Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
24 Februari 2026
A A
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Ilustrasi - MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi salah satu program prioritas pemerintah. Tujuannya, untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak, serta ibu hamil dan menyusui. Karena itu, sebelum Ramadan, MBG disalurkan ke sekolah-sekolah secara langsung. Namun pertanyaannya, saat bulan Ramadan seperti ini, apakah MBG akan dibagikan saat berbuka puasa dan sahur?

Memperkirakan pembagian seperti ini, beginilah taksiran “kekuatan” kandungan gizi dari sahur dengan MBG untuk berpuasa sepanjang hari.

Iklan

Mari kita amati.

MBG dari kacamata orang tua

Sebelum itu, MBG sudah berjalan lebih dari satu tahun. Menurut orang tua salah seorang murid di Jogja, Debbie (31), MBG cukup membantunya untuk membuat anak menghabiskan makanan. 

Mengingat anaknya yang berusia 4 tahun justru sulit makan di rumah, makan di sekolah melalui MBG ini berhasil membuat anaknya mau makan di sekolah bersama teman-temannya dengan lebih antusias.

“Aku seneng karena anakku justru mau makan sendiri dan makanannya habis kalau di sekolah. Padahal, di rumah dia termasuk yang susah makan,” katanya, Selasa (24/2/2026).

Menurut Debbie, keberhasilan ini bisa jadi dipengaruhi oleh menu yang sesuai dengan selera anaknya atau suasana makan bersama yang meningkatkan nafsu makan. “Jadi ada dampak positifnya entah karena menunya emang cocok atau faktor suasana makan bareng teman-teman yang bikin lebih semangat,” tambahnya.

Dengan anak yang lebih mudah makan dengan MBG itu, Debbie menilai, MBG cukup membantu memenuhi asupan harian anak. Namun, di lain sisi, perlu ada penyesuaian khusus saat bulan Ramadan, mengingat anak-anak yang beraktivitas penuh dan masih dalam usia pertumbuhan.

“Selama ini saat MBG rutin diberikan, aku liat sih cukup membantu asupan hariannya,” akunya.

“Tapi kalau dikaitkan dengan puasa, menurutku perlu penyesuaian khusus. Anak-anak yang mulai belajar puasa butuh asupan yang benar-benar seimbang dan cukup kalorinya, terutama protein dan energi tahan lama,” ujarnya menambahkan.

Tanggapannya ini mengacu pada perubahan menu MBG saat Ramadan yang berganti menjadi menu makanan kering. Menurutnya, menu kering tidak cukup untuk menjaga stamina anak sampai waktu berbuka. 

“Kalau hanya mengandalkan menu yang sifatnya ringan atau kering, mungkin kurang cukup untuk menjaga stamina sampai waktu berbuka,” ujarnya.

MBG saat sahur untuk memenuhi asupan gizi puasa

Tidak hanya menjadi perhatian Debbie, kecukupan gizi anak saat berpuasa menjadi perhatian seluruh orang tua. Oleh karena itu, pelaksanaan MBG saat Ramadan menjadi perhatian.

Beberapa waktu lalu, isu MBG akan dibagikan saat sahur juga sempat viral. Meskipun, informasi ini telah dibantah oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Iklan

“Informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks,” ujar Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Namun kemudian, sebelum klarifikasi ini dikeluarkan, dapat dibayangkan ketika MBG dibagikan saat sahur. Di satu sisi, bisa jadi MBG akan membantu mempermudah pemilihan menu sahur. Di lain sisi, bisa jadi ada kecukupan gizi yang harus dipertanyakan: apakah benar-benar terpenuhi?

Mari kita buat “taksiran” perhitungannya.

Menghitung gizi dari menu MBG versi Ramadan

Untuk diketahui lebih dulu, MBG saat Ramadan tetap berjalan, tetapi dengan makanan yang kering. 

Jadilah, tulisan ini akan bantu mengira-ngira gizi menu yang disajikan dengan mengambil dari tiga sampel menu MBG yang telah diabadikan, disebarkan di media sosial.

Menu MBG saat Ramadan (Sumber: X/nifar4ngantukZz)
Menu MBG saat Ramadan (Sumber: X/nifar4ngantukZz)

Dari menu di atas, estimasi nilai gizi per komponennya adalah:

  • Susu UHT 110 ml mengandung ± 77 kkal
  • 3 buah kurma mengandung ± 80 kkal
  • Abon sapi ± 150 kkal
  • 1 roti ± 100 kkal

Total estimasi kalorinya adalah 407 kkal.

Menu MBG di bulan Ramadan (Sumber: X/nifar4ngantukZz)
Menu MBG di bulan Ramadan (Sumber: X/nifar4ngantukZz)

Perkiraan nilai gizinya adalah:

  • 1 telur rebus ± 77 kkal
  • 1 jeruk  ± 80  kkal
  • Susu UHT 105 ml ± 70 kkal
  • 1 roti ± 100 kkal

Totalnya, estimasi kalori dari menu di atas adalah ± 327 kkal.

Menu rapel MBG saat Ramadan
Menu rapel MBG saat Ramadan (Sumber: Dokumentasi pribadi Debbie)

Perkiraan nilai gizinya:

  • Susu UHT 125 ml ± 90 kkal
  • 1 roti tawar ± 100 kkal
  • 1 roti abon ± 200 kkal
  • 1 jeruk ± 80 kkal

Estimasi kalorinya adalah ± 470 kkal. Namun, sajian ini adalah menu dari hasil “rapel” selama tiga hari pada pekan ini.

Kebutuhan gizi saat puasa

Nah, setelah tahu perkiraan nilai gizi dari menu-menu MBG yang diambil berdasarkan sampel yang beredar di media sosial, kemudian diperhitungkan menggunakan aplikasi fatsecret. Saatnya kita mengetahui nilai gizi yang dibutuhkan selama berpuasa di bulan Ramadan.

Dilansir dari Hello Sehat, nilai gizi yang dibutuhkan untuk anak-anak berdasarkan usianya adalah berikut.

  • 0-5 bulan: 550 kkal
  • 6-11 bulan: 800 kkal
  • 1-3 tahun: 1350 kkal
  • 4-6 tahun: 1400 kkal
  • 7-9 tahun: 1650 kkal

Rumah sakit di bilangan Jabodetabek, Eka Hospital, juga menyebutkan bahwa anak-anak berusia 4-9 tahun membutuhkan sekitar 1.400 sampai 1.650 kkal agar tidak lemas saat puasa

Kebutuhan ini meningkat untuk anak laki-laki remaja (usia 10-18 tahun) yang butuh sekitar 2.000-2.650 kkal, sedangkan remaja perempuan memerlukan 1.900-2.100 kkal.

Kalau dibandingkan dengan asupan gizi dari satu sajian menu MBG yang berada pada kisaran 300-440 kkal, gizi ini masih jauh dari asupan total harian. Artinya, apabila ingin tetap “kuat” saat puasa, orang tua perlu mempersiapkan makanan tambahan. 

Namun dibandingkan itu, asupan gizi berdasar nilai kalori yang lebih mendekati untuk penerima manfaat bayi usia 0-5 bulan ini, saya kira bisa dipertimbangkan untuk mengubah sasaran menjadi anak-anak usia 19 tahun yang sudah menduduki bangku perkuliahan.

Saat usia itu, makan dengan satu roti saja sudah mewah. Jadi, mungkin menu sahur (yang kini saat puasa) MBG bisa disedekahkan untuk mahasiswa saja?

Soalnya, bagi mahasiswa, bisa berbuka puasa saja sudah syukur.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA Yang Diuntungkan dan Yang Terpinggirkan Akibat Program Makan Bergizi Gratis di Jogja dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2026 oleh

Tags: asupan giziasupan gizi harianjasa membangunkan sahurkebutuhan nutrisimakan bergizi gratisMBGMenu Buka Puasamenu sahurmenu sahur mahasiswanutrisi ramadanpuasa mahasiswa
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO
Esai

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Tips Memulai Usaha Coffee Shop yang Tahan Disiksa Negara MOJOK.CO
Cuan

Tips Memulai Usaha dari Mantan Lulusan CPNS yang Memilih Menyiksa Diri Menjadi Pengusaha Coffee Shop

21 Juni 2026
Jika kantin sekolah dilibatkan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), maka bisa meningkatkan efektivitas dan memberi dampak ekonomi nyata. MOJOK.CO
Kabar

Jika Kantin Sekolah Dilibatkan MBG: Bisakah Tekan Anggaran dan Apa Dampaknya bagi Ekonomi Warga?

17 Juni 2026
Jingle MBG Mas Bahlil Ganteng: ejekan ke figur politik tapi jadi alat reproduksi popularitas, buktinya Partai Golkar senang MOJOK.CO
Kabar

MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Over-eksposur: Bahasa Kritik tapi Jadi Alat Reproduksi Popularitas, Bikin Golkar Senang

28 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

dosen.MOJOK.CO

Butuh Biaya Puluhan Juta Demi Ijazah S2-S3, tapi Negara Malah “Melegalkan” Dosen Digaji di Bawah UMR

23 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Cerita awardee Beasiswa LPDP University of Edinburgh, Skotlandia, pilih pulang ke Indonesia untuk bangun bisnis brand tas kerja lokal MOJOK.CO

Pulang Kuliah dari Skotlandia Pilih Bisnis Tas Lokal di Indonesia: Buka Lapangan Kerja hingga Terlibat Pemberdayaan Perempuan

29 Juni 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri? MOJOK.CO

Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri?

29 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.