Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
25 April 2026
A A
Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi - Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja. (Freepik)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Apa yang terjadi di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja, benar-benar membuat hancur dan trauma para ibu korban. Perbuatan tenaga pengasuh (biasa dipanggil “Miss”) di sana membuat banyak orang mengernyit: Kok ada manusia sekeji itu pada anak-anak? Terlebih anak orang yang dititipkan dengan penuh kepercayaan. 

***

Daycare Little Aresha, Kota Jogja, memang tampak meyakinkan. Apalagi jika melihat struktur organisasinya: diisi oleh orang-orang “berpendidikan”. Tidak pelak jika banyak orang tua yang yakin menitipkan anak di sana, saat orang tua harus tetap bekerja. 

Namun, kenyataan pahit yang kemudian terbongkar membuat para ibu dan orang tua di Jogja benar-benar merasa hancur dan terluka. 

Shevinna, salah satu ibu korban bercerita kepada Mojok, satu bulan ini anaknya memang tidak sedang berada di daycare Little Aresha, karena sedang berada di rumah eyang. Rencananya baru akan masuk lagi pada Juni 2026 nanti. Namun, tiba-tiba kabar buruk tentang dugaan penganiayaan di daycare itu mencuat dan sampai di telinga Shevinna, sangat meremukkan hatinya.

Percayakan anak di daycare Little Aresha Kota Jogja karena atribusi meyakinkan para pengasuh

Shevinna memasukkan anaknya ke daycare Little Aresha, Kota Jogja, sejak anaknya masih bayi. Salah satu alasan ia memilih daycare Little Aresha adalah karena temannya juga memasukkan sang anak di daycare tersebut. 

“Dan temenku udah sempat survei tempatnya sampai ke dalam. Katanya oke. Tapi orang tua tuh bisa survei sampai ke dalam sebelum masukin anaknya ke situ cuman pas HARI LIBUR. Jadi tidak ada anak-anak di dalamnya gitu. Nggak  bisa tiba-tiba datang dan harus banget janjian dulu sama yang punya,” tutur Shevinna kepada Mojok, Sabtu (25/4/2026) petang. 

Demi menjamin kenyamanan dan keamanan anak, Shevinna kemudian mengulik tentang daycare tersebut. Ia akhirnya yakin karena memang atribusi orang-orang di dalamnya adalah orang-orang berpendidikan. Hal lain yang membuatnya yakin adalah karena Ketua Yayasan dari daycare tersebut dikenal agamis. 

“Jadi aku mikirnya dia nggak akan berani mengelola daycare asal-asalan banget. Karena dia pasti tahu dong konsekuensinya gimana,” tuturnya. 

Perbuatan “Miss” di daycare Little Aresha Kota Jogja bikin hancur dan trauma 

Terbongkarnya dugaan perbuatan keji pada anak-anak di daycare Little Aresha, Kota Jogja, tidak ayal membuat Shevinna sampai tremor. Sebab, pemberitaan dugaan penganiayaan pada anak-anak lantas membuat kondisi-kondisi ganjil dari sang anak yang selama ini Shevinna dapati menjadi sangat masuk akal. 

“Anakku lebam dan merah-merah. Aku kira benar karena tabrakan sama temannya. Apalagi anakku memang aktif sekali. Terakhir emang anakku ada lebam tipis di pipi. Dan  itu Miss-nya nggak ada laporan. Itu persis sebelum lebaran,” ungkap Shevinna.

“Aku pikir mungkin anakku jalan nggak lihat-lihat lalu ketatap (terbentur) mainan atau semacamnya. Karena memang anaknya super aktif,” lanjutnya.

Bagaimana tidak hancur. Selama ini Shevinna sudah sangat percaya dengan daycare tersebut. Ia bahkan gemar memberi uang lebih (tip) untuk Miss yang mengasuh.

“Harapannya (uang tip itu) bisa menghapus lelah mereka merawat anak saya. Tapi kok di dalam sana malah mengerikan,” tuturnya.

Iklan

Efek traumatis dari perilaku “tak wajar” anak

Shevinna akhirnya menyadari, perilaku ganjil yang terjadi pada sang anak sejak dititipkan di daycare Little Aresha ternyata merupakan efek traumatis dari perlakuan Miss di sana. 

“Ada orang tua lain yang bilang anaknya suka nyakitin diri sendiri kalau tantrum. Persis banget, anak aku juga gitu kalau tantrum. Bahkan waktu aku tegur dia salah, aku cuman bilang, ‘No nggak boleh ya.’ Dia juga pukul dirinya sendiri,” papar Shevinna. Saat tidur pun sering mengigau: tiba-tiba nangis, tiba-tiba marah. 

“Aku pikir cuman fase atau karena memang kecapekan. Ternyata anak lain di Little Aresha juga gitu,” imbuhnya. 

Tidak hanya itu, kata Shevinna, sang anak juga kesulitan menirukan bicara. Bahkan susah diajari bicara. Ketika diajak belajar pun tidak fokus. Anaknya pun lambat laun juga punya kecenderungan takut bertemu orang dewasa.

Kini Shevinna akhirnya tahu penyebabnya, setelah sebelumnya hanya bisa menduga-duga. Sebab, saat sang anak dititipkan di rumah eyangnya belakangan ini, ternyata sang anak mengalami perkembangan cukup pesat, terutama dalam hal bicara.

Menyadari trauma yang dialami sang anak, kini Shevinna akan lekas membawa sang anak ke psikolog anak untuk observasi dan penanganan lanjutan.

Shevinna menjadi salah itu ibu korban yang vokal membagikan kesaksian di Threads. Saat Mojok hubungi, ia mengabarkan bahwa saat ini ia tengah berupaya mendapatkan keadilan atas tindak aniaya yang diterima anaknya. 

Usai penggerebekan daycare itu viral, Shevinna sempat mengirim pesan ke Ketua Yayasan daycare Little Aresha. Tapi pesan tersebut tidak direspons.

“Sejauh ini aku sama beberapa wali murid berencana menuntut proses hukum. Kami juga menuntut ganti rugi,” tegasnya.

Hati hancur: pulang kerja tahu fakta kalau anak sampai diikat di daycare

Ibu korban lain, Annisa, berniat menjemput bayi 9 bulannya selepas bekerja pada Jumat (24/4/2026) pukul 16.40 WIB. 

Begitulah rutinitas normal Annisa sejak bayinya dititipkan di daycare Little Aresha, Kota Jogja, enam bulan terakhir. Selama ini, ia tidak pernah terbayang situasi buruk di dalam daycare tersebut. 

“Sampai tikungan (menuju lokasi) udah bingung kok ramai banget. Sampai sana langsung dijelasin sama Polwan yang di sana, dilihatkan video di hp Polwannya. Badan gemeter banget pas lihat video ternyata ada anakku yang diiket sampai nangis sesegukan,” terang Annisa dalam cerita tertulis yang ia bagikan. 

Seketika hatinya hancur dan sesak nafas. Ia melihat dalam video tersebut ada 6 bayi berjejer di atas playmate diikat kakinya tanpa baju, hanya pakai diapers. 6 bayi itu nangis, haus, dan tampak kedinginan. 

“Di video selanjutnya ada adik-adik yang sudah di atas 2 tahun dengan keadaan sama diikat di pintu, jendela, di playmate,” jelas Annisa. Benar-benar pemandangan yang tidak manusiawi. 

Cerita nyaris serupa juga dituturkan akun Tittaa di Threads. Ia mengaku, selama ini ia selalu menemukan  lebam di kaki anaknya, di bagian tulang kering. Ia pikir itu karena sang anak jatuh sendiri, atau pas lari-lari tidak sengaja kejedot. 

Selain itu, anak Tittaa selalu pulang dengan keadaan kelaparan dan kehausan. Ia pikir itu mungkin karena aktivitas bersama teman-temannya memang menguras tenaga, sehingga  wajar kalau laper lagi.

“Anakku selalu pilek! Aku masih berpikir karena mungkin temen-temennya juga lagi pilek, makanya dia ketularan lagi. Anakku gelisah waktu tidur dan aku masih mengira itu karena efek kelelahan,” kata Tittaa dikutip Mojok atas seizinnya. 

“Anakku pernah bener-bener tantrum dan ketakutan pas dianter sekolah. Dan dia akhirnya berani bilang kalau Miss-nya galak. Pas aku konfirmasi ke “mereka”, dengan biasa jawaban yang halus dan sok-sok memberi solusi dengan menyelipkan cerita tentang anak-anak mereka,” lanjutnya. 

Kini ia yakin, apa yang ia dapati dari kondisi sang anak adalah karena trauma: stres dan tertekan atas perlakuan yang diterima di daycare. 

Ternyata tidak berizin?

Dugaan kasus penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja terbongkar usai penggerebekan yang dilakukan oleh Satuan Reserse  Polresta Yogyakarta pada Jumat (24/4/2026), sekitar pukul 14.00 WIB. 

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, mengatakan, penggerebekan daycare tersebut bermula dari laporan mantan karyawan. 

“Awalnya dari karyawannya itu melihat bahwa perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititip itu kurang manusiawi,” kata Pandia dalam keterangannya pada awak media, Sabtu (25/4/2026). 

Saat ini, pihak Polresta Yogyakarta tengah melakukan pengusutan terkait dugaan penganiayaan terhadap anak di daycare tersebut. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, mengungkapkan bahwa daycare Little Aresha ternyata tidak berizin. 

“Kami sudah cek di Dinas Pendidikan maupun ke Dinas Perizinan. Daycare itu memang belum ada izinnya,” terangnya kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026). 

Atas situasi traumatis yang dialami oleh anak-anak yang menjadi korban, Retna memastikan akan melakukan pendampingan psikologi maupun konselor hukum. 

“DP3AP2KB bersama Dinas Pendidikan juga mulai melakukan pendataan terhadap seluruh daycare di Kota Yogyakarta. Ini sebagai langkah evaluasi menyeluruh,” tegasnya. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 25 April 2026 oleh

Tags: daycare jogjadaycare little areshadaycare sorosutanJogjakota jogjalittle areshapilihan redaksiumbulharjo
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya Mojok.co
Pojokan

Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya

24 April 2026
Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO
Catatan

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
mabar game online.MOJOK.CO
Catatan

Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar

23 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO
Catatan

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing Mojok.co

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

24 April 2026
Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos MOJOK.CO

Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos

24 April 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO

Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual

19 April 2026
Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
Supra Fit: Motor Honda yang Bikin Kecewa dan Gak Bikin Bangga MOJOK.CO

Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

21 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.