Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Bidikan

Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punah Musik Analog

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
2 Februari 2026
A A
Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO

Asriadi Cahyadi, pemilik Dcell Jogja Store di Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Membidik Cerita: Berawal dari kecintaannya mengoleksi musik analog, seorang pemuda asal Bantul mulai membuka bisnis Dcell Jogja Store di Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga dikunjungi orang Belanda.

***

Iklan

Sepasang kekasih asal Klaten mengunjungi toko musik analog, Dcell Jogja Store milik Asriadi Cahyadi (41) di Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu siang (31/1/2026). Keduanya mengaku berangkat sejak pagi dan sudah menyiapkan waktu khusus guna memperbaiki tape recorder mereka yang rusak. 

Memperbaiki tape recorder. MOJOK.CO
Dua orang milenial asal Klaten mendatangi toko musik analog, Dcell Jogja Store di Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Setelah mengecek tape Sony keluaran lama tersebut, Asriadi menjelaskan kalau pengerjaannya tak bisa langsung satu hari jadi. Belum lagi kalau harus antre. Untungnya, mereka paham dan tidak memaksa Asriadi buru-buru menyelesaikan.

Sebab, ada saja pelanggan yang bikin Asriadi panik, minta diselesaikan dengan waktu yang mepet. Kalau kerusakannya tidak parah, kata Asriadi, ia tentu bisa menyelesaikannya dengan cepat. Tapi, kini ia sudah tak soal bahkan sengaja “menyulap” tempat kerjanya bergaya vintage agar nyaman dikunjungi.

Dcell Jogja Store. MOJOK.CO
Toko musik analog, Dcell Jogja Store bergaya vintage. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Selain jadi pajangan, barang-barang bekas itu memang sengaja ia jual ke pelanggan. Namun, ada pula yang masih ia pertahankan karena saking berharganya barang tersebut. Kadang-kadang, ada barang yang akhirnya ia lepas kalau tawarannya setimpal.

Koleksi tape recorder. MOJOK.CO
Asriadi Cahyadi menunjukkan koleksinya. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Santri lulusan Pandanaran itu mengaku bisnisnya mulai ramai sejak tahun 2021, saat musik analog seperti walkman dan kaset pita dari band-band lawas kembali naik daun dan banyak digandrungi milenial serta Gen Z. Salah satu kaset yang laris waktu itu yakni Oasis, ABBA, hingga The Beatles.

“Vibe-nya itu memang beda ya saat mendengar lewat walkman atau Spotify. Kadang-kadang barang itu juga punya kedekatan emosional,” ujar Asriadi.

Koleksi kaset pita di toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO
Seorang pengunjung melihat koleksi kaset pita. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Belum lama ini, Asriadi bahkan kaget saat toko musik analog, Dcell Jogja Store miliknya kedatangan pelanggan laki-laki dan perempuan dari Belanda. Katanya, mereka sengaja menyempatkan waktu khusus ke sana untuk sekadar memperbaiki walkman–bukan untuk wisata.

“Saking senangnya, mereka sampai posting di Instagram dengan caption begini, ‘kamu menyelamatkan masa kecilku dengan memperbaiki walkman sony pertamaku, aku tidak akan pernah melupakannya. Ini layanan hebat!”

kaset pita. MOJOK.CO
Salah satu koleksi kaset Ebiet G. Ade. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Bisa dibilang, toko musik analog, Dcell Jogja Store milik Asriadi Cahyadi berdiri secara kebetulan. Awalnya, ia hanya menuruti hobi yang dulunya tak kesampaian semasa kecil, yakni mengoleksi barang bekas elektronik. Setelah punya tabungan sedikit demi sedikit, Asriadi mulai mengumpulkan koleksinya dengan membangun beberapa jaringan baik di Jogja maupun di luar kota.

perbaikan. MOJOK.CO
Hobi mengotak-atik barang bekas elektronik. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Selain mengumpulkan barang, Asriadi juga hobi mengotak-atik. Sebagai pengoleksi barang bekas, ia merasa ilmu itu penting dan merupakan keharusan, karena selain mengumpulkan ia juga harus mampu merawatnya. Lebih dari itu, agar ia tak kena tipu.

Terkesima dengan keahlian Asriadi memperbaiki barang bekas serta koleksinya yang “langka”, teman-temannya sering membeli barang antik miliknya hingga menitipkannya untuk diperbaiki. Dari sanalah ide membuka toko musik analog, Dcell Jogja Store miliknya muncul pada tahun 2018.

Asriadi Cahyadi pemilik toko musik analog di Jogja. MOJOK.CO
Asriadi Cahyadi, pemilik Dcell Jogja Store di Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Kini, koleksinya mencapai 200 radio dan tape recorder, 1.000 lebih kaset pita dengan berbagai genre dan lintas tahun. Ia juga menyediakan musik analog seperti compact disc, piringan hitam, dan amplifier. Barang langka yang ia miliki antara lain boombox Sanyo Madonna yang punya 4 speaker, Sony walkman WM-DD9 legendaris, Walkman legendaris Sony TPS-L2 generasi pertama, dan Sony Walkman WM-W800 yang unik pada masanya.

Iklan

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

LIHAT JUGA: Hari-hari Sepi Para Pemilik Kios Buku Bekas di Jalan Kahar Muzakir Yogyakarta atau konten Membidik Cerita (foto jurnalistik) Mojok lainnya di rubrik Bidikan

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2026 oleh

Tags: BantulDcell Jogja StoreJogjajual walkmantoko elektroniktoko kasetwalkman
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa KKN UGM dan LPS berkolaborasi hadirkan edukasi literasi keuangan di desa terluar Mentawai MOJOK.CO

Literasi Keuangan untuk Desa Terluar di Mentawai: Jadi Bekal Masyarakat Desa Hadapi Ragam Persoalan Finansial

10 Agustus 2026
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, pastikan jaga Lokananta Bloc sebagai kawasan ramah anak MOJOK.CO

Wali Kota Surakarta Pastikan Jaga Lokananta Bloc sebagai Kawasan Ramah Anak dan Ruang Kreatif Anak Muda

9 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Kenapa aktivis yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis? MOJOK.CO

Kenapa aktivis harus miskin dan yang memulai bisnis kerap dicap sebagai kapitalis?

4 Agustus 2026
Konferensi pers menuju lima tahun Cherrypop sebagai lebaran skena MOJOK.CO

Cherrypop 2026: 5 Tahun Lebaran Skena, Jeda, dan Cerita-cerita di Balik Panggung yang Ubah Jalan Hidup Banyak Orang

10 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.