Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

Redaksi oleh Redaksi
5 Agustus 2026
A A
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Ilustrasi - Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO, JOGJA – Unggahan Ikatan Penerbit Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (IKAPI DIY) menuai kritik keras dari sejumlah toko buku dan reseller di Jogja. 

Selasa (4/8/2026), IKAPI DIY mengunggah materi promosi yang dinilai kontroversial untuk acara Jogja Book Fair yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus-8 September 2026 di halaman Grhatama Pustaka DPAD DIY. 

Iklan

Materi tersebut terdiri dari beberapa slide. Dibuka dengan informasi umum soal waktu dan lokasi acara, lalu informasi soal diskon besar yang ditawarkan, dan ditutup dengan tulisan: “Harga Buku Lebih Murah dari Toko Langgananmu.” Slide terakhir inilah yang kemudian memicu kritik dari sejumlah reseller dan tuku buku di Jogja. 

Materi promosi Jogja Book Fair IKAPI DIY yang menyinggung reseller dan toko buku di Jogja MOJOK.CO
,Materi promosi Jogja Book Fair IKAPI DIY yang menyinggung reseller dan toko buku di Jogja. (Instagram IKAPI DIY)

Saat toko buku dijadikan pembanding negatif

Kritik kepada IKAPI DIY di antaranya dilayangkan oleh Dana Gumilar, pendiri toko buku indie Berdikari Book. Melalui surat sikapnya, Dana mengatakan bahwa seharusnya pameran buku menjadi ruang untuk memperluas pembaca, bukannya menggiring narasi yang membuat publik malah mencurigai toko buku langganan sebagai pihak yang membuat harga buku menjadi mahal. 

Selama ini, lanjut Dana, toko buku telah bekerja sepanjang tahun untuk merawat pembaca. Lalu pameran buku datang dengan mengobral harga murah yang terasa meremehkan kerja panjang itu. 

“Murah bukan masalah. Yang culas ialah menjadikan toko buku pembanding negatif. Seolah keberlangsungan ekosistem pantas dikorbankan demi keramaian sesaat belaka,” ujarnya dalam surat sikapnya yang juga diunggah di akun Instagram resmi Berdikari Book, Rabu (5/8/2026). 

“Toko buku sudah dihimpit biaya admin marketplace yang menjulang tinggi. Ironisnya, IKAPI sebagai organisasi perbukuan justru menusuk dari sisi lain,” sambungnya. 

Slogan yang mendidik pembaca menunggu obral alih-alih menghargai ekosistem 

Dana menyayangkan betul narasi “…Lebih murah dari toko buku langgananmu” dari IKAPI DIY. Sebba, baginya, IKAPI mestinya melindungi mata perbukuan, bukan ikut memasarkan ilusi bahwa toko buku langganan adalah hambatan antara pembaca dan harga buku murah. 

IKAPI, sebagai organisasi perbukuan, juga seharusnya dan sekaligus diharapkan menjaga ekosistem. Tapi narasi promosi pameran buku tersebut, menurut Dana, justru mengajari sebaliknya: mengajari pasar meminggirkan toko buku. 

Yang harus dicatat, reseller dan toko buku menanggung sewa, pegawai, promosi, retur, serta stok buku yang mengendap. Maka ketika pameran buku menjual buku lebih murah sambil menyindir toko buku, Dana menyebutnya: yang sedang ditonton bukanlah literasi, tetapi kanibalisme di dalam industri buku itu sendiri. 

“Akses buku murah itu penting. Tetapi menjadikan toko buku sebagai musuh harga adalah cara malas memahami biaya, kerja, dan keberlanjutan industri,” tegas Dana. 

“Kalau ekosistem perbukuan direduksi menjadi adu murah, jangan heran pembaca akhirnya mencari bajakan,” tambahnya. 

Kalimat itu tidak seharusnya keluar

Tidak hanya Dana, sejumlah toko buku dan pelaku buku di Jogja turut menyuarakan keresahan serupa. Tidak lama berselang, KIP DIY akhirnya menurunkan materi promosi tersebut.

Melalui klasifikasi tertulisnya, pihak IKAPI DIY menyampaikan permohonan maaf karena telah menyinggung sejumlah pihak. 

Iklan

“Tidak ada maksud kami menyinggung pihak tertentu. Kalimat itu tidak seharusnya keluar dari kami,” tulis IKAPI DIY. 

IKAPI DIY juga menegaskan, sebagian bagian dari ekosistem perbukuan di Jogja, pihaknya selalu mengajak semua pihak yang ada di dalam ekosistem buku (penulis, penerbit, toko buku, reseller, dll) untuk menjadi bagian dari program IKAPI DIY. 

“Terimakasih kepada semua pihak yang sudah kritik dan masukan kepada kami untuk terus berproses. Kami sangat terbuka dengan semua masukan,” tegas IKAPI DIY. 

BACA JUGA: Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak Terliterasi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2026 oleh

Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)
Kabar

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO
Kabar

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Putus pertemanan di lingkungan kantor yang toxic. MOJOK.CO
Urban

Putus Pertemanan dengan Rekan Kerja Toxic adalah Jalan Terakhir Saya Hidup Bahagia dari Drama Usia 30-an

5 Agustus 2026
Mie Gacoan, desa. MOJOK.CO
Sehari-hari

Mie Gacoan Oleh-Oleh Wajib Saat Pulang Kampung: Tak Peduli Sudah Dingin dan Keras, Tetap Dinikmati demi Gengsi dan Validasi

5 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Putus pertemanan di lingkungan kantor yang toxic. MOJOK.CO

Putus Pertemanan dengan Rekan Kerja Toxic adalah Jalan Terakhir Saya Hidup Bahagia dari Drama Usia 30-an

5 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer MOJOK.CO

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer

3 Agustus 2026
Nasirun, pelukis-seniman maestro berpulang dengan meninggalkan ingatan kebaikan MOJOK.CO

Hadiah Lukisan Topeng dari Membetulkan Antena TV dan Laku Hidup Seorang Nasirun

1 Agustus 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.