Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Tes CPNS Bawa Jimat: Baru Calon Sudah Tidak Jujur?

Redaksi oleh Redaksi
7 November 2018
A A
Tes CPNS MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Peserta tes CPNS di Jember dan Madiun kedapatan membawa jimat masuk ke dalam ruangan tes CAT. Sebuah indikasi tidak jujur bahkan sejak calon pegawai negeri?

Sebagai salah satu pekerjaan idaman mertua, status PNS menjadi rebutan ratusan ribu orang di Indonesia. Setiap kali ada bukaan pendaftaran, yang ikut tes bukan main banyaknya. Masalahnya adalah, posisi yang membutuhkan tenaga baru cukup terbatas. Ratusan ribu yang mendaftar, yang diterima hanya ratusan.

Iklan

Oleh sebab itu, lantaran saking ngebetnya diterima sebagai PNS, banyak pendaftar melakukan segala cara untuk lolos tes CPNS. Yang paling jamak dilakukan, dahulu ya, sekarang sih sudah semakin sulit dilakukan, adalah dengan menyuap. Bahkan konon uang hingga ratusan juta bisa ludes supaya sukses mendapatkan status sebagai PNS.

Nah, kalau uang dan pengaruh “orang dalam” sudah terlalu biasa, di Jember dan Madiun, peserta tes CPNS melakukan sesuatu yang tidak lazim ditemukan. Mereka membawa jimat ketika melakukan tes CAT (Computer Assisted Test) tes CPNS. Sontak, dahi ini mengernyit ketika tahu masih banyak orang yang masih percaya dengan keampuhan jimat.

Memang, jimat adalah salah satu local wisdom. Lazimnya pun, jimat digunakan untuk kekebalan tubuh. Namun, sungguh sebuah peristiwa yang unik ketika peserta membawa jimat masuk ke dalam ruangan tes.

Lantaran local wisdom, BKN sendiri tidak melarang peserta tes CPNS punya jimat. Namun, sebaiknya, jimat-jimat tersebut tidak dibawa masuk ke dalam ruangan tes. “Bawa Jimat adalah hak pribadi, tapi tidak diperkenankan saat masuk ruang tes. Semoga jadi perhatian #SobatBKN yang lain,” tulis akun resmi BKN.

Jimat yang dibawa sangat beragam. Mulai dari besi tua, rajah, bawang, irisan kunir, kacang hijau, hingga rambut. Bawa jimat bentuknya bawang. Mungkin peserta tes lain bisa membawa cabai rawit dan garam jadi bisa bikin sambal bawang. Jadi selesai tes CPNS bisa makan bersama pakai sambal bawang. Sedap.

Jimat-jimat tersebut disembunyikan peserta tes CPNS di dalam berbagai tempat. Misalnya kerah baju, tali bra, hingga celana dalam. Hemm…menyimpan bawang di dalam celana dalam. Semoga anunya peserta tes CPNS tidak terasa sedikit panas.

Sekali lagi, jimat adalah local wisdom. Bawa jimat kekebalan sih sudah biasa. Bagaimana kalau jimat yang dibawa bisa bikin peserta tes CPNS jenius mendadak seperti Albert Einstein? Kan ini sudah indikasi tidak jujur bahkan sejak masih calon pegawai negeri. Wah, indikasi lahir calon koruptor sejak tes bisa muncul. (yms)

kilas tes cpns mojok

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Terakhir diperbarui pada 7 November 2018 oleh

Tags: CpnsPNStes CPNS
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

PNS di desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
Pojokan

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO
Urban

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
Terima Kasih No Na! "Udah Siap Belum?" Akhirnya Mengalahkan "Mas Bahlil Ganteng" di Kepala Bocil

Terima Kasih No Na! “Udah Siap Belum?” Akhirnya Mengalahkan “Mas Bahlil Ganteng” di Kepala Bocil

6 Juli 2026
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.