Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Cerita PNS Asal Jawa yang Dapat Penempatan di Sulawesi: Sudah Berdamai dengan Keadaan, tapi Tetap Bermimpi Balik ke Jawa

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
21 Juni 2024
A A
Cerita PNS Asal Jawa yang Dapat Penempatan di Sulawesi: Sudah Berdamai dengan Keadaan, tapi Tetap Bermimpi Balik ke Jawa

Cerita PNS Asal Jawa yang Dapat Penempatan di Sulawesi: Sudah Berdamai dengan Keadaan, tapi Tetap Bermimpi Balik ke Jawa

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi orang Jawa, merantau ke luar Jawa adalah salah satu keputusan terberat dalam hidup. Tak jarang keputusan ini semacam last resort untuk meraih kesempatan hidup yang lebih baik. Tapi beda cerita untuk PNS yang dapat penempatan luar Jawa, macam Sumatera, Sulawesi, dan semacamnya.

Bagi para PNS Jawa yang dapat penempatan luar Jawa, urusannya jadi berbeda. Penempatan ini tak jarang dianggap momok bagi orang-orang. Kita tahu sendiri lah bagaimana pandangan umum orang Jawa pada pulau selain Jawa. Dianggap tidak maju, tak ada ini, tak ada itu. Jadinya ya, alih-alih diterima sebagai instruksi kerja, malah kerap dianggap sebagai “pembuangan”.

Iklan

Padahal tidak seperti itu juga konsepnya. Jadi PNS penempatan luar Jawa tak berarti buruk. Ahmad (30), PNS yang mendapat penempatan di Kolaka, Sulawesi Selatan ini adalah salah satu dari banyak orang Jawa yang mendapat penempatan di luar pulau.

Ahmad sudah menjalani tugasnya di Kolaka selama lima tahun. waktu yang tidak sebentar, dan jelas dia bercerita rasanya gimana jadi PNS luar Jawa selama ini.

Seperti orang kebanyakan, Ahmad awalnya shock saat dapat pengumuman dia dapat penempatan di luar Jawa. Tak hanya dirinya, orang tuanya pun awalnya juga shock. Orang tuanya khawatir kalau suatu saat nanti Ahmad lupa dengan orang tuanya, sebab kata orang-orang, jika ditempatkan di luar pulau, lama balik ke Jawanya.

Tapi syukurnya, (calon) istri saat itu mendukung penuh. Sebab, latar belakang keluarga sang istri memang kebanyakan guru dan PNS, jadi malah bisa lebih mudah diterima sekalipun harus ke luar pulau.

“Waktu itu kan masih jadi calon mertua, Mas. Tapi, Alhamdulillah didukung. Karena mertua saya kan dulu PNS yg tugasnya di luar Jawa juga.”.

dari Cikarang ke Kolaka

Ahmad tak menutupi betapa menderitanya dia di awal-awal kerja di Kolaka. Wajar, pemuda yang menghabiskan seluruh hidupnya di Cikarang tiba-tiba harus pergi ke tempat baru yang benar-benar asing baginya.

Terlebih perkara infrastruktur. Ahmad merasakan perbedaan kualitas infrastruktur yang sangat mencolok. Terutama dalam akses fasilitas kesehatan dan pendidikan. Sebaik-baiknya kualitas pendidikan dan kesehatan di kota tier 2 atau 3, tetap jauh lebih baik kota tier 1, ungkapnya. Tak jarang Ahmad dan sekeluarga harus ke Makassar hanya untuk mengakses fasilitas kesehatan dan pendidikan yang lebih baik.

Dan tentu saja, culture shock yang dia rasakan begitu besar. Bahasa, makanan, lumrahnya lah. Tapi salah satu yang bikin dia betul-betul kaget adalah cara berkendara dan bagaimana santainya orang Kolaka dengan kendaraannya.

Kata Ahmad, orang Kolaka biasa meninggalkan kunci motor begitu saja di lubang kunci. Tak ada rasa takut hilang sama sekali. Ahmad pun lama-lama mengikuti kebiasaan ini.

“Yang saya khawatirkan ketika mudik di Jawa kebiasaan ini terbawa. Kalau di Jawa, nggak perlu nunggu 5 menit, motor saya bisa jadi raib.”

Baca halaman selanjutnya

Beda Jawa dan Sulawesi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 23 Juni 2024 oleh

Tags: gaji PNSkolakapenempatan pnsPNSsulawesi
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

PNS di desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
Pojokan

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO
Urban

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.