Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Cegah Petugas KPPS Tumbang, KPU Akan Ubah Metode Perhitungan Suara

Kenia Intan oleh Kenia Intan
9 Mei 2023
A A
petugas kpps mojok.co

Ilustrasi petugas KPPS (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) akan mengubah metode perhitungan suara di Pemilu 2024. Perubahan dilakukan untuk mencegah tumbangnya para petugas KPPS. 

Pemilu 2019 banyak memakan korban dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Setidaknya ada 894 petugas pemilu 2019 meninggal dunia dan 5.175 lainnya mengalami sakit. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2012-2022 Arief Budiman mengungkapkan, beban kerja Pemilu 2019 yang cukup besar menjadi salah satu sebab banyaknya petugas tumbang saat itu. 

Iklan

Asal tahu saja, pada 2019, perhitungan suara dilakukan dalam satu panel. Selain itu, perhitungan suara tidak boleh melebihi dari hari pemungutan suara. 

Berkaca dari evaluasi tersebut, KPU RI berencana menerapkan model perhitungan baru di Pemilu 2024 yakni metode dua panel yang bekerja secara paralel. Dengan adanya dua panel, KPPS yang berjumlah tujuh orang akan dibagi menjadi dua kelompok. 

Kelompok pertama akan menghitung perolehan suara hasil pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota DPD RI. Sementara di kelompok kedua, petugas akan menghitung perolehan suara pemilihan anggota DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.  

Mengurangi kualitas pengawasan

Menanggapi rencana perubahan metode perhitungan KPU ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengaku masih mengkaji usulan tersebut. Pihaknya juga akan mendiskusikan lebih lanjut rencana itu dengan KPU. 

“Secara konsep secara ide, ini cerdas ini. Cuman apakah accept untuk pengawas ini ya, itu memang problem di kita,” jelas Anggota Bawaslu Totok Hariyono seperti dikutip dari Detik, Kamis (4/5/2023). Salah satu yang menjadi sorotan Bawaslu dan akan didiskusikan nantinya adalah UU yang hanya mensyaratkan satu pengawas. Adanya metode baru ini berarti memungkinkan adanya perubahan pada UU. 

Sementara itu, Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) sekaligus  Pengajar Pemilu Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) Titi Anggraini menilai metode dua panel memang bisa meringankan beban kerja petugas KPPS. Akan tetapi, metode ini mengurangi pengawasan oleh pengawas pemilu dan masyarakat dalam terhadap perhitungan suara.

Ia menerangkan, pengawas dan masyarakat tidak dapat mengawasi perhitungan suara hasil pemilihan capres dan wapres, anggota DPD, DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota secara serentak. Mereka hanya bisa mengikuti satu panel perhitungan suara saja. Dampaknya, kualitas akuntabilitas perhitungan suara Pemilu 2024 berpotensi berkurang. 

Apabila metode dua panel ini dilakukan, KPU juga harus bersiap menyediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang luas. Apabila perhitungan tersebut dilakukan di ruang yang sempit, dikhawatirkan dapat mendistorsi konsentrasi petugas penghitung suara.  

Selain berencana menggunakan metode dua panel, KPU memberi batas terhadap usia KPPS minimal 17 tahun maksimal 55 tahun untuk mengurangi KPPS tumbang saat bertugas. KPU juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap petugas KPPS. Selain itu, KPU akan memperpanjang waktu perhitungan selama 12 jam sejak berakhirnya masa perhitungan suara di hari pemungutan suara Pemilu 2024. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Prabowo, Airlangga, hingga Cak Imin Kunjung JK, Ada Apa? tulisan menarik lainnya di Kanal Pemilu.

Terakhir diperbarui pada 9 Mei 2023 oleh

Tags: kpupetugas KPPStimsel pemilu 2024
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Pemilu 2024 Selesai, Petugas KPPS Balik Setelan Pabrik: Jelas Mancing, Mabar, Slot! MOJOK.CO
Ragam

Pemilu 2024 Selesai, Petugas KPPS Balik Jadi Kaum Korea: Jelas Mancing, Mabar, Slot!

15 Februari 2024
kpps bantul.MOJOK.CO
Ragam

Curhat Petugas KPPS Bantul, Gaji Sehari Lumayan tapi Hadapi Saksi Galak dan Tekanan di TPS Lebih Menantang  

11 Februari 2024
Rantis Maung, Spesifikasi Tunggangan Prabowo Gibran ke KPU (foto kompas.com:Nirmala Maulana A)
Politik

Rantis Maung Mengantar Prabowo dan Gibran ke KPU, Ini Spesifikasi Kendaraan Buatan Pindad Itu

25 Oktober 2023
Partai Baru Tidak Bisa Ikut Menyumbang Dana Kampanye MOJOK.CO
Kotak Suara

KPU Ingatkan Partai Baru Tidak Bisa Ikut Menyumbang Dana Kampanye Capres dan Cawapres

13 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.