Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Rembug Perempuan Jogja: Upaya Memfasilitasi Kebangkitan Ekonomi Perempuan Indonesia

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
28 November 2024
A A
Rembug Perempuan Jogja di UGM: dukung kebangkitan ekonomi perempuan MOJOK.CO

Ilustrasi - Rembug Perempuan Jogja di UGM: dukung kebangkitan ekonomi perempuan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tidak kurang dari 1000 perempuan memadati Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam rangka Rembug Perempuan Jogja. Ribuan perempuan itu mewakili berbagai elemen, antara lain perempuan wirausaha, pekerja, pengusaha, sektor informal, akademisi, mahasiswa, ASN, pemerhati gender dan pembangunan, aktivis LSM, serte media.

Rembug Perempuan Jogja yang berlangsung Kamis (28/11/2024) mengusung tema “Kebangkitan Ekonomi Perempuan”.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (P3AP2) DIY, Erlina Hidayati Sumardi menyebut, Rembug Perempuan Jogja pada prinsipnya mengambil semangat dari Kongres Perempuan Indonesia Pertama yang berlangsung pada di Jogja pada 1928 silam. Yakni untuk mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan perempuan Indonesia.

Memastikan perempuan dapat mengembangkan potensinya

“Tema yang diangkat pada kesempatan ini adalah Kebangkitan Ekonomi Perempuan. Hal ini dilatarbelakangi persoalan krusial bagi perempuan adalah ekonomi,” ujar Erlina dalam sambutannya.

Di Indonesia, jelas Erlina, peran perempuan dalam pembangunan ekonomi kini mulai diakui dan diperhatikan. Sebab, perempuan memiliki potensi yang besar dalam menggerakkan perekonomian negara.

Hanya saja, masih banyak kendala dan hambatan yang perlu diatasi untuk memastikan perempuan dan anak perempuan dapat mengembangkan potensinya secara maksimal. Syukur bisa sampai berkontribusi dalam masyarakat dan perekonomian (Women Economy Empowerment).

Dihadang hambatan besar

Data BPS mencatat, memang sudah ada 64% Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dikelola oleh perempuan. Akan tetapi, angka tersebut merupakan angka keterwakilan secara besar di bisnis skala mikro saja.

“Sayangnya, angka 64% UMKM perempuan ini didominasi subsisten. Karena pemilik usaha merasa tidak memiliki peluang untuk bekerja di tempat lain,” ungkap Erlina.

Rembug Perempuan Jogja: dukuk kebangkitan ekonomi perempuan MOJOK.CO
Kepala Dinas DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi. (YouTube/DP3AP2 DIY)

“Tujuan membuka usaha pun hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Potensi besar namun hambatan masih cukup besar untuk dilewati,” imbuhnya.

Situasi itulah yang kemudian melatarbelakangi diselenggarakannya Rembug Perempuan Jogja. Sebab, menempatkan pemberdayaan ekonomi perempuan di jantung diskusi adalah kunci untuk memberikan global exit strategy yang sukses.

Rembug Perempuan Jogja: dukungan untuk penguatan ekonomi perempuan

Dalam sambutannya, Erlina memaparkan, setidaknya ada tiga tujuan utama diselenggarakannya Rembug Perempuan Jogja oleh Dinas P3AP2 DIY dan UGM, antara lain:

  1. Membuka perspektif ekonomi perempuan, mempromosikan pentingnya kepemimpinan perempuan dalam dunia usaha, dan melihat peluang pengembangan ekonomi perempuan.
  2. Mendiskusikan langkah dan implementasi konkrit sebagai bentuk aksi untuk: (1) memperkuat komitmen pemerintah, swasta, perguruan tinggi serta lintas sektor dalam berkontribusi terhadap isu perempuan dan ekonomi. (2) Membangun komitmen bersama dan rencana aksi, dan (3) Membangun pengetahuan, kompetensi teknis dan penguatan kapasitas di isu gender dan ekonomi.
  3. Mendiskusikan dan meraih kesepakatan pada aksi dan dukungan kebutuhan untuk penguatan ekonomi perempuan berupa perjanjian kerja sama pembinaan ekspor, pelatihan, dan penguatan kapasitas.

Rembug Perempuan Jogja: dukungan memfasilitasi UMKM perempuan

Rembug Perempuan Jogja yang berlangsung di UGM pun menjadi momen untuk launching Ekosistem Women Go Global yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah DIY.

“Dinas P3AP2 DIY dengan UGM dan Perusahaan Exporthub.id bekerja sama untuk mengembangkan ekosistem yang memfasilitasi UMKM, utamanya perempuan, untuk go public,” terang Erlina. Selain itu juga memfasilitasi peran mahasiswa sebagai afiliator bagi produk-produk UMKM.

Iklan

“Pada pengembangan kerja sama ke depan akan dilakukan pendampingan oleh Exporthub.id untuk produk yang potensial untuk dikembangkan ekspor. Terutama ke pasar Tiongkok,” tambahnya.

Harapan Erlina, kerja sama tersebut bisa direplikasi dengan berbagai bentuk pengembangan, utamanya UMKM perempuan agar kebangkitan ekonomi perempuan bisa terwujud.

Sebuah langkah awal

Sebelum kegiatan puncak Rembug Perempuan Jogja, sudah berlangsung berbagai kegiatan untuk mendukung ekosistem Perempuan Go Global yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah DIY, UGM, dan Exporthub.id.

Hasilnya, ada sebanyak 51 UMKM Global on boarding E Commerce, 102 UMKM Local in boarding E Commerce, 3 produk menjadi mitra exporthub.id dan masuk ke pasar lokal dan global, dan 422 mahasiswa menjadi afiliator exporthub.id untuk memasarkan produk produk UMKM Perempuan DIY.

Bagi Erlina, hasil tersebut hanya lah langkah awal dari pengembangan kerja sama yang bisa direplikasi ke banyak pihak yang terlibat. Untuk itu, dia berharap nantinya banyak pihak yang berkenan juga mereplikasi me-launching kerja sama Ekosistem Women Go Global.

Jangan takut, harus coba

Rembug Perempuan Jogja yang berlangsung di UGM itu juga menghadirkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, sebagai represntasi sosok perempuan yang bangkit secara ekonomi.

Kepada ribuan perempuan yang memadati Grha Sabha Pramana UGM, perempuan dengan jargon “Tenggelamkan!” itu memberi banyak insight perihal bagaimana perempuan seharusnya berdaya secara ekonomi.

“Jangan terlalu berpikir saya ini perempuan (merasa inferior karena gender), lepas saja. Jadi lakukan apa yang ingin lakukan, lalu kita pikir cara pengerjaannya,” ujar Susi dengan suara seraknya yang khas.

Rembug Perempuan Jogja: dukuk kebangkitan ekonomi perempuan MOJOK.CO
Susi Pudjiastuti saat memberi sambutan. (YouTube/DP3AP2 DIY)

“Kalau takut, ya harus coba. Kalau tidak coba, tidak bisa tahu. Kalau salah biasa. Kalau rugi, ya harus efisien, kita hitung lagi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Susi juga membagikan hal-hal yang bisa membuat bisnis seorang perempuan bisa menjadi lebih kuat. Salah satunya melalui membangun ikatan keluarga yang kuat dan saling support satu sama lain.

Selebihnya, Susi lantas menyimak dan memberi masukan atas curhatan-curhatan dari para perempuan yang hadir di Rembug Perempuan Jogja tersebut.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Beratnya Perempuan Muda Aceh Jadi Saksi KDRT di Rumahnya Sendiri

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 3 Desember 2024 oleh

Tags: Jogjaperempuan jogjaRembug Perempuan Jogja
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO
Urban

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO
Sekolahan

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
Nasihat rezeki dan keuangan dari ibu-ibu penjual angkringan di Jogja yang bisa haji 2 kali MOJOK.CO
Sosok

Wejangan Rezeki dan Uang dari Ibu Penjual Angkringan, Membalik Logika Ekonomi Anak Muda yang Anxiety in this Economy

11 Mei 2026
Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Hadirkan Rasa Takut MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Menghadirkan Rasa Takut tapi Ternyata Menjadi Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Diceritakan

7 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Saat ini kita sangat butuh sentuhan rasa manusia dalam komunikasi digital sehari-hari MOJOK.CO

Komunikasi Digital Sangat Butuh “Sentuhan Rasa Manusia”: Agar Tak Cuma Perbincangan Datar tapi Juga Merasa Didengar, Dihargai dan Dipahami

19 Mei 2026
Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Balita Gizi Buruk di Bogor hingga Oknum Nakes yang Promosikan Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026
Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal MOJOK.CO

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.