Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
3 Februari 2026
A A
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

ilustrasi - seorang pramugari putuskan resign karena menikah. Dihujat salah pilih suami. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang pramugari asal Surakarta ini harus melepaskan cita-citanya atau resign setelah menikah dan beralih karier jadi pedagang kopi keliling. Bukan karena salah pilih suami, tapi rasa bosan yang menyelimuti kehidupan setelah menikah.

Pramugari adalah cita-cita saya sejak kecil

Pada 2015 lalu, cita-cita Verena Ayu (29) akhirnya terwujud. Waktu itu, ia sama sekali tak kepikiran untuk kuliah dan langsung mendaftar sebagai pramugari setelah lulus SMK. Di awal-awal mendaftar, ia sempat mengalami penolakan. 

Setahun berselang, ia mencoba mendaftar untuk yang kedua kalinya sampai akhirnya diterima di maskapai berlogo kepala singa. Betapa senangnya dia saat itu, karena menjadi seorang pramugari adalah cita-citanya sejak kecil, meski pada akhirnya ia harus resign setelah menikah.

“Waktu kecil aku sering diajak ke bandara sama almarhum kakek. Terus aku lihat orang yang berprofesi sebagai pramugari lalu-lalang dan kakek selalu bilang ‘nanti besar jadi pramugari ya,’ pesannya,” cerita Verena sembari mengingat masa lalu, Minggu (1/1/2026).

Selama menjadi pramugari, banyak tantangan yang harus ia hadapi tapi tak ada sedikitpun pikiran untuk resign. Seperti konsekuensi pekerjaan pada umumnya, ia harus jauh dari keluarga. Karena penugasannya lebih banyak di Jakarta, maka ia memutuskan merantau sedangkan keluarganya ada di Surakarta. 

“Di hari-hari tertentu seperti libur lebaran atau tahun baru, aku nggak bisa libur jadi sulit bertemu keluarga,” ucap Verena.

Belum lagi jadwal penerbangan pesawat yang padat. Walaupun misalnya, perkiraan waktu keberangkatan (ETD)-nya dimulai dari pukul 09.00 WIB dan berakhir pada 16.00 WIB, tapi Verena harus sudah ada di bandara setidaknya dari pukul 07.30 WIB untuk sign on.

Jika terdapat jadwal penerbangan lanjutan pada keesokan harinya dan bukan karena kerusakan, maka Verena harus mematuhi prosedur remain overnight atau RON. Di mana, ia harus menginap semalaman di bandara tujuan atau transit. Selain itu, pesawat juga perlu dirawat dan dibersihkan.

“Biasanya bisa 2-6 hari harus stay di beberapa kota. Jadi 6 hari kerja, 1 hari libur,” jelas Verena. 

Usai resign dan menikah, terjebak pada rasa bosan

Setelah 8 tahun menjalani profesi sebagai pramugari, Verena pun memutuskan resign. Keputusan itu tak benar-benar menyedihkan, sebab salah satu alasan utamanya resign adalah menikah dan harus mengikuti jejak suaminya di Surakarta.

Jelas Verena bahagia dan menerima keputusan tersebut, tapi ia baru menyadari kalau dia adalah tipe orang yang tidak bisa diam. Ada perasaan bosan setelah resign, padahal selama ini ia selalu sibuk ke sana ke mari. Mendengar curhatan istrinya, sang suami menawarkan Verena pekerjaan yang lebih fleksibel guna mengobati kebosanan.

“Suamiku punya kenalan yang lagi buka franchise kopi keliling, kebetulan karena aku lagi ingin usaha jadi aku terima tawaran tersebut,” ucapnya.

Kisah alih profesi itu pernah Verena unggah di media sosialnya dan malah mendapat hujatan dari beberapa orang. Salah satunya, ada ibu-ibu yang tidak dia kenal tiba-tiba mengirim pesan di Facebook.

Ia langsung mengklaim Verena ‘salah pilih suami’ karena setelah menikah ia masih harus bekerja. Bahkan dari pekerjaan yang tadinya profesional menjadi tukang kopi keliling. Padahal, Verena sama sekali tak punya pendapat semacam itu.

“Perempuan bekerja setelah menikah bukan berarti salah suami. Toh, aku bekerja ini hanya untuk hobi bukan jadi sumber nafkah utama,” ujarnya.

Alih-alih meladeni orang yang tidak dikenal, Verena memilih diam. Tidak membalas pesan tersebut. Perempuan asal Surakarta itu mengaku sudah terbiasa karena profesinya menjadi pramugari dulu.

“Aku sudah sering mengurus penumpang yang marah-marah. Kalau sudah begitu, aku hanya senyum dan minta maaf. Sementara untuk kasus ini, aku cuman bisa senyum tanpa membalas,” kata Verena. 

Mencari hobi baru untuk menghadapi perubahan

Benar saja, setelah resign dan menjadi tukang kopi keliling, Verena tidak lagi bosan berdiam diri di dalam rumah usai menikah. Saat pertama kali berjualan, Verena mengaku masih belum tahan panasnya Kota Surakarta apalagi kalau hujan.

Iklan

Perubahan cuaca yang tak menentu sering kali bikin Verena bad mood tapi dari sana ia belajar untuk mempertahankan kebiasaannya saat menjadi pramugari dulu. Yakni dengan merias diri, memakai baju rapi, dan selalu tersenyum ke pelanggan. Dengan begitu, ia bisa membangun suasana yang lebih baik.

“Perubahan itu pasti ya tapi untungnya justru ke arah yang lebih baik. Jadi aku lebih bersyukur dan memilih hidup yang sederhana,” ucapnya.

In this economy, Verena tak menampik jika mencari pekerjaan saat ini terbilang susah. Belum lagi melemahnya daya beli masyarakat, maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta ketidakpastian global yang menekan nilai tukar Rupiah. 

Oleh karena itu, alih-alih malu beralih berprofesi, Verena justru bersyukur karena masih bisa belajar hal baru yang menghasilkan cuan. Meski kondisi ekonomi keluarganya saat ini terbilang stabil, tapi ia tetap merasa perlu jaga-jaga saat dunia sedang tidak baik-baik saja. 

“Namanya juga hidup, kita nggak pernah tahu ke depannya akan seperti apa, mau bagaimana? Jadi nggak ada salahnya setelah menikah istri tetap bekerja,” kata Verena.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Pilih Tidak Menikah demi Fokus Bahagiakan Orang Tua, Justru Merasa Hidup Lebih Lega dan Tak Punya Beban atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2026 oleh

Tags: alih profesiistri bekerjakopi kelilinglife after marriagemenikahperempuan menikahpramugariresignworking mom
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026
Persiapan Resign di Usia 30 Supaya Tidak Menderita dan Gila MOJOK.CO

Kebodohan atau Keberanian: Inilah yang Saya Siapkan ketika Memutuskan Resign Menjelang Usia 30 dan Hidup Sebagai WNI Kelas Menengah Supaya Tidak Berakhir Menderita dan Gila

18 Juni 2026
Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
menikah dengan keluarga pasangan yang terlilit utang.MOJOK.CO

Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

8 Mei 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Dilema Gen Z: Resign Kerja Kena Mental karena Mulut Ortu dan Tetangga, tapi Bisa “Gila” Kalau Bertahan di Kantor yang Isinya Orang Toksik

4 Mei 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Nasib siswa di tengah Karhutla Palangka Raya, Kalimantan Tengah. MOJOK.CO

Nasib Siswa SD di Tengah Kepungan Karhutla, Napas Sesak dan Pusing tapi “Dipaksa” Semangat Sekolah

26 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.