Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026”. Ajang internasional yang pertama digelar di tingkat Asia ini, bakal diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai komunitas senam se-Asia pada tanggal 15-19 Oktober 2026 mendatang.
Berbeda dengan gymnastic kompetitif lainnya, “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” menjadi ajang kejuaraan bagi cabang olahraga Gymnastics for All (GFA).
GFA adalah cabang olahraga senam rekreasi yang inklusif dan bersifat non kompetitif, sehingga dapat diikuti oleh semua kalangan, tanpa memandang batasan usia, kemampuan, atau latar belakang.
Disiplin ini lebih menitikberatkan pada kebugaran, kesenangan, persahabatan, serta penampilan kelompok yang mengedepankan semangat rekreasi dan gaya hidup sehat melalui gerakan gymnastic.
Yogyakarta punya potensi besar dalam sport tourism
Setelah Thailand mengundurkan diri sebagai tuan rumah, Komite Eksekutif Asian Gymnastics Union (AGU) memutuskan secara bulat untuk mengadakan ajang ini di Indonesia, tepatnya di DIY.
Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia, Ita Yuliati Irawan menjelaskan Jogja dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” karena menjadi kota tujuan wisata di Indonesia.
“Kami melihat Jogja memiliki potensi besar dalam pengembangan sport tourism, sekaligus kami ingin mendukung program pemerintah di sektor olahraga dan pariwisata,” ucapnya dalam pertemuan di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Senin (20/7/2026).

Ita berujar, sampai saat ini sudah ada tujuh negara yang mengonfirmasi akan turut serta pada 1st Asian Gym for Life Challenge 2026. Beberapa di antaranya ialah Denmark, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Sri Lanka.
Dia pun berharap, “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” dapat menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata Indonesia di mata internasional melalui perpaduan olahraga, pertunjukan, dan aktivitas komunitas.
“Acara ini diperkirakan akan melibatkan sekitar 500 orang. Acara sendiri akan kami adakan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM). Dan untuk memeriahkan rangkaian kegiatan, akan kami adakan acara senam bersama sebagai pra acara,” tuturnya.
Gym for All terbuka untuk teman-teman difabel
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X pun menyambut baik ajang “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” ini. Dia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Komite Eksekutif AGU untuk memilih Jogja sebagai tuan rumah.
Dia berharap, “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas, tak terkecuali melibatkan teman-teman difabel di DIY untuk ikut berpartisipasi. Sebagai daerah yang inklusif, kata dia, Pemda DIY selalu mendorong adanya partisipasi dari para penyandang disabilitas.
Selain itu, komunitas-komunitas di DIY juga bisa diundang untuk memeriahkan acara, utamanya komunitas yang dekat dengan GFA, seperti klub senam, dansa, ataupun tari.
“Semoga acara ini nantinya berjalan lancar, dan olahraga Gymnastics for All bisa lebih dikenal. Manfaatkan pula media digital untuk semakin menggaungkan acara maupun cabang olahraga ini,” kata Sri Paduka saat menerima para pengurus Federasi Gimnastik Indonesia di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Senin (20/7/2026).
HUMAS DIY
BACA JUGA: Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














