Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konter

Shopee Food Bikin Grab dan Gojek Merinding: Menanti Perang Diskon yang Manjain Konsumen

Larasati Gumilang Kencanawardhani oleh Larasati Gumilang Kencanawardhani
31 Maret 2021
A A
Shopee Food Bikin Grab dan Gojek Merinding: Menanti Perang Diskon yang Manjain Konsumen

Shopee Food Bikin Grab dan Gojek Merinding: Menanti Perang Diskon yang Manjain Konsumen

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Shopee Food, yang iklannya sudah muncul sejal 10 Januari 2021, bakal menggoyang dominasi Grab dan Gojek. Pertarungan yang bakal seru, nih.

Apakah kamu mulai terbiasa dengan banyaknya driver berseragam oranye seliweran di jalanan untuk mengantarkan makanan?

Iklan

Siap-siap saja, karena mereka bukan gerombolan Jakmania yang siap nonton Persija Jakarta, tapi mitra driver yang bergabung dalam layanan pesan-antar makanan milik e-commerce terpopuler di Indonesia saat ini, Shopee.

Ya, sejak awal 2021, desas-desus munculnya Shopee Food sudah ramai. Apalagi, sejak 10 Januari 2021, iklan resmi Shopee Food sudah dirilis di YouTube dan menuai sambutan hangat. Tentu saja, itu juga didukung oleh popularitas Shopee di Indonesia yang melesat pesat dalam 1,5 tahun ke belakang.

Shopee Food sendiri sejatinya sudah pelan-pelan dikenalkan di Indonesia pada kisaran April 2020 lalu. Selain di Indonesia, layanan Shopee Food sudah beroperasi di Vietnam sejak pertengahan 2020.

Munculnya Shopee Food yang bahkan belum grand launching ini bisa memunculkan persaingan hangat di kancah layanan pesan-antar makanan di Indonesia yang sejauh ini didominasi duopoli hijau-hijau, GoFood dan GrabFood.

Mari kita bahas satu per satu.

Siap menggoyang dominasi Grab dan Gojek

Dari iklan resminya, nampaknya Shopee Food akan punya aplikasi tersendiri yang terpisah dari aplikasi utama yang saat ini fokus di e-commerce. Namun, untuk tahap awal ini, saya, yang kebetulan sudah beberapa kali mencoba Shopee Food, menemukannya ada di dalam tampilan homepage aplikasi Shopee.

Berbeda dari homepage-nya yang menurut saya cenderung “meriah” dan agak nggak nyaman di mata, ketika masuk ke dalam Shopee Food, pengguna akan dimanjakan dengan User Interface-nya (UI) yang simpel dan nggak neko-neko.

Di sana hanya ada tiga tab, yakni Beranda, Pesanan Saya, dan Favorit. Tanpa perlu klik semuanya, saya sudah tahu fungsi masing-masing tab. UI ini nampaknya bisa bikin pengguna punya User Experience (UX) yang berkesan ketika memesan makanan lewat Shopee Food.

Jika dibandingkan Gojek, Shopee Food bisa dikatakan menang jauuuuuh. Bahkan menang dengan skor telak. Bukan satu atau dua kali kita menemukan keluhan di media sosial bahwa UI Gojek sering mendapat kritikan karena isinya nggak jelas, membingungkan, dan saya sepakat dengan itu.

Sementara Grab, nampaknya punya peluru lebih dibandingkan Gojek untuk menyaingi meroketnya popularitas Shopee Food dalam beberapa waktu ke depan. Selain tampilan di dalam aplikasinya yang lebih ramah user, GrabFood juga punya diskon berkala yang menarik. Karena kembali lagi, selain urusan UI dan UX, kalau bahas masalah perut, kita akan kembali ke perkara 2D: duit dan diskon.

Tapi, Grab patut waspada, sebab Shopee Food punya penopang yang oke Kehadiran Shopee Pay, yang resmi dirilis di Indonesia sejak 25 Agustus 2020, patut jadi pertimbangan.

Shopee, dalam hemat saya, cermat dalam mengembangkan strategi untuk nyemplung di sektor pesan-antar makanan karena secara bertahap menyiapkan dahulu layanan dompet digital (e-wallet) sebelum akhirnya nyebur sepenuhnya dengan Shopee Food.

Iklan

Logika sederhananya adalah, Shopee sementara ini sudah seperti super apps yang menyediakan apa saja bagi penggunanya hanya dalam satu aplikasi. Ketika masuk ke aplikasi, pengguna bisa berbelanja, transfer uang, hingga pesan makanan. Semua hanya dalam satu aplikasi, dengan beragam layanan. Mantep bener!

Sistem super app inilah yang di masa depan, diharapkan bisa jadi pemacu akselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Menurut data e-Conomy 2020 dari Google dan Temasek, layanan pesan-antar makanan bertumbuh pesat sepanjang tahun lalu dan itu tak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi seluruh ASEAN, yang tentu saja terjadi sebagai imbas dari pandemi.

Jika di 2020, duo Gojek dan Grab masih jadi pelaku utama, di 2021 ini, Shopee Food diprediksi akan jadi kuda hitam baru yang siap menggoyang pasar layanan pesan-antar makanan.

Apalagi, tidak sedikit kawan saya yang bekerja di GrabFood, belakangan ini mulai was-was dan sering market research hampir tiap pekan karena kemunculan Shopee Food. Ya kalau untuk konsumen-konsumen seperti kita, sih, persaingan ini seru aja diikutin, apalagi semuanya akan berujung ke satu hal: DISKON!!!

Grab dan Gojek patut waspada dengan Shopee Food

Saran saya, sih, buat Gojek dan Grab, siap-siap saja dengan persaingan baru yang bakal sengit banget berkat kemunculan Shopee Food.

Parent company mereka, yakni SEA Group, sudah IPO (melantai di bursa saham) di Amerika Serikat (AS) dan dari beberapa klaim yang saya baca di berita, sahamnya udah naik 400% lebih hanya dalam 12 bulan.

Dengan sudah melantai di bursa AS, Shopee punya satu keunggulan absolut dibanding kompetitornya (sebutlah Grab dan Gojek, bahkan Tokopedia), karena bisa dapat uang lebih mudah untuk pengembangan bisnis ketimbang Grab dan Gojek yang kudu minta ke investor. Belum lagi, Gojek masih disibukkan dengan upaya merger bareng Tokopedia, sementara Grab masih on the way ngurus IPO di AS.

Saya, sih, percaya ambisi marketplace oranye ini nggak akan berhenti hanya di e-commerce (yang mana mereka sudah nomor satu di Indonesia bahkan beberapa negara ASEAN), dompet digital, atau layanan pesan-antar makanan, tapi ya, mungkin saja bakal punya layanan ride-hailing (ojek online) hingga aplikasi media sosial.

Sebagai pengguna dan konsumen, saya sih suka-suka saja lihat persaingan ini, syukur-syukur kalau bisa pindah kerja ke sana! hihihi!

BACA JUGA Shopee Lebih Disukai Cewek dan Tokopedia Disukai Cowok, kok Bisa Gitu? dan analisis marketplace lainnya di rubrik KONTER.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2021 oleh

Tags: diskongofoodgojekGrab FoodPerang DiskonShopeeShopee Food
Larasati Gumilang Kencanawardhani

Larasati Gumilang Kencanawardhani

Seorang istri dan perempuan merdeka.

Artikel Terkait

Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja MOJOK.CO
Kilas

Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja

24 Juni 2026
gojek instant.MOJOK.CO
Transportasi

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium MOJOK.CO
Esai

Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan, Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium

16 Februari 2026
GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan.MOJOK.CO
Urban

GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan

12 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.