Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Mengenal Organisasi Sayap Perempuan Milik Parpol Peserta Pemilu 2024

Kenia Intan oleh Kenia Intan
9 Mei 2023
A A
organisasi sayap perempuan parpol mojok.co

Ilustrasi parpol (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Keberadaan organisasi sayap perempuan di suatu parpol sebenarnya bisa memperkuat keterwakilan perempuan. Baik dalam proses politik internal partai maupun di pemilu. Namun, ternyata tidak semua partai memiliki organisasi sayap ini. Kalaupun sudah punya, perlu dikritisi kembali keberadaannya. 

Pemilih perempuan merupakan kelompok yang potensial, jumlahnya lebih dari separuh total pemilih di Indonesia. Oleh karenanya, partai politik (parpol) membentuk organisasi sayap perempuan untuk memenangkan suara kelompok ini. 

Iklan

Secara elektoral organisasi sayap perempuan sebenarnya  punya peran strategis untuk mendekatkan parpol dengan basis pemilih perempuan. Parpol juga bisa menjadikan organisasi sayap ini sebagai wahana rekrutmen agar parpol bisa memenuhi kuota keterwakilan perempuan. Dari sisi perempuannya, organisasi sayap ini bisa dijadikan jembatan kepentingan terhadap kebijakan parpol. 

Keberadaan organisasi sayap perempuan sebenarnya bukanlah hal baru. Fenomena ini banyak muncul di Indonesia pasca-reformasi. Begitu pula dengan parpol dan aktivis perempuan di berbagai negara yang ternyata juga membentuk organisasi-organisasi sayap perempuan dengan parpol. Mereka menyadari, organisasi tersebut dapat mempromosikan kepentingan perempuan dalam platform kebijakan partai. Selain itu, meningkatkan keterwakilan perempuan dalam daftar nominasi partai dan proses pengambilan keputusan. 

Organisasi sayap perempuan parpol

Sejumlah parpol di Indonesia tercatat memiliki sayap perempuan. Berikut ini beberapa organisasi sayap perempuan yang dimiliki oleh partai-partai yang lolos sebagai peserta Pemilu 2024:  

  • Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa (PPKB)
  • Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra): Perempuan Indonesia Raya (PIRA)
  • Partai Golkar: Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG)
  • Partai Nasdem: Garda Wanita Malahayati (Garnita Malahayati)
  • Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura): Perempuan Hanura
  • Partai Amanat Nasional (PAN): Perempuan Amanat Nasional (PUAN)
  • Partai Demokrat: Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI)
  • Partai Persatuan Pembangunan (PPP) : Wanita Persatuan Pembangunan (WPP)
  • Partai Ummat: Permata

Kendati sudah memiliki organisasi sayap perempuan atau mungkin divisi perempuan, peran unit tersebut di parpol ternyata perlu dikritisi dari waktu ke waktu. Riset berjudul “Partisipasi Tanpa Representasi: Analisis Relasi Organisasi Sayap Perempuan dengan Partai Politik di Indonesia” karya Hurriyah dan Delia Wildianti dari Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia menjelaskan, kehadiran organisasi sayap perempuan tidak menjamin menguatnya representasi politik perempuan di Indonesia. 

Tidak dipungkiri, organisasi tersebut berperan penting dalam mendekatkan parpol ke basis pemilih perempuan. Organisasi sayap perempuan juga mampu menjadi sumber rekrutmen kader perempuan potensial bagi partai politik. Tercermin dari nama-nama usulan yang kerap diberikan oleh organisasi tersebut terkait daftar kandidat perempuan potensial untuk pemilu legislatif

Akan tetapi di Indonesia, organisasi sayap perempuan cenderung tidak memiliki posisi tawar yang strategis. Perempuan lebih banyak mendominasi jabatan atau kegiatan pendukung di tingkat akar rumput. Organisasi sayap perempuan juga  tereksklusi dari struktur formal kekuasaan dan pengambilan keputusan.  

“Minimnya kehadiran perempuan pada posisi-posisi strategis dalam partai politik membawa konsekuensi pada lemahnya akses dan suara mereka dalam proses pencalonan kandidat,” jelas mereka. 

Dengan kata lain, organisasi sayap perempuan di Indonesia seperti paradoks.

“Di satu sisi membuat posisi mereka kuat dalam membangun representasi dan basis sosial di kalangan pemilih perempuan, namun di sisi lain membuat posisi mereka lemah dalam berhadapan dengan struktur kekuasaan dalam partai politik maupun dalam mendorong agenda keterwakilan perempuan dalam partai politik,” jelas mereka. 

Oleh karenanya, masyarakat perlu mencermati secara seksama kehadiran organisasi sayap di parpol. Apakah memang sekadar menjadi vote getter untuk memenangkan partai atau parpol peduli terhadap representasi suara perempuan. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Cegah Petugas KPPS Tumbang, KPU Akan Ubah Metode Perhitungan Suara tulisan menarik lainnya di Kanal Pemilu.

 

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: organisasi sayap perempuanparpolPemilu 2024perempuanpolitisi perempuan
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO
Esai

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO
Esai

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO
Esai

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan
Urban

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.