Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konter

App Tracking Apple di iOS 14.5 Bikin Cemas Facebook, Media Sosial yang Sering Mencuri Data Pengguna Itu

Larasati Gumilang Kencanawardhani oleh Larasati Gumilang Kencanawardhani
29 April 2021
A A
App Tracking Apple di iOS 14.5 Bikin Cemas Facebook, Media Sosial yang Sering Mencuri Data Pengguna Itu MOJOK.CO

App Tracking Apple di iOS 14.5 Bikin Cemas Facebook, Media Sosial yang Sering Mencuri Data Pengguna Itu MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Facebook merasa terancam setelah Apple merilis iOS 14.5 yang punya fitur anti-pelacakan iklan alias App Tracking Transparency di dalamnya.

Usai pagelaran Apple Event 2021 kelar pada minggu ketiga April lalu, produsen asal Amerika Serikat ini langsung bergerak cepat. Tak sampai 2 minggu, Apple merilis sistem operasi baru mereka, yakni iOS 14.5 untuk pengguna iPhone dan iPad, per Senin (26/4).

Apple memberikan sejumlah fitur anyar di sistem operasi baru ini. Misalnya, kemampuan membuka iPhone lewat Apple Watch, pilihan suara Siri yang kian beragam, hingga beberapa emoji baru yang unik dan makin menarik.

Namun, sang pencuri perhatian dari iOS 14.5 adalah fitur anti-pelacakan iklan alias App Tracking Transparency yang selanjutnya kita singkat saja pakai ATT, ya.

Sederhananya, berkat ATT, pengguna iPhone kini dapat mengontrol aplikasi mana saja yang diizinkan untuk melacak aktivitas pengguna untuk tujuan periklanan online lewat iPhone atau iPad mereka. Lalu, apa serunya aplikasi ini?

Aplikasi ini bisa dikatakan menjadi “genderang perang” dari Apple untuk menantang sang raksasa teknologi, Facebook.

Apple vs Facebook

Fitur App Tracking Transparency ini, sebetulnya, sudah direncanakan sejak pertengahan 2020 lalu. Diprediksi, ATT bakal menjadi momok besar buat Facebook, yang bisnis iklannya mengandalkan pelacakan aktivitas users.

Facebook sejatinya nggak tinggal diam, sih. Cuma, karena sistem operasi ini murni wewenang Apple sebagai developer, mereka tentu nggak bisa apa-apa. Mau nggak mau, Facebook tunduk kepada fitur anyar bernama ATT ini.

Facebook sempat berdalih bahwa App Tracking Transparency ini mengancam kesempatan para pengusaha skala kecil. Terutama pengusaha kecil yang memanfaatkan Facebook Ads sebagai sarana beriklan.

Perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu juga berasalan fitur Facebook untuk memberikan “iklan yang ditargetkan” bagi pengguna memungkinkan pebisnis skala kecil untuk menjangkau pelanggan baru. kalau kata Facebook: akan menggerakkan roda ekonomi.

Masalahnya, kebiasaan menguntit pengguna seperti yang kerap dilakukan Facebook ini tak jarang menerobos batas privasi users. Kamu tentu nggak sekali atau dua, kan, tiba-tiba menemukan iklan produk secara random di Instagram? Kamu pikir itu kebetulan? HAHAHA, jawabannya: TIDAK, bung dan nona!

Dan tepat di titik itu, Apple dan iOS 14.5 muncul dengan App Tracking Transparency-nya sembari menabuh genderang perang kepada Facebook. Seperti kita ketahui, Apple memang dikenal sangat menghargai privasi penggunanya. Sementara itu, Facebook, hampir selalu terlibat kasus penyalahgunaan data pengguna atau ketidakmampuan mereka untuk melindungi data penggunanya.

Cara kerja ATT di iOS 14.5

Saya sendiri sudah mencoba memanfaatkan fitur App Tracking Transparency di iPad yang saya pakai untuk pekerjaan sehari-hari. Setelah mengunduh pembaruan iOS 14.5, pengguna akan mulai melihat sebuah prompt ATT saat menggunakan aplikasi.

Prompt ATT tersebut menyediakan dua opsi untuk pengguna terkait aktivitas pelacakan oleh aplikasi. Dua opsi tersebut adalah “ask app not to track” dan “allow“.

Iklan

Ketika kamu memilih opsi “ask app not to track“, artinya kamu nggak mau aplikasi melacak aktivitasnya saat sedang digunakan. Facebook tidak bisa lagi mengikuti segala kegiatan pengguna, termasuk mengumpulkan data pribadi  (seperti umur, lokasi, informasi kesehatan, kebiasaan belanja, dsb.) untuk tujuan iklan.

Dan sebaliknya, ketika pengguna memilih opsi “allow“, artinya pengguna memberikan izin aplikasi untuk melacaknya dan mengumpulkan data pribadi.

Apakah akan ada duel panjang antara Apple vs Facebook?

Terkait potensi “perang” berkepanjangan, hal itu sangat mungkin terjadi. Sejak merilis iOS 14 misalnya, Facebook secara terbuka sudah mengaku bahwa mereka mulai kesulitan melacak aktivitas pengguna untuk keperluan iklan.

Dan jangan lupa, pengguna produk Apple di Amerika Serikat (AS), kandang 2 raksasa teknologi,  jumlahnya sangat membludak. Sebuah perusahaan broker, Piper Sandler, pada Q1 tahun 2020 lalu sempat membuat riset yang menyebut bahwa 86% remaja di AS memilih iPhone dan atau iPad sebagai gawai utama mereka. Dan 88% di antaranya juga berujar bahwa mereka tetap akan memakai produk Apple jika ingin ganti hape di waktu mendatang.

Maka dari itu, benar belaka omongan Zuckerberg beberapa bulan lalu, yang saya kutip dari CNBC, di mana Mas Zuck menyebut bahwa musuh terbesar dan terberat WhatsApp bukan Telegram atau Signal, tapi aplikasi pesan bawaan di iPhone yakni iMessage.

Kalau sudah begini, kita sebagai users akhirnya jatuh pada dua pilihan: menjaga privasi kita atau merelakan privasi kita diobok-obok Facebook (juga WhatsApp dan Instagram).

Berkat App Tracking Transparency, perang antara Apple dan Facebook jadi makin menarik, bukan?

BACA JUGA Mengintip Data Pribadi Pengguna yang Direkam Facebook Secara Otomatis dan ulasan tentang aplikasi lainnya di rubrik KONTER.

Terakhir diperbarui pada 29 April 2021 oleh

Tags: androidapp trackerapp trackingApp Tracking TransparencyAppleFacebookiOSios 14.5pencurian data pengguna
Larasati Gumilang Kencanawardhani

Larasati Gumilang Kencanawardhani

Seorang istri dan perempuan merdeka.

Artikel Terkait

Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android
Sehari-hari

Pakai iPhone Dianggap Keren, Rela Sewa Harian sampai Rp120 Ribu demi Gengsi dan Memberi “Makan Konten” Media Sosial

3 Maret 2026
Xiaomi POCO ternyata lebih berguna ketimbang Samsung Galaxy. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kecewa dengan Penyakit “Kronis” Samsung Galaxy yang Habiskan Duit Berjuta-juta, Ternyata Merek “Murahan” Lebih Berguna

2 Maret 2026
Pakai hp android Samsung S26 terintimidasi user iPhone. Tapi tak berpaling karena Samsung lebih berguna dari iPhone yang hanya memperdaya pengguna MOJOK.CO
Sehari-hari

Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya

26 Februari 2026
Merayakan Status iPhone 16 Sebagai Barang Ilegal MOJOK.CO
Konter

Merayakan Status iPhone 16 Sebagai Barang Ilegal di Indonesia Biar Jadi Pukulan Keras buat Apple yang Selalu Setengah Hati

3 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stres menyeimbangkan pekerjaan sampingan dan pekerjaan kantoran karena side hustle

“Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja

1 April 2026
Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut MOJOK.CO

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

3 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Kaya dari Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

7 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.