Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
9 April 2026
A A
Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO

ilustrasi - jurusan Antropologi Unair (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Antropologi menggabungkan ilmu sosial dan medis

Melansir dari laman resmi FISIP Unair, Antropologi memiliki terdiri dari 2 bidang peminatan, yakni ragawi dan sosial-budaya dengan metode pengajaran berbasis proyek. Peminatan ragawi mempelajari soal variasi biologis, evolusi, dan adaptasi fisik manusia serta primata. Sedangkan sosial budaya mempelajari soal perilaku, norma, sistem kepercayaan, dan kebudayaan manusia.
“Setahuku Antropologi Unair ini satu-satunya di Indonesia yang punya peminatan ragawi, karena aku juga tertarik dengan dunia forensik,” ujarnya.

“Jadi aku cari jurusan yang bukan kedokteran tapi masih bisa memenuhi rasa keingintahuanku tentang forensik,” jelasnya yang kemudian memilih peminatan ragawi di pertengahan semester.

Iklan

Karena kebijakan yang hanya bisa diambil saat pertengahan semester itulah, banyak teman-teman angkatan Nabila yang lebih memilih peminatan sosial-budaya. Menurut mereka, nanggung saja kalau baru belajar ragawi di pertengahan semester sementara banyak teori yang harus dibahas. 

Alhasil, menurut Nabila, mereka harus melanjutkan S2 baru bisa dapat kerja sesuai passion. Apalagi, jika mereka ingin melanjutkan karier sebagai peneliti, pendidik, atau ahli forensik. Selain itu, untuk masuk peminatan ragawi juga tidak gampang karena ada syarat yang harus dipenuhi mahasiswa, salah satunya nilai atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Prospek kerja yang luas

Nabila sendiri tak ingin naif. Bagaimanapun juga ia ingin langsung bekerja setelah lulus S1 Antropologi Unair untuk menghasilkan uang, alih-alih mengambil S2 yang menghabiskan waktu paling tidak 2 tahun.

Akhirnya, ia memutuskan untuk mengirim lamaran kerja ke berbagai perusahaan, yang untungnya terjerumus kembali ke bidang akademik sesuai mimpinya. Dari puluhan lamaran kerja yang dikirim, ada satu tawaran freelance dari salah satu dosennya untuk menjadi asisten editor jurnal. 

“Karena nggak jauh dengan jurusan dan mimpiku yang banyak menulis dan membaca jurnal, akhirnya aku terima,” kata Nabila. 

Sementara, teman-temannya lebih memilih pekerjaan acak seperti di bidang pariwisata, rehabilitasi primata, Organization (NGO), buka jasa, kerja kantoran, dan lain-lain. Walaupun sekilas terlihat tak selinier dengan jurusan kuliah, Nabila justru menilai hal itulah yang menunjukkan sisi unik Antropologi.

“Apa yang dilakukan anak Antropologi sebetulnya tidak akan pernah jauh dari ilmu manusia dan kebudayaan itu sendiri. Antropologi membuat kami lebih terbuka,” ucapnya.

“Dan aku pun lebih sering mempertanyakan, sekaligus berusaha memahami perilaku manusia dengan menggali point of view (POV) mereka. Tidak langsung menghakimi mereka,” lanjutnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 9 April 2026 oleh

Tags: antropologiFISIPJurusan Antropologilulusan antropologipeluang kerjaunair
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO
Sekolahan

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO
Sekolahan

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
Mahasiswa penerima KIP-K Unair korupsi iuran AUBMO. MOJOK.CO
Sekolahan

Kasus Mahasiswa KIP-K Unair Korupsi Rp103 Juta: Dari Salah Transfer, Terlilit Pinjol, hingga Janji Mengganti dengan Jaminan Sertifikat Rumah

20 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO
Sekolahan

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.