MOJOK.COShopee Food, yang iklannya sudah muncul sejal 10 Januari 2021, bakal menggoyang dominasi Grab dan Gojek. Pertarungan yang bakal seru, nih.

Apakah kamu mulai terbiasa dengan banyaknya driver berseragam oranye seliweran di jalanan untuk mengantarkan makanan?

Siap-siap saja, karena mereka bukan gerombolan Jakmania yang siap nonton Persija Jakarta, tapi mitra driver yang bergabung dalam layanan pesan-antar makanan milik e-commerce terpopuler di Indonesia saat ini, Shopee.

Ya, sejak awal 2021, desas-desus munculnya Shopee Food sudah ramai. Apalagi, sejak 10 Januari 2021, iklan resmi Shopee Food sudah dirilis di YouTube dan menuai sambutan hangat. Tentu saja, itu juga didukung oleh popularitas Shopee di Indonesia yang melesat pesat dalam 1,5 tahun ke belakang.

Shopee Food sendiri sejatinya sudah pelan-pelan dikenalkan di Indonesia pada kisaran April 2020 lalu. Selain di Indonesia, layanan Shopee Food sudah beroperasi di Vietnam sejak pertengahan 2020.

Munculnya Shopee Food yang bahkan belum grand launching ini bisa memunculkan persaingan hangat di kancah layanan pesan-antar makanan di Indonesia yang sejauh ini didominasi duopoli hijau-hijau, GoFood dan GrabFood.

Mari kita bahas satu per satu.

Siap menggoyang dominasi Grab dan Gojek

Dari iklan resminya, nampaknya Shopee Food akan punya aplikasi tersendiri yang terpisah dari aplikasi utama yang saat ini fokus di e-commerce. Namun, untuk tahap awal ini, saya, yang kebetulan sudah beberapa kali mencoba Shopee Food, menemukannya ada di dalam tampilan homepage aplikasi Shopee.

Berbeda dari homepage-nya yang menurut saya cenderung “meriah” dan agak nggak nyaman di mata, ketika masuk ke dalam Shopee Food, pengguna akan dimanjakan dengan User Interface-nya (UI) yang simpel dan nggak neko-neko.

Di sana hanya ada tiga tab, yakni Beranda, Pesanan Saya, dan Favorit. Tanpa perlu klik semuanya, saya sudah tahu fungsi masing-masing tab. UI ini nampaknya bisa bikin pengguna punya User Experience (UX) yang berkesan ketika memesan makanan lewat Shopee Food.

Jika dibandingkan Gojek, Shopee Food bisa dikatakan menang jauuuuuh. Bahkan menang dengan skor telak. Bukan satu atau dua kali kita menemukan keluhan di media sosial bahwa UI Gojek sering mendapat kritikan karena isinya nggak jelas, membingungkan, dan saya sepakat dengan itu.

Sementara Grab, nampaknya punya peluru lebih dibandingkan Gojek untuk menyaingi meroketnya popularitas Shopee Food dalam beberapa waktu ke depan. Selain tampilan di dalam aplikasinya yang lebih ramah user, GrabFood juga punya diskon berkala yang menarik. Karena kembali lagi, selain urusan UI dan UX, kalau bahas masalah perut, kita akan kembali ke perkara 2D: duit dan diskon.

Tapi, Grab patut waspada, sebab Shopee Food punya penopang yang oke Kehadiran Shopee Pay, yang resmi dirilis di Indonesia sejak 25 Agustus 2020, patut jadi pertimbangan.

Shopee, dalam hemat saya, cermat dalam mengembangkan strategi untuk nyemplung di sektor pesan-antar makanan karena secara bertahap menyiapkan dahulu layanan dompet digital (e-wallet) sebelum akhirnya nyebur sepenuhnya dengan Shopee Food.

Logika sederhananya adalah, Shopee sementara ini sudah seperti super apps yang menyediakan apa saja bagi penggunanya hanya dalam satu aplikasi. Ketika masuk ke aplikasi, pengguna bisa berbelanja, transfer uang, hingga pesan makanan. Semua hanya dalam satu aplikasi, dengan beragam layanan. Mantep bener!

Sistem super app inilah yang di masa depan, diharapkan bisa jadi pemacu akselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Menurut data e-Conomy 2020 dari Google dan Temasek, layanan pesan-antar makanan bertumbuh pesat sepanjang tahun lalu dan itu tak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi seluruh ASEAN, yang tentu saja terjadi sebagai imbas dari pandemi.

Jika di 2020, duo Gojek dan Grab masih jadi pelaku utama, di 2021 ini, Shopee Food diprediksi akan jadi kuda hitam baru yang siap menggoyang pasar layanan pesan-antar makanan.

Apalagi, tidak sedikit kawan saya yang bekerja di GrabFood, belakangan ini mulai was-was dan sering market research hampir tiap pekan karena kemunculan Shopee Food. Ya kalau untuk konsumen-konsumen seperti kita, sih, persaingan ini seru aja diikutin, apalagi semuanya akan berujung ke satu hal: DISKON!!!

Grab dan Gojek patut waspada dengan Shopee Food

Saran saya, sih, buat Gojek dan Grab, siap-siap saja dengan persaingan baru yang bakal sengit banget berkat kemunculan Shopee Food.

Parent company mereka, yakni SEA Group, sudah IPO (melantai di bursa saham) di Amerika Serikat (AS) dan dari beberapa klaim yang saya baca di berita, sahamnya udah naik 400% lebih hanya dalam 12 bulan.

Dengan sudah melantai di bursa AS, Shopee punya satu keunggulan absolut dibanding kompetitornya (sebutlah Grab dan Gojek, bahkan Tokopedia), karena bisa dapat uang lebih mudah untuk pengembangan bisnis ketimbang Grab dan Gojek yang kudu minta ke investor. Belum lagi, Gojek masih disibukkan dengan upaya merger bareng Tokopedia, sementara Grab masih on the way ngurus IPO di AS.

Saya, sih, percaya ambisi marketplace oranye ini nggak akan berhenti hanya di e-commerce (yang mana mereka sudah nomor satu di Indonesia bahkan beberapa negara ASEAN), dompet digital, atau layanan pesan-antar makanan, tapi ya, mungkin saja bakal punya layanan ride-hailing (ojek online) hingga aplikasi media sosial.

Sebagai pengguna dan konsumen, saya sih suka-suka saja lihat persaingan ini, syukur-syukur kalau bisa pindah kerja ke sana! hihihi!

BACA JUGA Shopee Lebih Disukai Cewek dan Tokopedia Disukai Cowok, kok Bisa Gitu? dan analisis marketplace lainnya di rubrik KONTER.

Baca juga:  Cara Dapat Gaji 20 Juta sebelum Umur 30