Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Inisiatif dan Semangat Handarbeni Warga Kedungrong Kulon Progo, Bikin Dusun “Tak Terdampak” Pemadaman Listrik

Redaksi oleh Redaksi
2 Juli 2026
A A
Inisiatif warga Dusun Kedungrong, Samigaluh, Kulon Progo, lewat PLTMH membuat dusun mereka tetap. Tak takut pemadaman listrik MOJOK.CO

Inisiatif warga Dusun Kedungrong, Samigaluh, Kulon Progo, lewat PLTMH membuat dusun mereka tetap. Tak takut pemadaman listrik. (Dok. Humas Pemda DIY)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Inisiatif warga Dusun Kedungrong, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, membuat dusun mereka tetap menyala meski sejumlah wilayah mengalami pemadaman listrik. 

Ketika sebagian wilayah di Pulau Jawa sempat mengalami pemadaman listrik pada pertengahan 2026, warga Dusun Kedungrong, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, menjalani hari seperti biasa. Lampu rumah tetap menyala, bengkel tetap beroperasi, dan aktivitas warga berlangsung tanpa gangguan.

Iklan

Pasalnya, warga Kedungrong, Samigaluh, tidak bergantung pada jaringan listrik besar dari PLN. Mereka memanfaatkan aliran air yang mengalir di lereng Perbukitan Menoreh sebagai sumber alternatifnya.

PLTMH: awalnya hanya untuk penerang jalan 

Semula, fungsi utama aliran irigasi Kalibawang adalah untuk mengairi lahan pertanian warga setempat. Sampai akhirnya, pada 2009 muncul gagasan dari mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memanfaatkannya sebagai sumber listrik karena melihat besarnya potensi debit air Sungai Kalibawang yang mampu menggerakkan turbin mikrohidro.

Sejak 2012, aliran irigasi Kalibawang akhirnya tidak hanya mengairi lahan pertanian, tetapi juga menjadi sumber energi yang menerangi rumah-rumah warga Kedungrong, Samigaluh, Kulon Progo, melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Kedungrong.

“Awalnya hanya kecil untuk penerangan jalan. Kemudian pada 2012 dibangun lebih baik dengan dukungan masyarakat, pemerintah daerah, Dinas PU ESDM DIY, dan BBWSO. Akhir November 2012 mulai beroperasi dan sampai sekarang alhamdulillah masih terus berjalan serta dikelola secara swadaya oleh warga melalui KMTI PLTMH Kedungrong,” tutur Ketua Pengelola PLTMH Kedungrong, Sumberini atau yang akrab disapa Rini,  kepada Humas Pemda DIY, Selasa (30/6/2026).

PLTMH Kedungrong pun kini mampu melayani sekitar 50 kepala keluarga. Daya listrik sebesar 18 kilowatt yang dihasilkan bisa mencukupi kebutuhan penerangan rumah dan sekitar 30 titik lampu jalan. Selain itu juga menopang berbagai aktivitas ekonomi warga. Mulai dari bengkel, pertukangan kayu, usaha jahit, laundry,  salon, hingga usaha pembuatan es kristal. Sehingga warga tidak bingung-bingung jika ada pemadaman listrik bergilir.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Humas Pemda DIY (@humasjogja)

Dikelola warga Kedungrong, Samigaluh, secara swadaya dari iuran Rp12 ribu

Rini menjelaskan, pembangkit listrik ini dikelola secara swadaya oleh warga melalui Komunitas Mikrohidro Terpadu Indonesia (KMTI) Kedungrong. Pengelolaannya dilakukan secara mandiri dengan dukungan iuran perawatan yang terjangkau dari masyarakat.

Setiap keluarga secara rutin membayar iuran Rp12.000 setiap 35 hari untuk mendukung operasional dan pemeliharaan pembangkit. Kesadaran kolektif inilah yang membuat PLTMH Kedungrong mampu bertahan dan terus beroperasi selama 14 tahun.

“Waktu kemarin terjadi pemadaman listrik di Jawa, dusun kami tetap terang. Bahkan banyak warga tidak tahu kalau ada pemadaman karena listrik mikrohidro tetap berjalan. Selama aliran air lancar, listrik kami aman,” ujar Rini.

Iklan

Pemeliharaan bikin sistem bekerja optimal

Didorong kesadaran betapa vitalnya keberadaan PLTMH tersebut, maka pemeliharaan rutin pun dilakukan oleh warga setempat terhadap PLTMH Kedungrong.

Teknisi PLTMH Kedungrong, Rejo Handoyo, menjelaskan sistem mikrohidro memanfaatkan aliran air yang dialihkan melalui sodetan menuju bak penampungan sebelum masuk ke turbin. Putaran turbin kemudian menggerakkan generator yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik untuk dialirkan ke rumah-rumah warga.

“Dari saluran irigasi kami membuat sodetan untuk menampung air dengan kapasitas sekitar 800 hingga 1.500 meter kubik. Air kemudian diatur masuk ke turbin sesuai kebutuhan. Ketika turbin berputar, energi mekanik diteruskan ke generator dan diubah menjadi energi listrik yang kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga,” jelas Rejo.

Menurutnya, teknologi mikrohidro menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini PLTMH Kedungrong menggunakan dua generator berkapasitas 18 kW yang dioperasikan secara bergantian.

“Selama debit air mencukupi dan saluran terjaga dengan baik, listrik akan terus mengalir. Karena itu kami bersama warga rutin melakukan pemeliharaan agar sistem tetap bekerja optimal,” tambah Rejo.

Semangat handarbeni jadi alasan bertahan saat pembangkit mikrohidro di daerah lain berhenti beroperasi

Dukuh Kedungrong, Suprihatin menegaskan keberadaan PLTMH telah memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami sangat terbantu. Masyarakat tidak lagi khawatir jika ada pemadaman listrik. Bahkan banyak warga tidak tahu kalau ada pemadaman karena listrik di sini tetap menyala. Ini semua karena masyarakat ikut menjaga dan merasa memiliki,” ungkapnya.

Semangat handarbeni atau rasa memiliki itulah yang membuat PLTMH Kedungrong tetap bertahan ketika banyak pembangkit mikrohidro di berbagai daerah berhenti beroperasi. Warga tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga penjaga keberlangsungan energi yang mereka nikmati bersama.

PLTMH Kedungrong juga berkembang menjadi ruang belajar terbuka yang menarik perhatian banyak kalangan. Mahasiswa, peneliti, hingga pelajar dari berbagai daerah datang untuk melihat secara langsung bagaimana energi air dapat diubah menjadi listrik.

Bahkan sejumlah perguruan tinggi, termasuk dari luar negeri, pernah melakukan kunjungan untuk mempelajari model pengelolaan energi berbasis masyarakat yang diterapkan di Kedungrong.

 Sumber: Humas Pemda DIY

BACA JUGA: Memanen Hujan dari Tanah Gersang, Belajar Memelihara dari Masa Lalu untuk Masa Depan Manusia  atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

Terakhir diperbarui pada 2 Juli 2026 oleh

Tags: kedungrong kulon progoKulon Progopemadaman listrikpemadaman listrik jawaPembangkit Listrik Tenaga Mikrohidropltmh kedungrongsamigaluh
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Slow Living Frugal Living di Desa Memang Omong Kosong (Unsplash)
Pojokan

Slow Living dan Frugal Living di Desa Memang Omong Kosong, Apalagi Kalau Kamu Cuma Buruh Rendahan dan Gajimu Mengenaskan

4 Januari 2026
Qonitah Ikhtiar Syakuroh, atlet para badminton (bulu tangkis difabel) asal Kulon Progo Jogja sang penderes medali emas MOJOK.CO
Sosok

Ketangguhan dalam Nama “Qonitah Ikhtiar Syakuroh”, Dari Raket Rp40 Ribuan dan Ejekan Cara Berjalan Jadi Penderes Emas

2 November 2025
Biennale Jogja 2025: Membuka Keterasingan Padukuhan Boro yang Diapit Jalan Daendels dan JJLS MOJOK.Co
Seni

Biennale Jogja 2025: Membuka Keterasingan Padukuhan Boro yang Diapit Jalan Daendels dan JJLS

24 September 2025
200 Tahun Perang Jawa- yang Tersisa dari Perang Besar MOJOK.CO
Esai

200 Tahun Perang Jawa: Menyusuri yang Tersisa di Selarong, Bagelen, dan Wates

23 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Refleksi untuk orang tua di Jawa Tengah (Jateng): punya peran penting awasi anak agar tidak sibuk main gadget MOJOK.CO

Refleksi untuk Orang Tua di Jateng agar Gadget Tak Kuasai Rumah hingga Anak Lebih Sibuk Tenggelam dalam Layar

29 Juni 2026
Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN untuk perkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan nasional MOJOK.CO

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN: Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia agar Lebih Kompetitif di Tingkat Global

28 Juni 2026
Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura, MLSC.MOJOK.CO

Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura

30 Juni 2026
Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri? MOJOK.CO

Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri?

29 Juni 2026
Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.