Siasat Mahasiswa Bertahan Hidup saat Kuliah: Tanpa Biaya Kos tapi Tempat Tinggal Gratis dan Makan Tercukupi

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Lolos UTBK SNBT, numpang di sekretariat organisasi

Bagi mahasiswa baru yang sejak awal gemar berorganisasi, sekretariat organisasi bisa menjadi opsi untuk bertahan hidup di perantauan tanpa harus keluar biaya kos.

Terutama di sekretariat organisasi ekstra kampus (ormek). Karena biasanya sekretariat ormek berada di luar kampus dan kerap digunakan sebagai tempat tinggal anggota organisasi.

Hanya saja, hidup di sekretariat organisasi memang harus siap dengan ruang yang agak kumuh dan semrawut. Maklum, umumnya yang mengisi laki-laki yang sering kali tidak begitu mengurusi soal kerapian dan kebersihan.

Tapi bagi mahasiswa tanpa uang saku lebih, begitu saja sudah cukup. Asal bisa tinggal gratis tanpa harus keluar uang sewa kos.

Jadi benalu, tapi tidak disarankan

Terakhir, ada loh mahasiswa yang dengan sadar memilih menjadi benalu bagi ibu kos.

Jadi, biasanya dia akan membayar sewa kos di awal dia masuk saja. Selebihnya, dia akan nunggak terus-menerus sampai akhirnya diusir oleh si pemilik kos.

Pola semacam itu terus diulang: setelah diusir, sewa kos lagi, nunggak lagi, lalu diusir, dan akhirnya pindah kos lagi.

Bagi mahasiswa yang menggunakan siasat ini, tidak masalah hidup seperti terlunta-lunta. Terusir dari satu kos ke satu kos lain karena tak mampu bayar sewa. Yang penting bisa tinggal gratis.

Tapi tentu cara ini tidak dibenarkan. Karena merugikan orang lain dan sangat jahat kepada ibu kos.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kuliah Jadi Ajang Adu Outfit Bikin Mahasiswa Miskin Mau DO di Semester 3, Tak Kuat Diejek hingga Dijauhi karena Pakaian Jelek atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 29 Mei 2025 oleh

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.