. Namun, keringanannya masih belum cukup.

Cuti dari UIN Suka solusi paling akhir

Lia mendapat keringanan dari Rp4 juta menjadi Rp2 juta. Namun, di saat bersamaan ia putus kontak dengan bapaknya yang pergi keluar kota berbulan-bulan. Akhirnya, ia harus memutuskan cuti demi bisa melanjutkan kuliah dan membeli kebutuhan penting seperti laptop dan kendaraan yang selama ini tidak ia miliki.

“Akhirnya, aku memutuskan untuk mencari pekerjaan purna waktu untuk memenuhi semua kebutuhan hidupku sendiri. Pada awal 2021 aku berhasil mendapatkannya. Meski kuliah harus menjadi kompromi. Aku memutuskan mengambil cuti satu semester,” kenangnya.

Sampai 2024 ini Lia masih berjuang untuk menuntaskan studinya. Sempat cuti satu semester dan harus kuliah sambil kerja penuh waktu bukan perkara mudah. Namun, tidak ada jalan lain selain mengupayakan semua itu.

Baca halaman selanjutnya…

Iklan

Orang tua jual sapi demi biaya kuliah anak di UNY

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 30 Januari 2024 oleh

Tags: kuliahUIN Sukauktuny
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri? MOJOK.CO
Tajuk

Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri?

29 Juni 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO
Esai

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Punya teman si paling cashless yang sama sekali tidak pegang uang tunai (cash) merepotkan. Karena tidak semua hal bisa dibayar pakai QRIS MOJOK.CO

Teman Si Paling Cashless Pemuja QRIS bikin Repot Kita yang Sedia Tunai, Kepraktisan Semu di Balik Tren Dompet Kosong

24 Juli 2026
sarjana muda gusar mencari kerja. MOJOK.CO

Realita Sarjana Muda Gusar Mencari Kerja: 4 Tahun Lamanya Berkutat dengan Buku, Lulus Kuliah Memilih Pasrah

23 Juli 2026
Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro MOJOK.CO

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro

22 Juli 2026
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31: Sumber Sukacita dan Perkuat Posisi Yogya sebagai Kota Budaya di Mata Dunia

22 Juli 2026
WiFi di Kos MOJOK.CO

Ngekos Murah Ber-WiFi Malah Tekor: Berisik, Teras Berubah Jadi Warnet Gratisan, Berujung Terusir dan Ngungsi demi Ketenangan

24 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.