Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Simbol Perjalanan Cinta Sepasang Kekasih asal Jakarta-Jogja dalam Karya Seni “Sunflower Angel” di Candi Prambanan

Redaksi oleh Redaksi
11 Juni 2026
A A
Sunflower Angel di Candi Prambanan saat pagi. MOJOK.CO

Pengunjung berkerumun di depan Candi Prambanan. (sumber: InJourney)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebuah instalasi seni bunga matahari yang diberi nama Sunflower Angel memikat perhatian ribuan pengunjung di Candi Prambanan. Pemandangannya pun terlihat megah karena terletak di depan candi, sehingga menciptakan pengalaman yang unik dan berkesan bagi wisatawan. Tak pelak, banyak yang mengantre untuk berfoto menggunakan latar belakang tersebut. 

Sunflower Angel merupakan karya dari seorang konten kreator asal Jakarta, Arrofi Ramadhan, yang viral karena sering membuat patung bunga matahari raksasa untuk pasangannya, Anissa Sekar P. Selain menonjolkan bunga matahari, Arrofi juga menggabungkannya dengan visual burung makau dan Anissa sebagai pasangan hidupnya.

Iklan

Oleh karena itu maknanya sangat personal. Tiga unsur tersebut, kata dia, merepresentasikan soal perjalanan cinta, harapan, serta mimpi yang dia bangun bersama pasangannya.

“Karya ini menggambarkan kebahagiaan, keceriaan, kesabaran dan takdir, penemuan jati diri serta perubahan hidup yang signifikan ketika berdamai dengan diri sendiri dan semesta,” jelasnya, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Dipilihnya Candi Prambanan sebagai tempat pameran

Mulanya, Arrofi mendapat beberapa masukan untuk menghadirkan Sunflower Angel karyanya di berbagai lokasi. Namun, ia mantap memilih Candi Prambanan karena adanya kesamaan motif yang menjadi landasan ceritanya.

Meski tak sama secara keseluruhan, tapi poin yang ingin ia tekankan adalah spirit dari seseorang yang rela menciptakan sesuatu dalam skala besar. Hal itu pun menunjukkan cinta dan keseriusannya kepada seseorang.

Sunflower Angel di sore hari. MOJOK.CO
Suasana pameran Sunflower Angel di sore hari. (sumber: InJourney)

“Ada kesamaan energi dan spirit yang berawal dari kerelaan membuat, membangun, sebesar, sebanyak apapun untuk menunjukkan keseriusan kepada cintanya,” lanjut pemuda asal Jakarta itu, mengingat kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang, lalu membandingkan kisah cintanya bersama Annisa yang berasal dari Jogja.

Arrofi pun berterima kasih kepada pihak pengelola yang mengizinkan karyanya berdiri berdampingan dengan Candi Prambanan, sebagai simbol karya besar yang bertahan melintasi waktu.

Ia berharap karyanya bisa menjadi ruang berbagi cerita dan menginspirasi lebih banyak orang. Di mana setiap orang yang datang dan melihat Sunflower Angel dapat menemukan interpretasi dan cerita mereka masing-masing.

“Saya merasa karya ini akan memiliki makna yang lebih luas ketika bisa dinikmati oleh publik,” kata Arrofi.

Sunflower Angel dan Candi Prambanan sebagai karya lintas waktu

Direktur Komersil InJourney Destination Management (IDM), Gistang Panutur, mengatakan bahwa kolaborasi antara warisan budaya dan karya seni kontemporer ini, menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman wisata yang semakin beragam di kawasan Candi Prambanan.

“Candi Prambanan merupakan ruang budaya yang terus hidup dan relevan dengan perkembangan zaman,” ucapnya.

Lebih dari itu, kehadiran karya-karya seni yang selaras dengan nilai budaya, kata dia, turut menambah daya tarik Candi Prambanan menjadi destinasi yang lebih artistik dan menawan. Oleh karena itu, Gistang mengajak para seniman lukis maupun perupa untuk berkarya dengan melaksanakan pameran di destinasi Taman Wisata Candi (TWC).

Pameran bunga matahari di malam hari. MOJOK.CO
Pameran Sunflower Angel masih ramai saat malam. (sumber: InJourney)

Dia berharap destinasi warisan budaya tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati jejak sejarah, tetapi juga ruang hidup yang terus melahirkan dialog kreatif antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Iklan

“Melalui sinergi antara pelestarian warisan budaya dan ekspresi seni kontemporer, kami berharap destinasi candi dapat terus berkembang sebagai pusat kebudayaan yang relevan, inklusif, serta mampu menginspirasi masyarakat lintas generasi,” jelasnya.

Kegiatan yang bisa diikuti selain berfoto

Menurut Gistang, pengunjung dapat melihat pameran Sunflower Angel dari tanggal 21 Mei hingga 14 Juni 2026. Selain menjadi destinasi foto favorit, Sunflower Angel bekerjasama dengan Prambanan Temple juga menghadirkan berbagai aktivitas kreatif yang dapat diikuti pengunjung secara gratis. 

Beragam kegiatan seperti Jamming Urban Sketch, yoga class, workshop melukis, workshop membuat pin, hingga Sunflower Arrangement Workshop diselenggarakan sepanjang periode pameran. 

IDM juga menambah jam operasional kawasan Candi Prambanan pada 6–7 Juni dan 13–14 Juni 2026. Di tanggal tersebut, TWC Prambanan dibuka hingga pukul 20.00 WIB.

Pengunjung di jam tambahan ini bisa membeli secara on the spot di Loket tiket TWC Prambanan yang dibuka hingga pukul 19.00 WIB. Adapun pengunjung yang datang setelah pukul 17.30 WIB, dapat masuk melalui Pos H (utara pintu masuk utama wisatawan) TWC Prambanan.

Kebijakan ini sekaligus memberikan ruang lebih bagi pengunjung untuk menikmati instalasi seni Sunflower Angel. Perpaduan antara megahnya arsitektur candi dengan karya seni kontemporer menghadirkan pengalaman berkunjung yang lebih kaya, artistik, dan berkesan.

BACA JUGA: Ketika Patung “Cacat” Buddha di Lapangan Kenari Borobudur Justru Jadi Pusat Spiritual dan Magnet Doa Saat Waisak atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2026 oleh

Tags: Anissa Sekar PArrofi Ramadhancandi prambananInJourneypameran senipasangan gen zprambanansunflower angel
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Liburan bareng keluarga di Candi Prambanan, Yogyakarta. MOJOK.CO
Eksplor

Liburan Sekolah Bareng Keluarga di Candi Prambanan Terasa Beda Sekaligus Lega, Banyak Kegiatan Menarik yang Nggak Bikin Dompet Boncos

1 Juli 2026
Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN untuk perkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan nasional MOJOK.CO
Kilas

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN: Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia agar Lebih Kompetitif di Tingkat Global

28 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO
Eksplor

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO
Eksplor

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Liburan bareng keluarga di Candi Prambanan, Yogyakarta. MOJOK.CO

Liburan Sekolah Bareng Keluarga di Candi Prambanan Terasa Beda Sekaligus Lega, Banyak Kegiatan Menarik yang Nggak Bikin Dompet Boncos

1 Juli 2026
Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial MOJOK.CO

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial

25 Juni 2026
Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional, MLSC.mojok.co

Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional

30 Juni 2026
Cerita awardee Beasiswa LPDP University of Edinburgh, Skotlandia, pilih pulang ke Indonesia untuk bangun bisnis brand tas kerja lokal MOJOK.CO

Pulang Kuliah dari Skotlandia Pilih Bisnis Tas Lokal di Indonesia: Buka Lapangan Kerja hingga Terlibat Pemberdayaan Perempuan

29 Juni 2026
Usaha les komputer di Bogor. MOJOK.CO

Tak Hasilkan Banyak Cuan dari Buka Usaha Les Komputer, tapi Merasa Bermakna Bisa Ajarkan Gen Alpha yang Masih Gaptek

30 Juni 2026
Menurut Pakar UGM, Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah putih/KDMP) harus dievaluasi MOJOK.CO

Pelatihan Militer ke Manajer Kopdes Merah Putih Perlu Didesain Ulang, Harus Lebih Relevan dengan Tata Kelola Koperasi agar Tak Ada Korban Lagi

29 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.