Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Dilema Hadiri Nikahan Rekan Kerja di Jakarta, Gaji Tak Seberapa tapi Gengsi kalau Isi Amplop Sekadarnya

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
24 April 2026
A A
Amplop nikahan jadi kebingungan untuk fresh graduate di Jakarta

Ilustrasi - Amplop nikah (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hidup tidak berhenti setelah lulus kuliah adalah benar. Banyak hal baru diketahui setelah menyandang gelar sarjana, atau menjadi fresh graduate. Salah satunya, persoalan memberi amplop. Bayangkan saja, misal, baru bekerja dengan gaji UMP Jakarta, tapi sudah diundang oleh beberapa rekan ke pernikahan, bagaimana tidak kebingungan?

Pertama kali bekerja, bingung dapat dua undangan pernikahan di Jakarta

Circa 2024, saya menerima dua undangan pernikahan dalam waktu berdekatan. Tidak terlalu dekat, tetapi selang beberapa bulan dua undangan ini diterima melalui WhatsApp.

Iklan

Saat itu juga, obrolan WhatsApp saya dipenuhi dengan pertanyaan—yang saya ajukan sendiri—kepada beberapa teman. Isi pertanyaannya berbunyi, “Berapa amplop pernikahan di Jakarta yang layak?”

Dalam bayangan saya, di kota dengan biaya hidup yang tinggi, nominal amplop pernikahannya pasti tidak sama dengan kota lainnya. Angka yang dianggap sudah cukup besar, bisa jadi masih tidak seberapa di Jakarta.

Bagaimana tidak, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat biaya hidup di Jakarta pada 2022 mencapai Rp14,88 juta per bulan. Hingga hari ini, Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta sebesar Rp5,73 juta saja belum mampu mencapainya. Padahal, besaran gaji ini tertinggi di Indonesia. 

Upah Minimum Provinsi di Indonesia
Upah Minimum Provinsi di Indonesia (Sumber: databooks)

Ketiga teman yang ditanyai memberikan jawaban serupa, menunjukkan standar amplop pernikahan yang sama. Mereka bilang, standar amplop bisa dimulai dari Rp100 ribu hingga Rp150 ribu untuk fresh graduate, ditentukan berdasarkan kedekatan dengan rekan kerja.

Dua dari tiga juga menambahkan catatan, mengingat gaji fresh graduate yang masih tak seberapa, nominal Rp50 ribu masih terbilang pantas untuk diberikan pada amplop pernikahan. 

Perkiraan biaya pantas untuk “amplop” pernikahan di Jakarta

Namun permasalahannya, amplop untuk pernikahan di Jakarta tidak lagi diberikan secara tunai atau cash. Amplop pernikahan di Jakarta diberikan dengan cara transfer langsung ke nomor rekening penganting, yang disertakan pada undangan pernikahan. Artinya, pengantin memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk langsung tahu besaran uang yang diberikan dalam amplop tersebut.

Sebab, nominal yang dikirimkan akan langsung tertera pada informasi uang yang diterima di rekening.

Maka, beberapa pertimbangan yang mendasari amplop pernikahan di Jakarta ini setidaknya meliputi beberapa faktor. Dimulai dari hubungan dengan pengantin, seperti yang dikatakan oleh teman-teman yang lebih dulu akrab dengan budaya amplop di pernikahan di Jakarta. Semakin dekat dengan mempelai, nominal amplop semakin besar.

Estimasi amplop kondangan berdasarkan kedekatan (Sumber: Hello Brides Wedding Organizer, diolah: Shofiatunnisa Azizah/Mojok.co)
Estimasi amplop kondangan berdasarkan kedekatan (Sumber: Hello Brides Wedding Organizer, diolah: Shofiatunnisa Azizah/Mojok.co)

Selain itu, pertimbangan nominal juga menyangkut lokasi dan skala acara, hadir atau tidaknya, jumlah tamu yang hadir, serta kemampuan finansial. Pertimbangan terakhir memiliki porsi paling besar sebab dapat dibayangkan, dengan gaji pas-pasan, bagaimana mungkin memberikan amplop pernikahan sebesar Rp1,5 juta kepada atasan?

Padahal, gaji atasan sudah berkali-kali lipat lebih besar.

Menyesuaikan besaran amplop dengan kemampuan sebagai “karjimut”

Aish (25) juga memiliki pengalaman serupa. Ia bekerja di Jakarta untuk pertama kali dengan status fresh graduate, tetapi langsung mendapatkan beberapa undangan untuk menghadiri kondangan sekaligus.

Perempuan ini mengaku, mengalami kebingungan saat memutuskan untuk memberikan amplop pada acara tersebut. Dengan gaji pas-pasan yang hanya senilai upah minimum Jakarta saat itu, belum tentu cukup untuk hidup sehari-hari, tetapi ada keinginan untuk memberikan amplop pernikahan dalam nominal besar.

Namun kemudian, Aish menyadari bahwa ia tidak bisa melakukan itu sebagai karyawan bergaji imut “karjimut” yang masih harus menyisihkan sebagian besar uang untuk bertahan hidup di Jakarta. Ia selanjutnya mencoba mengabaikan keinginan ngamplop dengan nilai besar, lalu menimbang nominal berdasarkan kedekatan dengan sang mempelai yang disadarinya hanya sebatas teman saja.

“Karena teman aja, aku amplop Rp50 ribu,” kata dia kepada Mojok, Jumat (24/4/2026).

Aish bercerita, bahkan setelah memberi, ia sempat risau kalau nominal yang dikirimkan dianggap sepele. Akan tetapi, ia bilang, bagi sebagian orang, nominal yang dikirimkan tidak terlalu dianggap berarti. Justru, kehadiran, termasuk melalui amplop yang diberikan.

“Buat orang-orang itu malah bukan uangnya yang penting, tapi kehadiran kitanya,” kata dia.

Iklan

Karena kesadaran itu, Aish belajar dari pengalamannya sebagai fresh graduate untuk tidak ambil pusing perihal nominal amplop di nikahan. Ia memang menimbang berdasarkan beberapa faktor, seperti kedekatan dan kehadiran.

Namun utamanya, Aish mengatakan, tetap memprioritaskan kemampuannya dalam memberikan amplop di pernikahan. Pasalnya, akan sulit ketika ingin memberi banyak, tetapi tidak sadar dengan kemampuan diri sendiri.

“Aku sekarang bisa bagi karena banyak dapat undangan. Mana yang kuberi berapa, aku hadiri, karena kan kalau nggak ya gimana,” kata dia.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 24 April 2026 oleh

Tags: amplop kondanganamplop nikah di jakartaamplop nikah rekan kerjaamplop nikahanfresh graduategaji fresh graduatekerja di jakartapengalaman fresh graduatestandar amplop kondangan
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
sarjana muda gusar mencari kerja. MOJOK.CO

Realita Sarjana Muda Gusar Mencari Kerja: 4 Tahun Lamanya Berkutat dengan Buku, Lulus Kuliah Memilih Pasrah

23 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026
kebayoran baru, jakarta selatan, jakarta.MOJOK.CO

Punya Kos Murah di Kebayoran Baru adalah Kemewahan, Biar Berisik tapi Setidaknya Menyelesaikan 3 Masalah Besar Perantau di Jakarta

3 Juli 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius MOJOK.CO

No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius

17 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
Magang pemerintah, rencana mendirikan Universitas Republik Indonesia (URI) dinilai belum bisa jadi solusi fenomena pengangguran dari lulusan perguruan tinggi (sarjana). Apalagi selama ini kuliah cuma dibekali teori MOJOK.CO

Magang Pemerintah Belum Jadi Solusi Pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, Apalagi Kuliah cuma Dibekali Teori

18 Agustus 2026
Agustusan momen bikin mahasiswa KKN kelihatan jadi orang bingung, kalah pamor dengan anak muda Karang Taruna desa MOJOK.CO

Momen Agustusan bikin Mahasiswa KKN di Desa Jadi Orang Bingung, Lebih Sigap Karang Taruna

17 Agustus 2026
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Agung.(MOJOK.CO)

Pesan Kemerdekaan Sri Sultan: Jogja Dibangun Tanpa Tergesa, tapi Juga Tidak Berhenti Melangkah

17 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.