Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
20 Juli 2026
A A
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menyambut kunjungan Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Gimnastik Indonesia (PB FGI) Ita Yuliati. (sumber: Humas DIY)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026”. Ajang internasional yang pertama digelar di tingkat Asia ini, bakal diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai komunitas senam se-Asia pada tanggal 15-19 Oktober 2026 mendatang.

Berbeda dengan gymnastic kompetitif lainnya, “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” menjadi ajang kejuaraan bagi cabang olahraga Gymnastics for All (GFA). 

Iklan

GFA adalah cabang olahraga senam rekreasi yang inklusif dan bersifat non kompetitif, sehingga dapat diikuti oleh semua kalangan, tanpa memandang batasan usia, kemampuan, atau latar belakang. 

Disiplin ini lebih menitikberatkan pada kebugaran, kesenangan, persahabatan, serta penampilan kelompok yang mengedepankan semangat rekreasi dan gaya hidup sehat melalui gerakan gymnastic.

Yogyakarta punya potensi besar dalam sport tourism

Setelah Thailand mengundurkan diri sebagai tuan rumah, Komite Eksekutif Asian Gymnastics Union (AGU) memutuskan secara bulat untuk mengadakan ajang ini di Indonesia, tepatnya di DIY. 

Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia, Ita Yuliati Irawan menjelaskan Jogja dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” karena menjadi kota tujuan wisata di Indonesia. 

“Kami melihat Jogja memiliki potensi besar dalam pengembangan sport tourism, sekaligus kami ingin mendukung program pemerintah di sektor olahraga dan pariwisata,” ucapnya dalam pertemuan di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Senin (20/7/2026).

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Gimnastik Indonesia (PB FGI) Ita Yuliati (tengah kiri) bertemu dengan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X (tengah kanan). (sumber: Humas DIY)

Ita berujar, sampai saat ini sudah ada tujuh negara yang mengonfirmasi akan turut serta pada 1st Asian Gym for Life Challenge 2026. Beberapa di antaranya ialah Denmark, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Sri Lanka. 

Dia pun berharap, “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” dapat menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata Indonesia di mata internasional melalui perpaduan olahraga, pertunjukan, dan aktivitas komunitas.

“Acara ini diperkirakan akan melibatkan sekitar 500 orang. Acara sendiri akan kami adakan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM). Dan untuk memeriahkan rangkaian kegiatan, akan kami adakan acara senam bersama sebagai pra acara,” tuturnya.

Gym for All terbuka untuk teman-teman difabel

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X pun menyambut baik ajang “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” ini. Dia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Komite Eksekutif AGU untuk memilih Jogja sebagai tuan rumah. 

Dia berharap, “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas, tak terkecuali melibatkan teman-teman difabel di DIY untuk ikut berpartisipasi. Sebagai daerah yang inklusif, kata dia, Pemda DIY selalu mendorong adanya partisipasi dari para penyandang disabilitas. 

Selain itu, komunitas-komunitas di DIY juga bisa diundang untuk memeriahkan acara, utamanya komunitas yang dekat dengan GFA, seperti klub senam, dansa, ataupun tari.

“Semoga acara ini nantinya berjalan lancar, dan olahraga Gymnastics for All bisa lebih dikenal. Manfaatkan pula media digital untuk semakin menggaungkan acara maupun cabang olahraga ini,” kata Sri Paduka saat menerima para pengurus Federasi Gimnastik Indonesia di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan Yogyakarta pada Senin (20/7/2026).

Iklan

HUMAS DIY

BACA JUGA: Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2026 oleh

Tags: 1st Asian Gym for Life Challenge 2026DIYGFAgym untuk difabelgymnasticGymnastics for AllJogjalomba gymlomba senamsenam untuk difabelYogyakarta
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO
Sekolahan

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.