Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Tiga Kandidat Cawapres Pendamping Prabowo: AHY, Abdul Somad, Salim Segaf

Redaksi oleh Redaksi
2 Agustus 2018
A A
cawapres prabowo
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kepada wartawan, Prabowo memang sudah mengaku sudah mengantongi nama calon wakil presiden yang kelak bakal mendampinginya di Pilpres 2019, namun begitu, Prabowo masih belum mau menyebutkan siapa nama cawapresnya tersebut. Maka, tak berlebihan jika kemudian muncul banyak dugaan dan spekulasi liar tentang siapa cawapres Prabowo.

Banyak tokoh-tokoh yang diisukan akan dipilih oleh Prabowo. Dari mulai tokoh agama, militer, sampai profesional.

Dari sekian banyak nama yang beredar, ada tiga sosok yang oleh Gerindra disebut menjadi alternatif akhir. Tiga sosok ini adalah pengerucutan dari seluruh daftar nama yang mengemuka. Tiga sosok ini adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ustad Abdul Somad, dan Salim Segaf Al-Jufri.

Tiga nama tersebut disebut langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon.

“Kami sudah kuat paling tidak ada tiga nama calon untuk cawapres. Misalnya Demokrat AHY, lalu rekomendasi ijtima ulama untuk cawapres ada ustaz Salim Segaf dan ustaz Abdul Somad,” kata Fadli Zon. “Setahu saya tiga nama itu yang mengerucut menjadi pembicaraan di dalam partai.”

Tiga sosok kandidat cawapres ini masing-masing punya nilai lebih, dan kebetulan didukung oleh masing-masing partai pendukung Prabowo.

AHY, misalnya, tentu saja didukung penuh oleh Partai Demokrat walaupun SBY tak pernah menawarkan AHY secara langsung sebagai cawapres kepada Prabowo. AHY yang saat ini menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat beberapa kali sempat dipuji oleh Prabowo yang memang secara blak-blakan tertarik untuk menjadikan AHY sebagai cawapres.

Sementara itu, Ustad Abdul Somad didukung oleh banyak petinggi PAN. Ustad Abdul Somad menjadi salah satu sosok yang direkomendasikan sebagai cawapres Prabowo dalam forum Ijtima Ulama yang digelar beberapa waktu yang lalu.

Yang terakhir, Salim Segaf Al-Jufri, merupakan Ketua Dewan Syuro PKS, ia tentu saja didukung penuh oleh PKS yang memang sangat ingin agar salah satu kadernya menjadi cawapres Prabowo. Sama seperti Abdul Somad, Salim Segaf juga menjadi sosok yang direkomendasikan sebagai cawapres Prabowo dalam forum Ijtima Ulama. Salim Segaf saat ini menjadi kandidat cawapres terkuat dari unsur PKS.

Yang satu didukung Demokrat, yang satu didukung PAN, yang satu didukung PKS. Nah, kebayang kan betapa bingungnya Prabowo menentukan pilihan?

Etapi, katanya Prabowo sudah mengantongi nama, berarti sudah nggak ada masalah dong?

Ah, jangan polos begitu. Politik itu kan penuh intrik. Penuh permainan kata. Prabowo memang sudah mengantongi nama, tapi kan kita semua tahu, politik selalu punya banyak kantong. Wong celana jeans saja kantongnya empat, mosok Pak Prabowo kantongnya cuma satu, kan nggak mungkin.

Jadi, ini sebenarnya bukan soal siapa nama yang sudah dikantongi oleh Prabowo, melainkan kantong yang mana yang akan dirogoh oleh Prabowo. (A/M)

cawapres prabowo

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2018 oleh

Tags: abdul somadahyPKSprabowoSalim Segaf
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.