Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Sugeng Rahayu Sebelumnya Bernama Sumber Kencono, Sudah Ganti Nama Kok Masih Sering Kecelakaan?

Kenia Intan oleh Kenia Intan
2 September 2023
A A
Sugeng Rahayu dan Sumber Kencono Sering Kecelakaan MOJOK.CO

Sugeng Rahayu dan Sumber Kencono Sering Kecelakaan MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bus Sugeng Rahayu punya pendahulu benama Sumber Kencono. Sudah jadi rahasia umum kalau dua merek bus itu sering mengalami kecelakaan.

Bus Sugeng Rahayu kembali menyita perhatian setelah kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Magetan-Ngawi belum lama ini. Bus yang menjadi bagian dari Sumber Group atau PT Selamat Sugeng Rahayu itu memang terkenal suka ngebut hingga kecelakaan tidak terhindarkan lagi.

Kalau mau menilik asal-usulnya, Sugeng Rahayu punya pendahulu bernama Sumber Kencono. PO asal Sidoarjo itu berdiri sejak 1981. Setyaki Sasongko, pendiri PO Sumber Kencono, merintis usahanya itu hanya dengan 6 armada. Bus-bus ekonomi itu melayani trayek Surbaya-Yogyakarta.

PO Sumber Kencono kian berkembang ketika pesaingnya, PO Flores, terkena sanksi tidak boleh menjalankan angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) di wilayah Solo. Sumber Kencono kemudian mengambil alih trayek tersebut.

Armada bus berkembang pesat sehingga bisa menyapa penumpang setiap 20 menit sekali. Tercatat, hingga akhir 2011, Sumber Kencono memili 255 armada.

Dalam perjalanannya, PO Sumber Kencono kerap mengalami kecelakaan. Saking seringnya, masyarakat memelesetkan PO ini dengan nama Sumber Bencono (Sumber Bencana). Tercatat, dalam kurun waktu 2009 hingga 2011 sudah ada 51 kecelakaan dengan total 129 korban, dan 26 meninggal dunia.

Kendati sering mengalami kecelakaan, ada masanya Sumber Kencono mengantongi pengharagaan dari Kementerian Perhubungan sebagai bus dengan pelayanan terbaik. Penghargaan itu didapat pada 2005, 2007, dan 2008.

Kemunculan Sugeng Rahayu

Setyaki Sasongko melakukan perombakan besar-besaran atas perusahaan otobus miliknya. Mulai Juli 2011 beberapa bus Sumber Kencono berubah nama menjadi Sumber Selamat. Setidaknya ada 80 armada bus yang berubah nama saat itu. Seperti penamaannya, setiap armada Sumber Selamat diharapkan bisa membawa penumpang dengan selamat sampai tujuan masing-masing.

Pada 2013, pemilik meluncurkan merek bus baru bernama Sugeng Rahayu. Bus ini diharapkan menjadi seperti namanya yang memiliki makna positif yakni sejahtera. Kedua armada itu kemudian dikelola dengan merek dagang PT Selamat Sugeng Rahayu alias Sumber Group. Sumber Selamat untuk melayani kelas ekonomi, sementara Sugeng Rahayu untuk kelas patas.

Perubahan identitas itu bebarengan dengan semakin ketatnya prosedur keselamatan tiap armada. Teguran tingkat tiga akan dijatuhkan kepada pengemudi yang ugal-ugalan. Upaya pengawasan kepada para pengemudi ini didukung dengan pemasangan GPS.

Sudah berubah nama, tapi masih sering kecelakaan

Kendati sudah berubah identitas, armada-armada Sumber Group tidak lepas dari kecelakaan. Kejadian paling baru pada Kamis (31/8/2023) dini hari di Jalan Raya Magetan-Ngawi, Jawa Timur. Bus Sugeng Rahayu jurusan Surabaya -Yogyakarta adu banteng dengan Bus Eka jurusan Yogyakarta- Surabaya. Kecelakaan besar itu menelan 3 korban jiwa dan 14 lainnya luka-luka.

Kalau mau menilik lebih jauh, sejak awal tahun hingga akhir Agustus 2023, Sugeng Rahayu sudah terlibat dalam tujuh kecelakaan lalu lintas. Memang sih tidak seluruhnya kesalahan Sugeng Rahayu, tapi beberapa kecelakaan memang disebabkan bus yang terlalu ngebut. Misal kecelakaan yang terjadi pada 21 Februari 2022, bus melaju dengan kecepatan 100-120 km per jam berujung pada terguling. Bus tersebut berusaha menghindari pengayuh sepeda. Akibat kecelakaan itu, 1 korban tewas dan 9 lainnya luka-luka.

Kecelakaan hingga memakan korban jiwa juga terjadi pada Maret 2023 di Madiun. Bus Sugeng Rahayu menabrak Isuzu Panther yang hendak melakukan putar balik. Akibat kejadian itu, satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka.

Kendati terkenal ngebut-ngebutan, bus ini tetap memiliki tempat di hati penumpang. Kontributor Mojok, Ridi Yoga Pratama, pernah menjelaskan, Sugeng Rahayu menjadi pilihan para pekerja seperti buruh, guru, PNS, hingga pedagang pasar untuk bekerja. Bus ini bisa mengantarkan penumpang ke tujuan dengan cepat dan harga yang tergolong murah.

Iklan

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Menikmati Persaingan Abadi Bus Sugeng Rahayu dan Eka Mira di Jalanan Jawa Timur
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 2 September 2023 oleh

Tags: Kecelakaan Buspo bussugeng rahayu
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO
Ragam

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Bus luragung jaya.MOJOK.CO
Ragam

Pengalaman Naik Bus Malam: Laptop Berisi Skripsi Digondol Maling, Ganti Rugi Tak Seberapa tapi Mimpi Jadi Sarjana Harus Tertunda

19 Juli 2025
Posisi duduk di bus Sumber Selamat PO Sugeng Rahayu menentukan rasa aman jika sopir ugal-ugalan MOJOK.CO
Ragam

Alasan Bus Sumber Selamat Tetap Jadi Andalan meski Ugal-ugalan, Orang yang Naik Punya Siasat biar “Aman” karena Celaka Mengancam Kapan Saja

24 April 2025
Alasan sendu para sopir bus Sumber Selamat dari PO Sugeng Rahayu nyopir ugal-ugalan MOJOK.CO
Ragam

Memahami Kondisi Sopir Bus Sumber Selamat, “Terpaksa” Ugal-ugalan di Jalan karena Terhimpit Banyak Persoalan

24 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal MOJOK.CO

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal

18 Mei 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
omong kosong srawung di desa.MOJOK.CO

Omong Kosong Slogan “Srawung” di Desa: Cuma Jahat ke Warga Miskin, Kalau Kamu Tajir Tak Perlu Membaur buat Dihormati

18 Mei 2026
Melalui Seminar Literasi di Pesta Buku Jogja, IKAPI DIY dorong Yogyakarta jadi Ibu Kota Buku UNESCO karena punya ratusan penerbit MOJOK.CO

Jogja dan Produksi Pengetahuan Lewat Ratusan Penerbit Buku, Modal Jadi Ibu Kota Buku UNESCO

16 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

14 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.