Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Edumojok

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
4 April 2026
A A
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Ilustrasi - Anak PNS kuliah malah menderita karena UKT (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Orang tua PNS bukan berarti kaya, malah harus berjuang lebih keras karena stigma

Menurut Kiya, status dirinya sebagai anak PNS yang membuatnya mendapatkan UKT tertinggi tidak adil. Makin tidak adil dengan fakta bahwa hanya ibunya yang bekerja sebagai PNS, serta status dirinya sebagai anak dari tiga bersaudara.

Bukan berarti kebutuhan sehari-hari Kiya tidak tercukupi. Ia mengaku, pekerjaan orang tuanya yang dianggap stabil mampu membiayai kehidupannya dengan cukup.

Namun bukan berarti, Kiya hidup berfoya-foya dan bergelimang harta. Ia hanya hidup berkecukupan selama ini.

“Suka jadi anak PNS, cukuplah buat sebulan,” kata dia.

Kecukupan itu diberikan orang tuanya kepada Kiya dan kedua adiknya, di tengah beban finansial lain yang harus ditanggung dalam satu waktu. Bisa dibayangkan, adik pertamanya sudah masuk kuliah pada waktu bersamaan dengannya, sedangkan adik keduanya juga bersekolah. Artinya, orang tua Kiya harus bekerja semakin keras untuk bisa mencukupi semuanya.

Dengan UKT tertinggi yang secara langsung dibebankan kepadanya dan sang adik, Kiya mengaku merasa keberatan. Ia juga menyadari orang tuanya bekerja mati-matian untuk membayarkan biaya kuliah mereka.

Pasalnya, jumlah penghasilan per bulan sang ibu mencapai Rp7 juta hingga Rp8 juta, tetapi besaran penghasilan itu terasa pas-pasan untuk biaya hidup keluarganya. Kiya menyadari, ibunya sering kali mengikuti perjalanan dinas untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

“Kayaknya gaji ibu mau Rp7 sampai Rp8 juta total, tunjangan besar sama perjalanan dinas. Jadi, ibuku sering sengaja ikut perjalanan dinas buat nambah-nambah,” kata dia.

Kena pukul rata sebagai anak PNS

Untuk membantu meringankan bayaran biaya kuliah, Kiya selalu mencoba mengajukan keringanan UKT setiap semesternya. Masalahnya, potongan yang diberikan tidak seberapa.

Paling banyak, dirinya mendapatkan potongan sebesar 10 persen.

Padahal, besaran potongan biaya kuliah itu tidak cukup meringankan beban kedua orang tuanya.

“Harusnya dapat potongan, gaji PNS segede apa sih?” kata dia.

Menurutnya, biaya UKT tidak dapat dipukul rata karena statusnya sebagai anak PNS. Harus ada pertimbangan pekerjaan dan penghasilan kedua orang tua, serta status ekonomi keluarga, sebagaimana pertimbangan menyeluruh untuk mahasiswa yang orang tuanya adalah pekerja swasta.

Penerapan UKT yang langsung tinggi semacam ini, kata Kiya, secara tidak langsung menunjukkan bagaimana PNS “dicap” sebagai pekerjaan paling sejahtera tanpa mau melihat kebenarannya. Orang tuanya, sang ibu tepatnya, bukanlah PNS untuk Kementerian/Lembaga dengan gaji besar, tetapi harus diganjar biaya besar karena memiliki status yang sama.

Iklan

Mereka masih harus mengatur penghasilan untuk berbagai kebutuhan, tapi langsung dijatuhi sanksi biaya kuliah anak yang tinggi. Padahal, masih ada kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi sehari-harinya.

“Dikira orang nggak makan ya di rumah?” tukasnya.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 April 2026 oleh

Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Gagal kerja di Jakarta sebagai musisi. MOJOK.CO
Urban

Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung

11 April 2026
Sigura-gura, Malang, slow living.MOJOK.CO
Urban

Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta

11 April 2026
Vera Nur Fadiya, kuliah di jurusan sepi peminat (Matematika) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, jadi jalan wakili mimpi orang tua MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah

11 April 2026
Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO
Sehari-hari

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Bekerja di Jakarta vs Jogja

Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental

10 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.