Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Keterima ITS tapi Tak Diambil demi Nama Besar UGM, Malah Merasa Bodoh karena Gagal SNBP padahal Hanya Seleksi “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tak Pasti Aman

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
1 April 2026
A A
Gagal kuliah di PTN karena tidak lolos SNBP, padahal masih ada jalur SNBT dan UM UGM

Ilustrasi - Mengecek pengumuman hasil SNBP (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Belum mempersiapkan jalur seleksi PTN lain akibat gagal SNBP

Untuk dapat mewujudkan mimpinya kuliah di PTN, setidaknya Aria mempunyai kesempatan lain melalui dua jalur seleksi, yakni SNBT dan UM.

Masalahnya adalah pengumuman SNBP tidak berjarak jauh dengan SNBT dan UM. UTBK-SNBT akan dilaksanakan pada 21 sampai 30 April 2026. Artinya, kurang dari satu bulan lagi, Aria sudah harus siap mengikuti UTBK agar dapat berkuliah di PTN.

Strategi untuk UTBK-SNBT juga harus dilakukan segera, termasuk menentukan pilihan PTN yang dirasa rasional dan berpeluang diterima. Sebab, pendaftaran akan ditutup dalam kurang dari seminggu pada 7 April 2026.

Sementara itu, UM UGM, misal, diselenggarakan pada 2 sampai 6 Juni 2026. 

Meski terlihat masih ada cukup waktu untuk mempersiapkan, rasa was-was diterima atau tidaknya di PTN bertahan semakin lama. Aria harus mencari akal untuk dapat mewujudkan impian kuliah di PTN sampai dengan selesai ujian di UGM pada bulan Juni.

Persoalan lainnya adalah Aria belum mempersiapkan itu semua, serta masih merasa sedih setelah gagal SNBP. Padahal dengan waktu yang sempit, Aria makin merasa terhimpit dan serbasalah.

“Waktunya sudah mepet, dia belum siap apa-apa,” keluh Maria.

“Dia belum tahu mulai dari mana. Takut belum siap, tapi bingung nyiapinnya,” ujarnya.

Padahal, kuliah di PTN tidak menjamin masa depan

Dari sudut pandang seseorang yang juga mengikuti SNBP dan SNBT (dahulu SNMPTN dan SBMPTN), tekanan untuk lolos memang tinggi. Tidak bisa dipungkiri, kegagalan yang diprediksi sekalipun tetap membuat diri merasa tidak pantas.

Namun sebagaimana yang saya ingin katakan sejak awal, gagal SNBP atau kuliah di PTN tidak menentukan masa depan. Persiapan yang mepet dengan waktu tes juga masih memungkinkan, asalkan punya optimisme.

Sebab, dari artikel mengenai bimbingan belajar (bimbel) untuk lolos SNBT yang pernah dituliskan Mojok sebelumnya, Ning (23) meyakinkan masih ada kemungkinan lolos UGM dengan persiapan terbatas.

Ning tidak ikut bimbel. Ning belajar mandiri melalui platform belajar online, tetapi lolos UM UGM.

“Pas zaman SMA dulu, pulang sekolah teman-teman sekelas langsung mencelat ke bimbelnya masing-masing. Aku langsung pulang karena bimbelku ya langganan Zenius yang waktu itu setahun Rp400 ribu,” katanya, Selasa (3/3/2026) lalu.

Artinya, Aria masih memiliki peluang untuk dapat lolos seleksi PTN dengan melanjutkan perjuangannya. Melihat mahasiswa UGM seperti Ning yang tidak mengikuti bimbel menjadi pemacu Aria dan siswa SMA lainnya yang belum berkesempatan lolos SNBP untuk mengejar jalur seleksi lain dengan mempersiapkan semaksimal mungkin.

Iklan

Sekiranya dapat membuat mereka merasa yang belum hoki dengan seleksi rapor merasa lebih baik, kegagalan ini juga tidak akan berlangsung selamanya. Berhasil berkuliah di PTN sekalipun, saya ingat percakapan dengan seorang teman lulusan UGM, masih harus berjuang untuk mendapatkan pekerjaan.

“Susah cari kerja. Lulus UGM juga, udah lamar sana-sini…”

Tak hanya itu, berdasarkan temuan riset LPEM FEB UI, lebih dari 4 juta orang lulusan S-1 masih melaporkan upah di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK). Gelar sarjana sekalipun nyatanya tidak sepenuhnya melindungi dari risiko kehidupan selanjutnya, seperti upah rendah sebagai pekerja.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 4 April 2026 oleh

Tags: fakultas hukum ugmKuliah di PTNLolos SNBPlolos snbtmahasiswa ptnpengumuman snbpseleksi mandiri PTNSNBTSNBT-UTBKtips lolos SNBTujian mandiri kuliahUjian Mandiri PTN
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO
Sekolahan

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa
Sekolahan

Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

29 April 2026
kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026
Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong MOJOK.CO

Serba-serbi Jadi Topping Tongkrongan: Ikut Nongkrong biar Tak Dicap Nolep, Cuma Jadi Pelengkap dan Tak Dianggap

4 Agustus 2026
Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Nasirun, pelukis-seniman maestro berpulang dengan meninggalkan ingatan kebaikan MOJOK.CO

Hadiah Lukisan Topeng dari Membetulkan Antena TV dan Laku Hidup Seorang Nasirun

1 Agustus 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.