MOJOK.COSiap-siap DANA, OVO, dkk., karena nampaknya mereka akan mendapatkan “lawan baru” di pasar dompet digital di Indonesia. Mari sambut: WhatsApp Pay!

Adalah WhatsApp Pay, layanan dompet digital milik WhatsApp (Facebook) yang dari berita terbaru dilansir dari Reuters, Senin (5/4) lalu, disebutkan bahwa mereka sudah mendapatkan restu dari bank sentral di Brasil untuk beroperasi secara legal.

Lalu, apa hubungannya Brasil dan WhatsApp Pay dengan pasar di Indonesia? Kita bahas satu-satu, yuk.

Awal mula WhatsApp Pay

Proyek WhatsApp Pay sejatinya bukan proyek kemarin sore. Per 2018 lalu, 2 tahun sebelum pandemi, Facebook sudah mengujicobakan layanan dompet digital ini. Kala itu, India dipilih sebagai pasar untuk uji coba. Klaim dari Facebook, versi beta dari WhatsApp Pay diujicoba pada 400 juta lebih pengguna di India.

Namun uniknya, 2 tahun berselang, justru Brasil yang dipilih sebagai negara pertama tempat WhatsApp Pay resmi dirilis. Pengguna WhatsApp (WA) di Brasil memang sangat tinggi, yakni mencapai angka 120 juta pengguna.

Namun sial bagi Facebook, baru beberapa hari diresmikan di Brasil, WhatsApp Pay harus diblokir. Kala itu, mereka belum mendapatkan izin beroperasi dari bank sentral di Brasil. Kini, setahun berselang, WhatsApp Pay diklaim sudah di tahap terakhir sebelum akhirnya resmi beroperasi di Brasil. Meski begitu, layanan transaksi uang yang akan diterapkan di Brasil masih sebatas peer to peer alias antar-pengguna WA saja.

Baca juga:  Asus ROG Phone 5: Hape Gaming Terbaik, Pembungkam Bacotan Player Noob dan Super Toxic

WhatsApp Pay OTW ke Indonesia?

Meski rumornya sudah kuat berembus, sejatinya masih belum jelas apa jenis layanan dompet digital yang akan dibawa WhatsApp ke Indonesia. Dari Facebook sendiri, wacana menghadirkan Facebook Pay ke Indonesia sempat menguat, sebelum akhirnya menguap begitu saja pada medio 2018-2019 lalu.

Namun, jika WhatsApp Pay sukses di Brasil pada tahun ini, bukan tidak mungkin Indonesia akan jadi destinasi selanjutnya. Lho, kok bisa?

Pertama, meski sempat diprotes beberapa penggunanya terkait kebijakan privasi yang diduga bermasalah, WhatsApp di Indonesia sudah sangat populer. Ketika menanyakan kontak seseorang, hampir pasti nomor WA-lah yang jadi favorit untuk alat komunikasi.

Kedua, sesuai data Hootsuite dan dilansir Detik per Februari 2021 lalu, pengguna WA di Indonesia naik dari 83% ke 87,7% dari total pengguna internet di Tanah Air. Angka ini menempatkan WhatsApp sebagai aplikasi terpopuler kedua di Indonesia di bawah YouTube (93,8%). Data tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu dari 3 top users WA di dunia. Data ini jelas angka yang fantastis, sekaligus pangsa pasar yang menggiurkan.

Tapi, meski ditunjang dua faktor yang terlihat wah tersebut, WhatsApp Pay sejatinya punya banyak jalan terjal sebelum bisa resmi beroperasi di Indonesia….

Tantangan pasar dompet digital di Indonesia

Sederhananya begini, untuk menyediakan layanan transaksi uang di dalam aplikasi, WhatsApp Pay mesti mengajukan izin terlebih dahulu ke Bank Indonesia sebagai Penyelenggaraan Jasa Sistem Pembayaran.

Baca juga:  Poco M3 Katanya Entry Level Killer tapi Jeroannya Serba Tanggung, Menyedihkan

Alur birokratis ini sejatinya bisa saja dilalui dengan mudah. Apalagi geliat ekonomi digital di Indonesia sedang masif dan prospek untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital pasti akan dipermudah oleh pemerintah sebagai regulator.

Tapi ingat, WA punya sedikit kelemahan. Meski unggul dari sisi jumlah pengguna, WhatsApp dan Facebook belum punya layanan di dalamnya yang bisa menunjang aktivitas transaksional.

Ambil contoh GoPay, di mana mereka punya layanan tranportasi online hingga pesan-antar makanan, atau OVO yang bekerja sama dengan Tokopedia hingga Grab. Belum lagi, kini sudah banyak bermunculan layanan dompet digital lain seperti DANA, LinkAja, hingga si pendatang baru, Shopee Pay.

Tapi menariknya, pada 2018 lalu, pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, sempat berujar bahwa layanan WhatsApp Pay ini diharapkan bisa memudahkan para pemilik UMKM untuk berjualan melalui aplikasi WA. Pernyataan itu sendiri dia tuliskan di laman Facebook-nya, pada 16 Juni 2020.

Jika benar seperti itu, tentunya menarik menanti manuver Facebook dalam mengenalkan WhatsApp Pay ke pasar di Indonesia. Akankah ia sukses di Brasil dan jadi the next big thing di Indonesia?

Tapi sebelum berasumsi terlalu jauh, coba bayangin dulu serunya ngirim uang lewat WhatsApp yang bakal semudah ngirim foto atau pesan pendek, dan hanya lewat satu klik.

This is the future, my love.

BACA JUGA Shopee Food Bikin Grab dan Gojek Merinding: Menanti Perang Diskon yang Manjain Konsumen atau ulasan dunia digital terkini di rubrik KONTER.

Baca juga:  Redmi 9T, Cara Xiaomi Mengakali Stok “Hape Goib” Poco M3