MOJOK.CO Orang yang meremehkan petani ini apa nggak pernah buka YouTube Kucing Petani dan menyaksikan betapa damainya kehidupan? Petani adalah 100% kece.

Harvest Moon telah mengajarkan banyak hal kepada generasi muda tentang betapa asyiknya bertani dan beternak. Meskipun agak khayal karena lobak bisa dipanen hanya dalam tiga hari, tapi nilai-nilai kesederhanaan hidup di desa dan membaur dengan alam adalah kuncinya. Di situlah harusnya kita mulai berpikir kalau profesi petani itu kece.

Di Indonesia nggak sedikit orang yang memandang sebelah mata sama petani (emangnya lagunya Efek Rumah Kaca?). Apa pada nggak mikir kalau petani itu pahlawan bagi kesejahteraan panganmu setiap hari?

Begini saja, saya bakal menunjukkan sebuah relief kehidupan petani yang begitu epik, damai, dan tentu bergelimang bulu-bulu kucing. Buka YouTubemu sekarang dan nontonlah video-video di channel Kucing Petani.

Kesan pertama yang terasa adalah kocak, salut, dan respek.

YouTube ini dikelola Abang Cali, seorang petani kece yang juga hobi beternak ikan dan memelihara kucing. Di video termutakhirnya, Abang Cali mengaku memelihara 30 kucing. Tapi favorit saya sih kucing yang namanya Arnold dan Piter.

Abang Cali juga menunjukkan pekarangan rumahnya yang dipenuhi tanaman buah dan sayur. Tidak kurang, ikan lele yang hampir panen dan kelihatannya begitu menyenangkan. Bisa dibilang Abang Cali adalah perwujudan tokoh utama di game Harvest Moon. Muda, tangguh, bertani, dan penyayang binatang.

Baca juga:  Merindukan Konser Dangdut Koplo

YouTube Kucing Petani pernah agak viral karena kucing-kucing peliharaan Abang Cali ini kelihatan super nurut. Duduk berjejer di hadapan makanan yang menggoda, tapi mereka nggak terburu-buru buat memakannya. Abang Cali bahkan berceramah tentang bagaimana mengucap syukur pada Tuhan yang telah memberikan rezeki berupa hasil tani dan ikan.

Arnold memang kucing oren yang kelihatan paling nakal dan nggak sabaran. Beberapa kali kucing swag ini kelihatan pengin nyaplok ikan, tapi dicegah sama Abang Cali dan anteng lagi. Kalau Abang Cali ada di serial Avatar, dia pasti punya elemen pengendalian kocheng.

Yang bikin heran, kucing-kucing ini juga diem bae saat dibonceng naik motor, diajak untuk turut menyaksikan aktivitas bertani, dan nggak pernah ngeluh kepanasan apalagi becek. Sungguh pun sebuah rekreasi kalau subscribe channel Kucing Petani.

Ada beberapa video yang juga fokus pada tutorial-tutorial bertani dan memanen. Bahkan nggak harus punya sawah dan pekarangan luar, bertani bisa di pekarangan rumah kayak Abang Cali. Lupakan sejenak work hard play hard dan gegap gempita ibu kota. Hidup di desa jadi petani, ternak lele, dan bercocok tanam kayaknya enak juga.

Wuts… Gila aja kalau di antara kalian ada yang masih menganggap jadi petani itu nggak bergelimang harta. Sekali panen sebenarnya mereka punya keuntungan yang luar biasa. Setidaknya ini saya pelajari dari pola hidup petani-petani kentang di Dieng yang tiap panen bisa beli mobil Innova. Keren betul.

Baca juga:  Wahai YouTuber yang Nawarin 10 Juta Asal Batal Puasa, Kapan Berhenti Nyampah?

Petani itu kaya, Guys. Kalau ada petani yang miskin dan kurang sejahtera artinya dia adalah korban sistem perekonomian dan kebijakan pangan. Lalu memberikan solusi keada petani untuk beralih ke sektor industri ya lebih konyol lagi.

Lha wong mereka itu petani, bercocok tanam itu passion kok. Kalau semua petani beralih ke sektor industri akibat perluasan lapangan kerja dari aturan omnibus law, ya mohon maaf, apa nggak bakalan krisis pangannih kita bos?

Saya cuma nanyaaa.

Sembari orang-orang terus beragumen bahwa petani itu profesi yang tidak kece dan nggak bisa sejahtera, hold my beer, Mylov. Saya mau nontonin YouTube kucing petani dulu sampai saya menemukan di mana orang-orang bisa menganggap rendah petani. Saya yakin nggak bakal nemu sih. Buktinya di Twitter juga banyak petani yang mengaku sukses, mencintai pekerjaannya, dan jelas kelihatan lebih kece daripada yang kerjanya dari menang tender proyek pakai pelicin. Ulala~

BACA JUGA Drama Empat Bocah yang Mirip Sinetron Lawak itu Bernama Gtlosiar atau artikel lainnya di POJOKAN.