Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Sensus

Menerka-nerka Alasan Dimas Kanjeng Mengeluarkan Soto

Redaksi oleh Redaksi
23 September 2018
A A
dimas kanjeng
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mojok Institute melakukan sensus kepada Netizen Twitter, Facebook, dan Instagram untuk mengetahui pendapat mereka mengenai apa kiranya alasan yang membuat Dimas Kanjeng memilih mengeluarkan soto.

Berbeda dengan Gandalf ataupun Dumbledore yang masih memerlukan tongkat untuk menunjukan kesaktiannya, Dimas Kanjeng Taat Pribadi tentu lebih sakit, eh sakti karena dia hanya membutuhkan tangannya untuk menunjukan karomah yang dimilikinya. Mantap betul, Dimas Kanjeng > Gandalf dan Dumbledore. Sebuah prestasi yang bakal membuat Bung Valent teriak “Siapa Kitaaaa?” Saking bangganya.

Kemampuan Dimas Kanjeng memunculkan sesuatu dari ketiadaan diketahui dari kesaksian salah satu santrinya di persidangan 17 September lalu, “Tak hanya uang yang dikeluarin, makanan seperti soto, anggur, apel, Eyang Mulia juga pernah mengeluarkan melalui kedua tangannya,” Katanya.

Nah nah di sini permasalahannya, sebagai manusia yang secara nature tumbuh dengan sifat curious (dibaca: suka kepo) dalam kehidupan, kita pasti bertanya-tanya dari sekian jenis makanan yang ada di Indonesia, kenapa Dimas Kanjeng memilih untuk mengeluarkan soto dalam aksinya tersebut. Kenapa harus soto?? Kenapa nggak Sate atau sekalian Caramel macchiatonya Starbucks which is lebih expensive, gitu.

Apakah mengeluarkan soto adalah murni keisengan Dimas Kanjeng ataukah sebenarnya ada pesan tersembunyi yang hendak disampaikan olehnya melalui pemilihan soto itu sendiri? Beragam cocoklagi dan teori konspirasi pun banyak ditelurkan untuk menjawab hal ini.

Di sini lah Mojok Institute mengarahkan netizen se-Indonesia raya yang juga terkenal Maha Mengetahui melalui rubrik sensus untuk sama-sama menerka-nerka apa kiranya alasan Dimas Kanjeng memilih mengeluarkan Soto dibandingkan dengan makanan lainnya.

Hasil Sensus

Seperti biasa, Mojok Institute selalu terkagum-kagum dengan kreatifitas dan daya jelajah yang tinggi dari Netizen Indonesia. Melalui komentar mereka Mojok Institute menemukan fakta bahwa darah Jawa yang mengalir di dalam nadi Dimas Kanjeng berpengaruh pada keputusannya mengeluarkan soto. Karena jika dia berdarah Makassar, mungkin dia akan lebih memilih mengeluarkan Coto.

Hal ini tentu bukan sebuah cocoklogi semata karena diamini oleh keilmuan Neuroantroplogis, Sosiologis, Psikologis, dan gis gis lainnya yang membenarkan bahwa latar belakang seseorang mempengaruhi apa yang ada dipikirannya. Dimas Kanjeng yang hidup dan besar di Jawa khususnya di wilayah pedesaan membuat dia besar dengan makanan-makanan tradisional Jawa termasuk soto. Tapi tetap saja ini belum bisa menjawab secara spesifik kenapa soto, bukan sate.

Satu-satunya alasan yang bisa dipikirkan kenapa soto bukan sate adalah karena Dimas Kanjeng takut film horor. Dia mungkin terlalu takut mengeluarkan sate karena sate akan mengingatkan dia tentang film Suzana yang memiliki adegan Suzana minta sate 100 tusuk kepada penjual sate.

Berbagai alasan lain yang menarik dari sensus ini lebih banyak menyangkut pekerjaan dan aktivitas Dimas Kanjeng sendiri. Misal, Karena Dimas Kanjeng bukan anak kost maka dia nggak kepikiran mengeluarkan indomie soto. atau karena Dimas Kanjeng nggak ikutan demo 212 jadinya dia nggak bisa kalo harus mengeluarkan fatwa hhe hhe.

Terakhir, jawaban yang paling masuk akal tentang alasannya mengeluarkan soto adalah karena dia di endorse mie Sarimie soto koya yang dibuktikan dengan wajahnya yang mirip gambar pria bersorban di kemasan mie tersebut. Apakah ini sebuah kebetulan??? Tentu bukan.

Berikut adalah jawaban terbaik yang berhak mendapatkan hadiah dari kami~

bangrizaldi Ada kisah yang mengharukan di balik “mengapa harus soto” ini, my lov… Konon, masa kecil Dimas Kanjeng diasuh oleh seorang bakul soto nan sederhana di Wonokromo bernama Cak Hartono. Bertekad membantu Cak Hartono, Dimas Kanjeng kecil belajar sulap ke tetangganya, Mas Tarno (sekarang dikenal dengan sebutan Pak Tarno).
Setiap hari berlatih, Dimas Kanjeng semakin mahir main sulap, bahkan semi mejik. Bermangkuk-mangkuk soto dia gandakan, menghasilkan keuntungan yang besar untuk Cak Hartono. Namun keserakahan menghinggapi hati Cak Hartono, ia minta dirinya digandakan agar bukan hanya soto yang bertambah, tapi juga produsennya. Dengan berat hati, Kanjeng Dimas kecil mengiyakan. Voila! Jadilah 3 cak Hartono. Supaya mudah, yg asli disebut Cak Har, sisanya Cak To dan Cak No.
Nahas, duplikat Cak Hartono tak pernah akur. Mereka berpisah dan berkeras memimpin bisnisnya sendiri-sendiri. Dimas Kanjeng kecil ditelantarkan. Dimas Kanjeng kecil kecewa. Dia pergi mengembara dan belajar dengan banyak tukang sulap, dukun suwuk, mantri sunat, dan pedagang minyak bulus. Kenangannya akan soto & Cak Hartono ternyata terus terbawa. Untuk mengobati rindunya, sulap munculkan soto jadi andalan dia dimana-mana. ?
Yunita sekari Asri Ya jelas soto my lovv, dia kan di endorse itu tuu
Jaju Amaru Shakur Itulah jeniusnya Dimas Kanjeng.. Dia memiliki data sensus pasiennya di seluruh Indonesia.
Untuk meyakinkan pasien atas ilmu Dimas Kanjeng, Beliau bisa mengeluarkan Soto sesuai asal dari pasien.
Mungkin kalau diberikan kesempatan, beliau bisa mengeluarkan soto-soto tersebut secara ajaib.
Sebut saja, Soto Lamongan, Soto Gading, Soto mie Bogor, Coto Makassar, Sroto, Soto Bayam, Soto Betawi, Soto Padang. Siapkan mangkok mu satu satu di pengadilan
Gimana? Sudah terjawab rasa penasarannya? Sekarang tambah pertanyaan baru deh, kalau kalian punya kekuatan seperti Dimas Kanjeng, apa yang akan kalian munculkan? kalau Mojok sih ingin memunculkan perasaan cinta dalam diri mbaknya biar nggak cuman dianggap teman terus ~

 

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2018 oleh

Tags: dimas kanjengmakanan IndonesiaSototaat pribadi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Orang Jogja Syok Merantau ke Jakarta karena Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak Mojok.co
Pojokan

Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta

16 April 2026
5 Akal-akalan Pedagang Soto Ayam, Pembeli Tak Menyadarinya
Pojokan

5 Akal-akalan Pedagang Soto Ayam, Pembeli Tak Menyadarinya

10 September 2025
Dosa Besar Pedagang Soto Adalah Merusak Kesegaran Kuah Demi Mempertebal Margin Keuntungan Mojok.co
Pojokan

3 Dosa Pedagang Soto, Merusak Kesegaran Kuah demi Mempertebal Margin Keuntungan 

11 Juli 2025
warung soto sawah bu hadi jogja pernah dikunjungi presiden soekarno.MOJOK.CO
Catatan

Warung Soto Sawah Khas Jogja Sejak 1950, Dapat Pesan Khusus Saat Dikunjungi Presiden Soekarno

23 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beri tip ke driver ojol. MOJOK.CO

Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

28 April 2026
Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat MOJOK.CO

Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat

27 April 2026
Usul Menteri PPPA soal pindah gerbong perempuan di KRL hanya solusi instan, tak menyentuh akar persoalan MOJOK.CO

Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan di KRL Solusi Instan: Laki-laki Merasa Jadi Tumbal, Tak Sentuh Akar Persoalan

29 April 2026
Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja- Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan MOJOK.CO

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan

25 April 2026
Kenaikan harga plastik bikin UMKM menjerit. MOJOK.CO

Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik

30 April 2026
Pelari kalcer, fenomena olahraga lari

Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

27 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.