Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

Janu Wisnanto oleh Janu Wisnanto
20 Agustus 2026
A A
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Peran menjadi kepala keluarga ternyata adalah peran berat yang harus dijalani oleh laki-laki. Sebab, dengan peran tersebut lelaki seolah dipaksa untuk tetap kuat meski sudah lelah dan burnout. Hingga akhirnya menulis sebuah buku untuk meluapkan rasa mumet dan stresnya.

Dihantam realitas, bapak-bapak juga bisa burnout

Menjalani peran sebagai kepala keluarga tak ayal adalah peran melelahkan yang dijalani banyak lelaki di luar sana. Bapak-bapak harus menjalani banyak peran sekaligus. 

Iklan

Di kantor, menjadi pekerja keras, di rumah menjadi bapak dan suami yang baik. 

Dari peran-peran tersebut, sebagian bapak jarang memiliki ruang ekspresif untuk sekadar menaruh segala lelahnya. Kalau anak muda memiliki kursi indomaret untuk bengong dan menyelami dunianya, sebagian bapak-bapak tidak bisa seperti itu. 

Entah karena gengsi atau memang malu untuk mengakui kalau sebenarnya mereka lelah.

Akumulasi kelelahan itu yang akhirnya menjadikan banyak kepala keluarga menjadi burnout dan stres. Dalam pengertian umumnya, burnout adalah kondisi kelelahan fisik dan mental seseorang hingga berdampak kepada motivasi dan kinerja.

Hal yang sama juga dialami oleh kawan saya yang baru saja menerbitkan sebuah buku reflektif berjudul “Jeda Sebat(ang): Bicara di Balik Asap”. Andry Prasetiyo (37) adalah sosok kepala keluarga yang memiliki beban cukup komplek. Dihantam realitas pekerjaan yang melelahkan dan harus menjalani peran sebagai bapak yang ideal.

Buku sebagai pelarian dan pengakuan kelelahan, capek tapi tetap berkarya 

Jika mungkin laki-laki dan kepala keluarga di luar sana “melarikan diri” dengan memancing, nongkrong, atau sekadar berkeliling tanpa tujuan, Andry menjadikan menulis buku sebagai salah satu pelariannya. 

Menurut Andry, buku yang ia tulis adalah “ruang jujur” untuk menumpahkan kepenatan, keresahan, dan rasa mumet yang ia sembunyikan di balik topeng profesionalisme kerja. Sebab, menjadi profesional juga bisa berarti harus pandai bermain topeng “baik-baik saja”.

“Karena jujur saja saya suka menulis, maka saya tumpahkan mumet, lelah, dan rasa sumpek saya lewat tulisan.” Ujar bapak satu anak tersebut, Kamis (20/08/2026).

Senada dengan apa yang Andry katakan, salah satu penelitian juga menunjukkan bahwa menulis adalah cara yang ampuh dan dilakukan orang-orang untuk tetap menjaga kewarasannya.

Ketika pekerjaan merampas momen yang tidak bisa diambil ulang

Salah satu pengalaman yang membuatnya mengalami burnout justru datang dari benturan antara pekerjaan dan peran sebagai kepala keluarga.

Ia pernah berada dalam situasi ketika tuntutan pekerjaan membuatnya harus meninggalkan momen kelahiran anak.

Momen yang seharusnya menjadi pengalaman personal sebagai seorang ayah harus berhadapan dengan pekerjaan yang mendesak.

Di sisi lain, ia juga harus mendampingi orang tua berobat. Proses tersebut membawanya masuk ke dalam labirin birokrasi kesehatan yang rumit. Pada saat yang sama, pekerjaannya menuntut dirinya untuk selalu siap sedia.

Di titik itu, persoalannya bukan sekadar banyaknya pekerjaan. Ada dua peran yang sama-sama meminta kehadiran: sebagai pekerja dan sebagai kepala keluarga.

Ia harus menjadi anak ketika orang tuanya membutuhkan bantuan. Ia juga harus menjadi ayah ketika anaknya membutuhkan kehadiran. Tetapi dunia kerja seolah tidak mengenal jeda.

Situasi semacam ini memperlihatkan persoalan lain yang kerap luput ketika membicarakan kesehatan mental laki-laki.

Iklan

Laki-laki sebagai kepala keluarga sering diposisikan sebagai orang yang harus kuat. Ia menjadi tempat keluarga bergantung, tetapi jarang ditanya siapa tempat ia sendiri bersandar.

Di media sosial, percakapan soal laki-laki yang burnout juga banyak bersliweran. Pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana tuntutan untuk selalu kuat bisa membuat seseorang kehilangan ruang untuk mengenali dirinya sendiri.

Menulis buku untuk merasa “pulang” sebagai manusia seutuhnya

Dari pengalaman melelahkan menjadi kepala keluarga tersebut, buku yang Andry tulis kemudian berbicara tentang “pulang”.

Pulang yang dimaksud bukan sekadar kembali ke rumah setelah seharian bekerja. Pulang adalah menemukan ruang batin untuk berdamai dengan diri sendiri, keluarga, dan Tuhan setelah seseorang merasa lelah dan kehilangan arah karena ambisi.

Gagasan itu menjadi penting karena kehidupan orang dewasa sering kali dipenuhi target. Mengejar karir, memenuhi kebutuhan keluarga, menjadi anak yang bertanggung jawab, menjadi pasangan yang baik, dan menjadi orang tua yang hadir.

Buku itu kemudian diharapkan menjadi teman bagi siapa saja yang sedang berada di “lorong gelap” kegelisahan. Bukan sebagai jawaban tunggal, melainkan sebagai ruang untuk mengakui bahwa patah hati, kegagalan, kelelahan, dan kebingungan juga bagian dari kehidupan.

Terutama bagi para bapak dan laki-laki yang selama ini merasa harus selalu kuat.

Sebab mengakui lelah bukan berarti gagal menjadi laki-laki. Meminta ruang untuk bernapas juga bukan berarti meninggalkan tanggung jawab.

Justru, mungkin seseorang perlu berhenti sebentar agar bisa kembali menjalani hidup tanpa terus-menerus berpura-pura baik-baik saja.

Pada akhirnya, Andry hanya ingin bukunya menjadi pengingat bahwa manusia tidak harus selalu berlari.

“Sebab pada akhirnya, kita semua hanyalah musafir yang sedang mencari jalan kembali ke titik paling hakiki. Sebuah ruang suci di dalam batin, tempat di mana kita diterima apa adanya, tanpa syarat oleh Pemilik semesta.” salah satu kutipan di bukunya.

Mungkin, bagi sebagian kepala keluarga, “pulang” memang bukan sekadar kembali ke rumah. Pulang adalah ketika untuk pertama kalinya mereka berani jujur kepada diri sendiri bahwa mereka mumet dan stres hingga burnout.

Penulis: Janu Wisnanto

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Mencintai Pekerjaan Tanpa Harus Menyukai Orang-orang di Dalamnya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 20 Agustus 2026 oleh

Tags: bapakBukuburnoutFatherhoodkeluargakepala keluargakesehatan mentalKesehatan Mental BapakKesehatan Mental Laki-lakiStres
Janu Wisnanto

Janu Wisnanto

Mahasiswa Sastra Indonesia UNY. Tinggal di Sleman.

Artikel Terkait

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Gen Z, membaca, buku.MOJOK.CO

Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak “Terliterasi”

24 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026
menikah dengan keluarga pasangan yang terlilit utang.MOJOK.CO

Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

8 Mei 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Aksi Green Flag Dosen UGM, Bimbing Mahasiswa KKN di Kampung Kumuh hingga Inovasinya Diakui PBB

19 Agustus 2026
Pesan veteran Indonesia di momen kemerdekaan. MOJOK.CO

Dari Veteran Indonesia ke Generasi Muda yang Pesimis Rayakan Kemerdekaan: Bacalah Buku Sejarah!

19 Agustus 2026
TPU Farm: Ketika Kematian Menumbuhkan Kehidupan MOJOK.CO

TPU Farm: Ketika Cabai Tumbuh di Area Makam

17 Agustus 2026
Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair MOJOK.CO

Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair

19 Agustus 2026
JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Tersandera Rp240 Triliun demi Program yang Tak Penting

17 Agustus 2026
InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata.MOJOK.CO

InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.