Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Edumojok

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
19 April 2026
A A
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Tiara Agustin Saraswati dan keluarga, wisudawan UNJ (dok. UNJ)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berbanding terbalik dengan mereka yang berada dalam kondisi tidak terbatas, tetapi bermalas-malasan, penyandang disabilitas tuna daksa membuktikan dirinya mampu meraih gelar Sarjana Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Padahal, dia pernah gagal dalam seleksi PTN jalur SNBT sebelumnya.

Gagal lolos seleksi PTN jalur SNBT  tidak menjadi penghalang

Cerita ini datang dari Tiara Agustin Saraswati (Tiara). Ia merupakan salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab  Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (FBS UNJ).

Tiara diterima melalui jalur mandiri pada tahun 2021, setelah gagal menembus perguruan tinggi negeri ( PTN) melalui jalur SBMPTN (kini SNBT). 

Ia bercerita, kegagalan yang dialaminya tidak mematahkan semangatnya untuk berkuliah di PTN. Ia mengatakan, kegagalan menjadi penyemangatnya untuk berusaha lebih keras agar dapat diterima di UNJ.

Oleh karena itu, dirinya mengikuti pendaftaran seleksi jalur mandiri di UNJ. Melalui jalur seleksi ini, Tiara membuktikan bahwa ia layak berkuliah di PTN dan menjadi bagian dari UNJ.

“Senang dan bangga bisa kuliah di UNJ, apalagi setelah sempat gagal sebelumnya. Ini menjadi kesempatan yang sangat saya syukuri,” kata dia, dikutip dari laman UNJ, Minggu (19/4/2026).

Tiara Agustin Saraswati, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UNJ
Tiara Agustin Saraswati, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UNJ (dok. UNJ)

Kuliah Pendidikan Bahasa Arab, tapi tidak bisa bahasa Arab, tidak membuat minder

Karena berhasil diterima di UNJ, Tiara berusaha untuk memaksimalkan masa perkuliahannya. Ia berusaha untuk beradaptasi secepat mungkin, sekalipun nyatanya Tiara belum bisa berbahasa Arab ketika diterima di Prodi Pendidikan Bahasa Arab.

Ia mengaku, pengalaman dirinya yang nol dalam belajar bahasa Arab membuat masa awal kuliahnya dipenuhi tantangan. Pasalnya, dirinya juga mengaku tidak memiliki latar belakang pendidikan pesantren.

Namun demikian, perempuan ini mengaku berusaha dalam menghafal dan memahami materi sebisa mungkin. Meskipun, usaha ini memakan proses yang cukup menguras tenaga dan pikiran.

“Belajar bahasa Arab itu cukup menantang, terutama dalam hafalan,” kata dia.

“Tapi dari situ, saya belajar banyak dan terus berkembang,” kata dia menambahkan.

Tak hanya itu, tantangan lain dalam perkuliahan yang dihadapi Tiara adalah persoalan percaya diri. Sebagai mahasiswa disabilitas tuna daksa, dia mengaku mengalami tantangan dalam membangun kepercayaan diri.

Kondisinya yang berbeda dari teman-teman lainnya menimbulkan perasaan minder dalam diri Tiara. Akan tetapi, ia berusaha optimistis dan meyakinkan diri, bahwa tidak perlu merasa berbeda apalagi minder.

“Kepercayaan diri memang jadi tantangan, tapi saya selalu berusaha yakin bahwa saya bisa,” tuturnya.

Iklan

Berhasil jadi sarjana pendidikan di UNJ berkat dukungan ayah

Kepercayaan diri Tiara juga datang dari dukungan keluarga. Utamanya, sang ayah. Ia mengungkapkan, sang ayah selalu hadir dalam setiap fase perkuliahannya.

Bahkan, ayahnya setia mengantar dan menunggunya selama berkuliah.

“Ayah selalu mengantarkan saya ke kampus dan menunggu sampai selesai. Itu sangat berarti bagi saya,” kata dia.

Ayahnya, Kurnain, mengatakan bahwa pendidikan menjadi kunci utama untuk masa depan anaknya. Karena itu, ia tidak merasa menemani perkuliahan putrinya sebagai beban. Justru, ia menyadari bahwa kuliah ini bisa menjadi dorongan bagi masa depan Tiara, meskipun memiliki keterbatasan.

“Saya ingin anak saya mandiri. Melalui pendidikan, masa depannya bisa terbentuk lebih baik,” ujar Kurnain.

Menurut dia, keterbatasan fisik putrinya tidak seharusnya menjadi halangan. Hal tersebut tidak bisa berpengaruh terhadap karier Tiara, sebab setiap orang berhak menentukan masa depannya.

Sebab, Kurnain mengatakan, mereka yang memiliki keterbatasan seperti penyandang disabilitas kerap berjuang lebih keras dibandingkan orang-orang yang tidak memiliki keterbatasan.

Berkaca dari putrinya, Tiara juga aktif dalam berbagai kegiatan. Tidak hanya dalam kegiatan akademik, ia juga mengikuti kegiatan non-akademik di luar perkuliahan.

“Jangan pernah menilai seseorang dari fisiknya saja. Mereka justru seringkali berjuang lebih keras dalam hidup,” kata dia. 

Dengan perjuangan keras ini, Kurnain mengatakan, putrinya ingin menjadi pendidik. Ia bercita-cita menjadi guru atau dosen, serta mendirikan sekolah yang inklusif untuk semua orang berkesempatan mengemban pendidikan. 

Keinginan ini mengantarkan Tiara menjadi salah satu wisudawan sesi pertama pada Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 UNJ. Ia membuktikan berhasil lulus kuliah selama 4,5 tahun. Hal ini juga sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan fisiknya bukan penghalang.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 20 April 2026 oleh

Tags: difabel kuliahdisabilitaskuliah di UNJkuliah S1 PTNperjuangan kuliah s1PTNSNBTUniversitas Negeri JakartaUNJutbk snbtwisudawan UNJ
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Garap skripsi modal copas karena alasan sibuk di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tak punya duit buat bayar joki. Lulus PTN tepat waktu tapi berakhir kena karma MOJOK.CO
Edumojok

Skripsi Modal Copas karena Sibuk di Ormek dan Tak Kuat Bayar Joki, Lulus PTN Tanpa Kendala tapi Sengsara Tak Bisa Kerja

13 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua
Edumojok

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO
Edumojok

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kos eksklusif, jakarta, desa, kos.MOJOK.CO

Kabur dari Desa dan Memilih Tinggal di Kos Eksklusif Jakarta demi Ketenangan Batin, Malah Makin Kena Mental karena “Bahagia” di Kota Cuma Ilusi

15 April 2026
Orang Jogja Syok Merantau ke Jakarta karena Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak Mojok.co

Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta

16 April 2026
Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals MOJOK.CO

Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals 

15 April 2026
Derita orang Jember kerja di Jakarta: teralienasi karena dianggap tertinggal MOJOK.CO

Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan

16 April 2026
Penyesalan pasang WiFi di rumah MOJOK.CO

Penyesalan Pasang WiFi di Rumah: Lepas Kendali “Merusak” Hidup dan Mental karena Terkungkung Layar HP

17 April 2026
Skripsi Jurusan Antropologi Unair susah. MOJOK.CO

Kecintaan Mengerjakan Skripsi di Jurusan Antropologi Unair, Malah Jadi “Donatur Tetap” dan Tersadar karena Nasihat Timothy Ronald

14 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.