Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Ironi Kejar Mimpi Kuliah S2 di Jerman: Bisa Kerja sambil Numpang Gratis di Rumah Warga, tapi Diremehkan sampai Diusir Majikan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
4 Maret 2026
A A
Ironi kerja di Jerman lewat program Au Pair, nyaris gagal kuliah S2. MOJOK.CO

ilustrasi - kerja di Jerman menderita tapi pilih bertahan karena orang tua. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kuliah S2 dan kerja di Jerman bagaikan keajaiban bagi Ufi. Dulu, membayangkannya saja terasa tak mungkin sebab keluarga Ufi tergolong miskin. Untuk bayar uang kuliah S1 sebesar Rp600 ribu per semester saja, orang tuanya harus mengkis-mengkis. Sampai ia menemukan program Au Pair.

“Kami bahkan jarang makan daging, lebih sering sayur kalau nggak ikan tapi aku punya tante yang usaha catering. Biasanya dia kirim daging sisa dari makanan pesta ke rumah. Jadi kami bisa makan daging,” ujar Ufi menjelaskan kondisi keluarganya kepada Mojok, Selasa (3/2/2026).

Iklan

Meski begitu, Ufi tak pernah mematahkan mimpinya untuk kuliah S2. Ia menemukan secercah harapan saat perjalanan pulang dari mengumpulkan data penelitian skripsi. Saat itu, Ufi melihat sebuah banner dengan tulisan “Homestay in Germany”, sebuah program tinggal bersama keluarga lokal Jerman untuk merasakan kehidupan sehari-hari, budaya, dan mempraktikkan bahasa Jerman secara intensif.

“Waktu kuliah S1 aku nggak punya laptop, jadi hampir tiap hari ke rental buka Yahoo buat riset soal program Au Pair ini,” ujar Ufi.

Setelah menelisik lebih lanjut, barulah Ufi tahu kalau program tersebut merupakan bagian dari program Au Pair Jerman. Kurang lebih, penjelasannya sama dengan program homestay. Lebih detailnya, program ini ditujukan bagi muda-mudi berusia 18–26 tahun. 

Lewat program itu, pendaftar diizinkan tinggal bersama keluarga asli Jerman selama 6–12 bulan untuk membantu keluarga tersebut. Baik menjaga anak maupun meringankan pekerjaan rumah.

Setelah mengikuti program Au Pair, barulah pendaftar bisa mengikuti program dari pemerintah yakni Freiwilliges Soziales Jahr (FSJ) alias sukarelawan atau kerja sosial selama 6–18 bulan. Atau, melanjutkan studinya di Jerman. Opsi terakhir ini, kata Ufi, biasanya jarang dipilih.

Kursus bahasa Jerman agar lolos Au Pair

Tertarik dengan program Au Pair, Ufi akhirnya mantap menabung untuk mengikuti kursus bahasa Jerman sembari menggarap skripsinya. Sebab, salah satu syarat mengikuti program Au Pair adalah harus bisa bahasa Jerman minimal level A1.

Hari-harinya pun disibukkan dengan mengerjakan skripsi, kerja sampingan sebagai penari, hingga mengikuti kursus bahasa Jerman selama 6 bulan. Sampai akhirnya ia lolos ujian sertifikasi bahasa Jerman level A1.

“Aku sempat utang karena masih nggak punya biaya kursus sebesar Rp150 ribu per bulan,” kata Ufi yang berhasil melewati tantangan tersebut.

Ufi mengaku keberhasilannya lolos program Au Pair di Jerman tak terlepas dari doa-doa yang ia panjatkan di sepertiga malam sekaligus doa dari keluarganya. Awalnya, saat Ufi mengutarakan keinginannya untuk kuliah S2 di Jerman, banyak dari sepupunya yang kebingungan bahkan orang tuanya pun ragu.

“Apalagi Bapakku sebetulnya punya banyak utang untuk bayar pendidikanku, mulai dari SMP sampai kuliah. Lah, ini tiba-tiba aku mau lanjut kuliah S2 sampai ke Jerman? Gimana cara biayainya? Begitu pula ibuku, orang kami makan untuk kebutuhan sehari-hari saja susah katanya,” ujar Ufi.

Syukurnya, Ufi berhasil membuktikan ke keluarganya dengan status penerima program Au Pair dan lulus sertifikasi bahasa Jerman. Namun sesuai ketentuan Au Pair, Ufi di sana tak bisa langsung kuliah S2 tapi kerja sebagai baby sitter dan bersih-bersih rumah untuk keluarga angkatnya.

Sang majikan merasa ditipu karena keinginan kuliah S2

Meski ragu dengan impian sang anak, kedua orang tua Ufi tetap mendukung dengan cara berdoa dan membantu kebutuhan Ufi. Ibunya bahkan sering mengantar Ufi bolak-balik ke kantor imigrasi untuk mengurus visa dan paspor. 

Iklan

Baca Halaman Selanjutnya

Berangkat ke Jerman dengan modal seadanya

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2026 oleh

Tags: Au Pairjermankerja di Jermankuliah s2kursus bahasa Jermanperpanjang visaprogram au pairsyarat au pairvisa
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

5 tahun pakai WHV di Australia, kena mental. MOJOK.CO
Sosok

Sisi Gelap Kerja di Australia Tak Seindah Konten Medsos, Sadar bahwa Bahagia Tak Melulu soal Gaji Ratusan Juta

2 Mei 2026
Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun
Sekolahan

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026
ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker MOJOK.CO
Sekolahan

ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker

24 April 2026
Guru CLC di Malaysia sejahtera daripada guru kontrak. MOJOK.CO
Sekolahan

WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera

21 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Inisiatif warga Dusun Kedungrong, Samigaluh, Kulon Progo, lewat PLTMH membuat dusun mereka tetap. Tak takut pemadaman listrik MOJOK.CO

Inisiatif dan Semangat Handarbeni Warga Kedungrong Kulon Progo, Bikin Dusun “Tak Terdampak” Pemadaman Listrik

2 Juli 2026
Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026
Essay Contes Beswan Djarum: menulis esai memberi soft skills yang menunjang karier profesional MOJOK.CO

Menulis Esai Jadi Bekal Karier Anak Muda, Beri Ragam Soft Skills Vital yang Dicari Dunia Kerja Profesional

3 Juli 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.