Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

“Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
23 April 2026
A A
Solo date lebih asik daripada nongkrong bareng teman. MOJOK.CO

ilustrasi - solo date di usia 25 tahun. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tak hanya di Indomaret, pekerja Jogja itu juga sering solo date di kafe. Aktivitasnya bisa macam-macam. Mulai dari baca buku, mindfulness dengan mengamati sekitar, atau sekadar melamun guna introspeksi diri. 

Jurnal berjudul “Pemaknaan Nongkrong bagi Mahasiswa Yogyakarta” pernah menyebut kalau nongkrong bisa menjadi sarana self-healing atau proses pemulihan diri, karena ruang sendiri mampu mempengaruhi kestabilan emosi seseorang. Terlebih jika diselingi dengan white noise.

“White noise merupakan  suara-suara  di sekitar  yang  berfrekuensi  rendah  yang mampu  menstabilkan  emosi  seseorang, di mana hal ini dapat ditemukan dari suara halus  mesin  penggiling  kopi,  dentingan gelas,  dan  obrolan  pengunjung  kafe,” ujar Ganistria Marbawani dan Grendi Hendrastomo dikutip dari Jurnal Kajian Sosiologi.

Normalisasi orang usia 25 yang ingin solo date 

Ketika orang lain tidak terbiasa pergi sendiri, Izza mengaku sudah dididik harus mandiri sejak kecil, sebab orang tuanya sibuk bekerja bahkan sampai ia dititipkan ke tetangga. Izza juga sering mendapat penolakan dari orang-orang sekitar saat ingin mengajak mereka pergi bersama.

“Aku sering dikecewain orang, jadinya males ribet. Harus nunggu mereka bisa lah, janjian dulu lah. Apalagi di usia menjelang 25 ini, banyak temanku yang nggak bisa diajak pergi dadakan. Alhasil aku lebih nyaman sendiri, karena nyaman saja. Nggak ada yang bikin buru-buru,” kata Izza.

Namun, bukan berarti dia selalu menolak tiap diajak pergi bersama. Untuk beberapa aktivitas yang serunya baru terasa saat dilakukan ramai-ramai, kata Izza, dia bakalan ikut. Hanya saja, kegiatan yang sifatnya personal, seperti belanja, kerja di kafe, nonton bioskop, lebih suka ia lakukan sendiri.

Bahkan kadang-kadang, dengan solo date, Izza bisa bertemu dengan orang-orang baru. Saling berbagi perspektif dan mengambil pelajaran hidup dari satu sama lain. Pada akhirnya, Izza sadar kalau ternyata hidup nggak harus bergantung ke orang lain. 

“Solo date bikin aku lebih peka terhadap sekitarku. Jadi lebih sering ngeliatin keadaan sekitar dan orang-orang dengan kesibukannya, lebih noticing hal detail aja tentang bagaimana dunia ini bekerja,” kata Izza.

Oleh karena itu, Izza berharap orang-orang mulai menormalisasi kegiatan solo date. Tak perlu dikasihani. Bahkan, bisa jadi mereka adalah orang yang sudah berdamai dengan dirinya. Berani dan tangguh secara mental.

Penulis: Aisyah Amira Wakang 

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Baru Deep Talk dengan Bapak di Usia 25, Bikin Sadar kalau Selama Ini Dia Sangat Kesepian dan Pikul Beban Sendirian atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 24 April 2026 oleh

Tags: kesehatan mentalNongkrongnongkrong di kafeself-healingsolo dateusia 25
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO
Catatan

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO
Liputan

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
mabar game online.MOJOK.CO
Catatan

Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar

23 April 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO
Catatan

Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami

22 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak (Unsplash)

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

22 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Lulusan SMK cuma kerja jadi pegawai di SPBU, diremehkan saudara tapi malah jadi tempat ngutang MOJOK.CO

Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

21 April 2026
4 jenis pengendara motor di pantura seperti Rembang yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya MOJOK.CO

4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!

23 April 2026
Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.