Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kos di Seturan, Saksi Perantau Pas-pasan Kerja Keras Demi Sesuap Nasi Berdampingan dengan Kehidupan Elite Mahasiswa

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
12 Juli 2024
A A
kos di seturan jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi Seturan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kos di Seturan Jogja tak ternyata tak selalu tentang hiburan dan kemewahan. Banyak cerita tentang kemalangan hidup perantau yang tersimpan di sudut-sudut gang.

Bicara kawasan Padukuhan Seturan, banyak yang akan mengasosiasikan dengan tempat-tempat hiburan dan menyenangkan. Di Jalan Seturan Raya misalnya, berderet coffee shop fancy hingga klub malam.

Orang menyebutnya sebagai jantung dari SCBD Jogja. SCBD di Jogja merupakan akronim Seturan, Condongcatur, Babarsari, dan Demangan.

Namun, jika menelisik jauh ke dalam gang-gang perkampungan, maka banyak kehidupan pahit mahasiswa dan pekerja Jogja yang tercecer dalam kamar-kamar sempit kos murah.

Gambaran itu, setidaknya Ira (28) dapatkan setelah kos di Seturan selama enam tahun. Ia tinggal di sebuah kos sederhana yang letaknya di permukiman antara Jalan Seturan Raya dengan Jalan Perumnas.

“Aku sempat menempati dua kos, masih di gang yang sama. Cuma beda bangunan aja,” katanya kepada Mojok, Sabtu

Pada 2017, ia menempati kos pertama yang terbilang sangat terjangkau. Hanya Rp300 ribu per bulan padahal di salah satu lokasi kos paling strategis di Jogja.

Namun, ada harga ada rupa. Menurutnya, fasad bangunan tersebut cukup memprihatinkan. Sampai-sampai ia menjuliknya kos “The Raid”. Merujuk kepada film laga yang dibintangi Iko Uwais yang latarnya di gedung yang terbengkalai.

“Gedungnya tingkat, ada belasan kamar, catnya putih yang sudah pudar dan berlumut,” tuturnya.

Sisi gelap kos di Seturan

Lama kos di wilayah Bantul, pindah ke Seturan memang sesuai dengan apa yang orang-orang bilang. Kos tanpa induk semang membuatnya aturannya bebas.

“Kuncinya cuma satu, jangan sampai ribut dan ganggu tentangga saja,” ungkapnya.

Bahkan, tidak jelas sebenarnya kos itu khusus untuk laki-laki atau perempuan. Pasalnya, ada penghuni yang laki-laki, perempuan, hingga tinggal berdua di kos.

Salah satu kenangan yang tidak terlupakan saat kos di Seturan itu adalah keberadaan pasangan di kamar sebelah. Pernah suatu ketika, tengah malam, tiba-tiba ya mendengar benturan di tembok beberapa kali.

“Habis itu ada suara tangisan. Samar-samar minta tolong juga,” kenangnya.

Iklan

Ira yang malam itu baru pulang lemburan di kantor sebenarnya khawatir dan penasaran. Namun, rasa lelah dan sungkan karena masih tergolong penghuni baru membuatnya tidak bertindak apa-apa.

Baca halaman selanjutnya…

Hidup lagi berat-beratnya malah kehilangan motor di kos

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2024 oleh

Tags: Jogjakos di seturankos jogjaseturan
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa
Sekolahan

Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

29 April 2026
kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO
Aktual

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO
Pojokan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Jakarta naik transum kereta KRL

KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa

29 April 2026
Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa

Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

29 April 2026
Mie ayam bintang di Jakarta. MOJOK.CO

Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

29 April 2026
Tahlilan ibu-ibu di desa: acaranya positif tapi ternodai kebiasaan gibah dan maido MOJOK.CO

Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

28 April 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.