Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Fakultas Ilmu Administrasi UI Dianggap “Redflag” Gara-gara Ulah Mahasiswanya, Benarkah Demikian?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
9 Juni 2025
A A
Fakultas Ilmu Administrasi UI.MOJOK.CO

Fakultas Ilmu Administrasi UI Menjadi Redflag Gara-gara 3 “Mitos” yang Sudah Jadi Rahasia Umum, Bikin Mahasiswanya Menyesal Kuliah di Sini (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Universitas Indonesia (UI) adalah kampus prestisius. Sialnya, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UI malah dikenal “redflag” gara-gara ulah oknum mahasiswanya.

***

Cuitan @mindhakim di X (Twitter) yang meminta pendapat tak populer (unpopular opinion) terkait FIA UI, ramai direspons netizen. Ada lebih dari 300-an akun yang memberi komentar melalui kutipan, sebagian besar respons negatif.

“Semua jelek, kecuali gedungnya,” kata akun, @ysuachrstnh, seperti dikutip Mojok, Kamis (12/5/2025). Banyak komentar serupa membanjiri linimasa masa saya. Namun, benarkah demikian?

Fakultas Ilmu Administrasi pic.twitter.com/lvz34XNQpm

— Rayhan Hakim (@mindhakim) May 18, 2025

Memperjuangkan UI, tapi realitas tak sesuai yang dibayangkan

Mojok sendiri menghubungi Dinda* (21), mahasiswa semester enam di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UI yang dulu sangat ngebet pengen masuk kampus ini. Bagi Dinda, bisa kuliah di kampus ini terasa seperti mimpi. Bagaimana tidak, baginya, kampus ini dikenal sebagai tempatnya mahasiswa elite mengingat lokasinya berada jantung kota metropolitan.

Sementara dia sendiri, berangkat sebagai anak desa yang kunjungannya ke Jakarta saja bisa dihitung jari. “Seingatku aku baru sekali ke Jakarta, waktu study tour SMP,” ujarnya kepada Mojok, Selasa (20/5/2025) lalu.

Makanya, membayangkan UI seperti membayangkan tempat yang nun jauh di sana. Ketika berkonsultasi dengan guru BK terkait pilihan tempat kuliahnya, opsi yang disodorkan tak jauh-jauh dari UNY, UNS, atau UGM. Alasannya, paling dekat dengan rumah.

“Tapi aku ngotot merjuangin UI di UTBK. Dan, alhamdulillah-nya pada 2022 lalu diterima di FIA UI,” jelasnya.

Sebagai “anak desa” yang kuliah di kota besar, Dinda mengaku sudah bersiap dengan segala culture shock yang bakal ia alami ketika diterima FIA UI. Ia menyebut hal tersebut sebagai niscaya; suka nggak suka bakal terjadi.

Dalam bayangannya, culture shock itu salah satunya bakal muncul dalam hal pergaulan anak mudanya yang lebih bebas. Namun, makin ke sini, ia malah makin menyadari kalau kalau culture shock itu muncul, ya, karena Fakultas Ilmu Administrasi UI itu sendiri.

“Dalam artian, aku merasa kaget karena UI yang di depan mataku ternyata nggak sesuai dengan UI yang aku bayangin,” ujarnya.

Bingung dengan kurikulum di FIA UI

Dalam kehidupan kuliah, misalnya, Dinda merasa kalau apa yang dipelajari di FIA UI itu serba nanggung. Ia “nyrempet-nyrempet” mata kuliah fakultas lain, tapi tak benar-benar mendalam. Menurut Dinda, “seperti tak punya kurikulum yang jelas.”

Sementara di kehidupan antarmahasiswa, FIA UI sering menjadi ceng-cengan mahasiswa fakultas lain. Selain karena menjadi fakultas termuda di UI, Fakultas Ilmu Administrasi juga dicap sebagai tempatnya orang-orang problematik.

Iklan

Awalnya, Dinda denial akan hal itu. Pride akan fakultas tempatnya kuliah masih lebih besar, sehingga ada rasa tidak terima ketika mendapatkan label negatif. Namun, makin ke sini ia malah makin sadar kalau label tersebut ternyata ada benarnya.

Baca halaman selanjutnya…

Benarkah FIA UI problematik?.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2025 oleh

Tags: fakultas ilmu administrasifakultas ilmu administrasi uifia uiuiuniversitas indonesia
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual MOJOK.CO
Tajuk

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual

20 April 2026
DOLC 2026. MOJOK.CO
Kilas

DAYS OF LAW CAREER 2026: Jelajahi Peluang dalam Dunia Kerja dengan Satu Langkah Pasti

27 Januari 2026
ILUNI UI gelar konser untuk bencana Sumatra. MOJOK.CO
Hiburan

ILUNI UI Gelar Penggalangan Dana untuk Sumatra lewat 100 Musisi Heal Sumatra Charity Concert

6 Desember 2025
Lulusan S2.MOJOK.CO
Kampus

Lulusan S2 UI Tinggalkan Karier Jadi Dosen di Jakarta, Pilih Jualan Online karena Gajinya Lebih Besar

5 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kemiskinan DIY menurun. MOJOK.CO

Jumlah Orang Miskin di Yogyakarta Berkurang, Penurunannya Jadi yang Tertinggi di Jawa pada Maret 2026

6 Agustus 2026
77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026
Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
burnout kerja kantoran mojok.co

Mencintai Pekerjaan tanpa Harus Menyukai Orang-Orang di Dalamnya

4 Agustus 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.