Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Siasat Mahasiswa Bertahan Hidup saat Kuliah: Tanpa Biaya Kos tapi Tempat Tinggal Gratis dan Makan Tercukupi

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
28 Mei 2025
A A
Siasat mahasiswa baru yang lolos UTBK SNBT untuk bertahan hidup di perantauan tanpa keluar biaya kos MOJOK.CO

Ilustrasi - Siasat mahasiswa baru yang lolos UTBK SNBT untuk bertahan hidup di perantauan tanpa keluar biaya kos. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setidak setiap mahasiswa baru—yang baru saja lolos UTBK SNBT—punya rencana pasti kala berangkat ke perantauan untuk kuliah. Terutama terkait sewa kos.

Apalagi jika kota yang dijujuk adalah kota besar. Pasti biaya sewa kos cenderung mahal. Bisa di harga Rp500 ribu ke atas.

Maka, beberapa mahasiswa baru yang lolos UTBK SNBT akan langsung berpikir, bagaimana cara menyiasati hidup selama bertahun-tahun ke depan, tapi tanpa harus membuang banyak uang hanya untuk sewa kos.

Mojok mengumpulkan pengalaman dan pandangan mahasiswa soal sisasat bertahan hidup saat di perantauan, tanpa harus keluar uang sewa kos-kosan. Kira-kira begini siasat mereka:

Numpang di rumah saudara, aman dari biaya kos

Hanya orang beruntung yang bisa menggunakan siasat ini. Demi menghemat biaya sewa kos, ada mahasiswa yang sejak lolos UTBK SNBT langsung menghubungi saudara yang sudah lama tinggal di perantauan. Punya rumah sendiri atau minimal kontrakan.

Bahkan, jika punya saudara yang baik hati betul, tidak hanya bisa tinggal gratis. Kebutuhan pokok seperti makan pun bisa ikut terpenuhi.

Selain persoalan itu, tinggal bersama saudara juga bisa memberi rasa tenang bagi orangtua di rumah. Tidak khawatir anaknya lepas kontrol hingga terjerumus ke pergaulan bebas.

Akan tetapi, menginap di rumah saudara bisa memberi rasa riskan tersendiri. Sebab, seolah-olah menjadi beban baru bari keluarga saudara tersebut. Kalau ada persinggungan yang tidak enakpun bisa berpotensi merusak hubungan keluarga.

Lolos UTBK SNBT, jadi marbot biar tak bayar kos

Bagi mahasiswa baru yang tidak punya saudara di perantauan atau punya tapi sungkan numpang tinggal, menjadi marbot masjid atau musala menjadi pilihan yang kerap diambil. Terutama bagi mahasiswa yang berlatar belakang santri.

Ada banyak sisi positif menjadi marbot. Tidak hanya bisa tinggal gratis tanpa sewa kos, kadang kala persoalan makan pun tercukupi karena derma dari tetangga masjid atau musala.

Selain itu, ilmu pesantren masih akan tetap terpakai. Mengingat, tugas marbot tidak semata sebagai tukang bersih-bersih. Tapi juga menjadi imam salat, muazin, hingga mengajar ngaji.

Hanya saja, mahasiswa yang memilih menjadi marbot akan memiliki ruang terbatas untuk aktivitasnya. Sebab, urusannya tidak hanya urusan kampus, tapi juga urusan umat di masjid atau musala.

Baca halaman selanjutnya…

 Jadi benalu ibu kos 

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 29 Mei 2025 oleh

Tags: kos mahasiswakos murah mahasiswaMahasiswamahasiswa barumarbotpilihan redaksiSNBTUTBK
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026
WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina MOJOK.CO
Kabar

Di Balik Penculikan WNI-GSF oleh Militer Israel: Sipil Berlayar karena Pemerintah Dunia Gagal Stop Genosida Palestina

19 Mei 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO
Urban

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal MOJOK.CO

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal

18 Mei 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026
Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

18 Mei 2026
Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.